Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
ABANG FARHAN DAN DEDE FARAH.


__ADS_3

***๐Ÿ’–KALAM HADITS ๐Ÿ’–***


Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, ketika Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ditanya, โ€œPerempuan seperti apa yang paling baik?โ€


Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menjawab:


ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุชูŽุณูุฑู‘ูู‡ู ุฅูุฐูŽุง ู†ูŽุธูŽุฑูŽุŒ ูˆูŽุชูุทููŠุนูู‡ู ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู…ูŽุฑูŽุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุฎูŽุงู„ูููู‡ู ูููŠ ู†ูŽูู’ุณูู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุงู„ูู‡ูŽุง ุจูู…ูŽุง ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู


โ€œYang paling menyenangkan jika dilihat suami, mentaati suami jika suami memerintahkan sesuatu, dan tidak menyelisihi suami dalam diri dan hartanya dengan apa yang dibenci oleh suaminya.โ€


(HR. An-Nasaโ€™i no. 3231, dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)


###############๐Ÿ’–##############


Kehadiran Baby Twins, bertambah lengkaplah kebahagiaan Ardiyan dan Anisah, dan itu juga yang di rasakan oleh para sahabat Ardiyan yang tadi mereka ikut merasakan kepanikan saat Anisah hendak melahirkan dan begitu bahagia saat mendengar tangisan si Twins.


"Alhamdulillah Akhirnya kita semua menjadi paman untuk si Twins" ujar Wira yang begitu bahagia mendengar tangis bayinya Ardiyan..


"Alhamdulillah " ucap kedua sahabatnya juga.


Dan tak lama Ardiyan pun keluar dengan wajah sumringahnya.


"Guys, gue dah jadi Ayah sekarang!" Ujar Ardiyan yang nampak begitu bahagia ia pun merangkul ketiga sahabatnya itu, tapi tetap baginya tanpa adanya Dimas kebahagiaannya jadi kurang lengkap, tapi karena ia tahu kalau saat ini Dimas lagi dalam keadaan sakit makanya ia memakluminya.


"Selamat ya, Bro." ucap Wira.


"Selamat ya, Ar, gue ikut senang akhirnya lengkap sudah kebahagiaan Lo." Ucap Dika juga.


"Selamat ya Bro!" ucap Andi juga..


"Terimakasih ya guys, Oh iya lusa gue mau ngadain syukuran penambalan nama Anak gue, di pondok!, Lo lagi di pondokkan wir?" tutur Ardiyan, yang juga bertanya pada Wira.


"Iya gue di pondok." jawab Wira.


"Syukurlah, soalnya gue mau minta tolong, Lo atur keperluan untuk acara syukuran anak gue ya, soal gue nggak bisa ninggalin Anisah " pinta Ardiyan pada Wira.


"Oke bro!, Jangan khawatir, gue dan Syifa akan bantu kok" bales Wira sembari menepuk pundak Ardiyan..


"Nanti gue bantu juga deh, kebetulan gue kemarin pulang ke pondok tempat Nina Ar" Timpal Dika membuat Ardiyan senang mendengarnya..


"Alhamdulillah, thanks ya guys" ucap Ardiyan yang kembali merangkul para sahabatnya.


"Ya sudah sebaiknya kalian pulanglah Guys istirahatlah, karena hari ini adalah hari yang melelahkan bagi kita" lanjut Ardiyan lagi.


"Baiklah, ya sudah kalau begitu kami pulang ya Ar, Assalamu'alaikum" pamiit ketiga sahabatnya.

__ADS_1


"Ok guys, wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh" setelah mendapatkan jawaban dari Ardiyan, ketiganya pun meninggalkan Ardiyan yang masih berada di rumah sakit.


Setelah Kepergian para sahabatnya Ardiyan pun kembali ke ruangan tempat Anisah di rawat, sesampainya di sana ternyata sang isteri sudah tertidur lelap, karena bayi mereka juga masih di ruangan rawat bayi,


Dan karena waktu sudah memasuki subuh, Ardiyan pun melaksanakan kewajibannya dulu, setelah selesai ia melirik Anisah yang masih tertidur, Akhirnya Ia pun memilih tidur di sofa setelah ia tadi sempat memberikan kecupan di kening Anisah, dan karena memang ia sudah sangat lelah sekali, jadi dalam sekejap ia pun sudah hanyut ke Alam mimpinya.


________


08:30 pagi.


Ardiyan yang masih tertidur tiba-tiba mendengar, suara tangisan bayi, membuat ia tersentak dan langsung terduduk di sofa tempatnya tidur tadi.


"Astaghfirullah aku kesiangan!" Sentaknya.


"Eh, Biyah sudah bangun?, maafi Twins ya Biyah karena suara tangisnya jadi bangunin Biyah deh" Ujar Anisah saat melihat suaminya terbangun.


"Tidak papa sayang, Biyah yang seharusnya minta maaf karena bangunnya kesiangan, maafi ubby ya sayang" ucap Ardiyan sembari mengecup kening Anisah,. " Maafi Biyah ya Twins sayang " Ucapnya lagi dan juga memberikan kecupan pada kedua Anaknya yang kini sudah tertidur di samping Anisah


"Iya Biyah sayang, twisn sudah maafi Biyah kok" ujar Anisah dengan suara di kecilin seperti suara anak kecil. membuat Ardiyan Tersenyum bahagia mendengarnya..


"Sayang?, ubby bahagia banget hari ini, karena keluarga kita, sudah lengkap dengan kehadiran Twins di tengah-tengah kita." tutur Ardiyan yang pandangannya tertuju kepada ke kedua Anaknya dengan senyum yang nampak begitu bahagia.


"Alhamdulillah ya by, Allah sudah mempercayakan kita untuk menjaga kedua Amanah-Nya, semoga kita menjadi orang tua yang Amanah bagi kedua anak kita ya by" Tutur Anisah juga yang pandangannya juga tertuju pada buah hatinya.


"Sama-sama by, Nisah juga sangat bahagia" bales Anisah, lembut.


"Oh iya Apakah hubby sudah menyiapkan nama untuk mereka?" tanya Anisah lagi.


"Alhamdulillah sudah sayang, apakah kamu ingin tahu sekarang atau lusa sekalian di Acara syukuran penambalan nama mereka biar Supraise gitu." ujar Ardiyan


"Ikh, masa iya sama Ummanya juga harus pakai di Rahasiakan sih hubby?" protes Anisah yang kini wajahnya nampak cemberut.


"Iya iya Ubby kasih tahu, Nama mereka, kalau anak laki-laki kita, ubby kasih nama..


*Farhan Habibi Humaidi* yang artinya Anak laki-laki yang selalu gembira, dicintai, dan terpuji,


sedangkan Anak perempuan kita, bernama, *Farah Habiba Hasna" yang artinya: Anak perempuan yang penuh sukacita, sekaligus kekasih paling baik." tutur Ardiyan memberitahu nama baby twins.


"Maa syaa Allah, indah sekali nama mereka ya by, dan akan di panggil Farhan dan Farah." bales Anisah Begitu senang


"Iya sayang, kita akan memanggilnya Abang Farhan dan Dede Farah " ucap Ardiyan yang kembali memandangi anak-anaknya.



"Maa syaa Allah, Anak Biyah cantik dan ganteng ya... kayak umma dan Biyahnya" ujar Ardiyan lagi saat ia memandang buah hatinya.

__ADS_1


"Aih, Air laut asin sendiri ya Biyah?, masa Biyah muji diri sendiri sih!" protes Anisah saat mendengar Ardiyan mengatakan "ganteng kayak Biyahnya."


" hehehe, Iya dong sayang, kalau bukan kita yang memuji diri sendiri, siapa lagi coba yang mau muji kita?," bales Ardiyan sambil cengengesan.


"Iya deh, Nisah aja yang akan memuji hubby," kata Anisah Sambil kedua tangannya ia letakkan di kedua pipi Ardiyan


" Huuumm Suamiku guaanteeeng buangeet siih!" lanjutnya lagi sambil menggoyang-goyangkan wajah suaminya hingga wajah Ardiyan bergoyang ke kiri dan kanan..


"Aduuh, sayang nggak ikhlas banget mujinya.?" protes Ardiyan


Anisah: "Kata siapa nggak ikhlas?"


Ardiyan:"Ya kata ubbylah!"


Anisah:"Humm, itu mah sizojon hubby!"


Ardiyan:"Su'uzon sayang!"


Anisah:" hehehe salah ya by"


Ardiyan: "sayang tau nggak? Aku jatuh cinta ke kamu bukan karena fisik loh.."


Anisah:" Masaa??"


Ardiyan:" Iyaloh kalau mandang fisik mendingan aku sama ikan, soalnya ikan banyak fisiknya."


Anisah: "Sisik itu mah, sisiiik!!! Kamu tuh jangan sisik deh by!!"


Ardiyan:" Hah??, Maksudnya??"


Anisah:" iya jangan sisik, soalnya anak-anak lagi tidur by.


Ardiyan: " Itu mah berisiik sayang!, Oh kamu sudah mulai ya sekarang.


Anisah:" Hehehe, kan hubby duluan yang mulai Yee!"


BERSAMBUNG


***********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys ๐Ÿ˜‰


VOTE LIKE, DAN KOMENTAR.


SELALU AUTHOR NANTI, JADI JANGAN LUPA YA ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰ SYUKRON ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2