Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Sunnah


__ADS_3

"Anisah? aku sedang ingin apakah itu sudah tidak sakit lagi? Ucap Ardiyan lirih kepada Anisah,


"Hmm sudah tak sakit lagi by" jawab Anisah tertunduk malu.


"Benarkah?" Ucapnya semangat dan hanya di anggukkan Anisah.


"Apakah boleh?" Tanyanya lagi


"Berwudhulah dulu hubby" jawab Anisah dan tanpa berkeinginan menjawab Ardiyan langsung melesat ke kamar mandi. saking senangnya mendapatkan jawaban istrinya, Anisah menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya yang penuh semangat.


Tak lama Ardiyan sudah kembali ia pun segera menghampiri istri kecilnya.


"Assalamu'alaikum Zaujati" salam Ardiyan sebelum melakukan Adab-adab hubungan suami istri


"Wa'alaikumus salam Zauji" jawab Anisah lembut dan di bales senyuman Ardiyan ia pun langsung berdoa sebelum melakukan ibadahnya, setelah itu pun ia melakukan Sunnah pertama mencium kening istrinya lalu turun ke kedua matanya dan setelah itu turun menciumi kedua pipi Anisah dengan lembut. Lalu di saat Ardiyan Hendak turun ke bibirnya tiba-tiba Anisah menutup wajahnya, membuat Ardiyan bingung,


Ardiyan : "Ada apa Anisah?"


Anisah : "Hubby?"


Ardiyan : "Hmmm?"

__ADS_1


Anisah : "Nisah malu, Author ngintip kita"


Ardiyan : "Hei Author, kamu kurang kerjaan ya ngintip kami pergi sana"


Author : "Haa kenapa kalian bisa tahu sih ada akuπŸ€” ya sudah aku nggak akan ngintip lagi, maaf ya Anisah πŸ™πŸ˜ ya sudah lanjut deh, Aku pergi,"


Author POV


Iiss Kenapa mereka bisa tahu sih, jadi nggak seru akhπŸ™„ ya sudah kalau gitu biarkan mereka bermadu kasih, maaf ya yang lagi penasaran author nggak berani nerusin takut di marah Ardiyan πŸ™πŸ˜


________


Pagi pun menjelang nampak Ardiyan sudah rapi dengan stelan jasnya setelah selesai ia pun beranjak meninggalkan kamar menuju ruang makan, di sana sudah ada kakeknya dan Anisah yang sedang menata sarapan untuk mereka, dan ternyata di sana juga ada Dimas,


"Wa'alaikum salam" bales Kakek dan Dimas serentak.


"Hari ini kamu bekerja? Bukankah kamu akan pergi berbulan madu?" Tanya kakek pada Ardiyan


"Iya kek hari ini ada pekerjaan yang tidak bisa di tunda dan nggak bisa di wakili oleh Dimas" jawab Ardiyan sambil menerima piring yang berisi nasi goreng dari Anisah,


"Lagian kami hanya berbulan madu di danau Toba saja kek, dekat bisa berangkat nanti sore" tambahnya lagi,

__ADS_1


"Danau Toba? Kenapa? Kenapa tidak ke Paris atau ke Korea atau tempat-tempat romantis lainnya di luar negeri" tanya kakek heran.


"Itu keinginan Anisah kek, dan bila pun ia ingin keluar negeri, Ia hanya berkeinginan ke Mekah" bales Ardiyan,


"Ma syaa Allah..kamu sangat beruntung memiliki istrimu," ucap kakek kagum.


"Ya sudah kalau itu keinginan Anisah maka wujudkan lah" ucap kakek lagi.


"Iya kek in syaa Allah, ya sudah Diyan berangkat ya kek, Nia Assalamualaikum" pamitnya sambil menyalamkan tangan kakek dan setelah nya menyalami Anisah di sambut Anisah dan mencium tangan Ardiyan, dan setelah mencium kening Anisah Ardiyan pun berangkat bersama Dimas.


Dalam perjalanan menuju kantor. Ardiyan dan Dimas.


"Ar meeting kali ini Lo jangan kaget ya, ternyata Alexsha grup CEO nya Giovanni, sorry gw baru tadi tahu dari Dika" ucap Dimas sedikit cemas karena takut sahabat marah,


"Giovanni Alexsha?" ucap Ardiyan dengan raut wajah yang sudah berubah, yang tadinya terlihat bahagia kini menjadi dingin,


Bersambung


---------------------


Siapakah DiaπŸ€” kenapa Author jadi curiga yaaπŸ€”

__ADS_1


Jangan lupa ya tinggalkan jejaknya, biar semangat cuyπŸ˜‰πŸ™


Tapi dari pertama episode kenapa nggak ada yang vote yaπŸ€” Apa ceritanya nggak bagus kali yaπŸ˜”


__ADS_2