Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Menghalalkan Dia.


__ADS_3

Dimas sangat terkejut dengan apa yang terjadi, apalagi melihat seorang wanita bercadar bersimbah darah di bagian dadanya dia tak tahu siapa wanita tersebut, namun dengan sigap ia menggendong wanita itu menuju mobilnya saat hendak memasuki mobil, seorang wanita bercadar lainnya menghadangnya.


"Astagfirullah Lisa!, Cepat bang kita bawa Lisa kerumah sakit, Nisah pangku Lisa ya" ucap wanita itu yang ternyata Anisah. Mendengar ucapan Anisah membuat Dimas terkejut.


"Dia Lisa?, Tapi tadi dia mengeluarkan suara Nisah" ujar Dimas tak percaya.


"Benarkah dia Lisa? tapi dia berteriak memanggil ku, hah.. siapapun dia aku harus bertanggung jawab karena dia sudah menyelamatkan ku" batin Dimas.


"Sudahlah itu kita bahas nanti saja yang terpenting kita harus cepat membawa dia !" Ucap Ardiyan yang berada di situ juga, lalu Dimas pun meletakkan Lisa kebangku penumpang dengan kepala berada di pangkuan Anisah sedang ardiyan dan Dimas berada di depan, dengan sigap Dimas mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi


"Ar, hubungi Dika agar ia mempersiapkan segalanya!" Ucap Dimas sedikit gusar karena cemas.


"Baiklah, Lo sebaiknya fokus menyetir saja, jangan khawatir dia pasti akan baik-baik saja " bales Ardiyan menenangkan Dimas,


"Nis, tidak bolehkah apa bila cadarnya di buka dulu? Agar ia bisa bernafas lega, maaf nis karena keadaannya lagi.." ucap Dimas dengan suara bergetar karena ada rasa takut yang tiba-tiba menyelinap ke hatinya.

__ADS_1


"Baiklah bang Dimas, karena tadi bang Dimas sudah berkomitmen kalau Lisa akan menjadi istri Abang, Nisah akan membukanya, tapi di sini ada bang Diyan apa Abang ridho?" Tanya Anisah kepada Dimas.


"Iya Abang ridho" bales Dimas singkat. Setelah mendapatkan Jawaban dari Dimas, Anisah pun membuka cadarnya Lisa, Dimas melirik kaca spion tengah mobil terlihat wajah Lisa yang pucat membuat Dimas bergetar.


"Cantik.., Oh ya Allah jangan biarkan dia pergi, izin kan hamba memberikan kebahagiaan untuknya_batin Dimas rasa takut kehilangan membuat tubuhnya bergetar.


Dimas yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, membuat jarak yang biasanya di tempuh satu jam perjalanan kini hanya tiga puluh menit mereka sudah sampai, dan langsung di sambut oleh para perawat dan sudah pasti sahabat mereka juga, Dimas pun menggendong Lisa dan langsung meletakkannya di brankar dan langsung di dorong oleh para perawat. Lisa pun langsung di Bawak ke ruang operasi.


"Bertahanlah Lisa aku berjanji setelah ini aku akan membuat kamu bahagia jadi bertahanlah ku mohon" batin Dimas.


Saat Dimas lagi hanyut dalam pemikirannya Anisah pun menghampirinya.


"Iya dek.. in syaa Allah Abang yakin kok, kalau dia akan baik-baik saja, makasih ya, dan bantu doa juga ya dek" bales Dimas dengan senyum agak terpaksa.


"In syaa Allah bang, pasti kami ikut mendoakannya" bales Anisah lagi.

__ADS_1


"Ar gimana dengan pondok?" tanya Dimas yang tiba-tiba teringat akan kekacauan pondok.


"Lo nggak usah pikirkan itu, gue sudah Yogi mengurus semuanya" bales Ardiyan, dan saat mereka sedang berbicara Ustadz Khairul datang bersama umi syadiah.


"Gimana keadaan Lisa nak Dimas?" tanya umi syadiah.


"Masih di ruang operasi umi" bales Dimas.


"Kamu yang sabar ya nak, in syaa Allah Lisa akan akan selamat" ucap ustadz Khairul juga.


"Aamiin.. iya Abi" Bales Dimas sedih, " Abi.. bisakah setelah Lisa selesai operasi Dimas ijab dia?" ujarnya lirih, " Dimas ingin merawatnya, jadi Dimas ingin menghalalkan Dia agar tidak timbul fitnah dan Dimas ingin menebus karena dia sudah menyelamatkan Dimas" tambahnya lagi, dan membuat ustadz Khairul tersenyum.


"Tentu nak niat baik tidak boleh di tunda.. Abi akan menyiapkan segalanya,"


Bersambung

__ADS_1


-------------


Jangan lupa ya 😉🙏


__ADS_2