
Keesokan paginya..
Sesuai keinginan istrinya yang ingin menjenguk sahabatnya, Ardiyan pun bersiap untuk membawa Anisah pergi ke rumah sakit.
"Sudah siap sayang?, Kita sarapan dulu ya?" Ajak Ardiyan.
"Hubby,, Nisah nggak berselera untuk sarapan"
"Tapi sayangkan sedang hamil, kasihan si Dede nanti lapar loh"
"Iss, hubby, Nisah lagi nggak ingin, jangan paksa Nisah!" Bales Anisah manja.
"Iya iya, ya sudah kalau gitu kita berangkat, tapi kalau nanti ada keinginan bilang ya sayang"
"Na'am, zujiku" bales Anisah lagi dengan bahasa Arab membuat Ardiyan gemas lalu mengecup kening istrinya yang manja.
Setelah berpamitan kepada kedua orang tua Anisah, mereka pun berangkat menuju ke rumah sakit untuk menjenguk Lisa.
______
Di rumah sakit..
Dimas tersentak dan bangun dari tidurnya.
"Astagfirullah, aku ketiduran sampai kesiangan?" Gumam Dimas, lalu ia melihat kearah ranjang tempat Lisa berbaring. Dan ternyata istrinya sudah bangun.
__ADS_1
"Kamu sudah bangun?, Maaf Lisa aku ketiduran hingga kesiangan" ujar Dimas sambil melangkah menghampiri Lisa.
"Iya nggak papa bang, mungkin Abang terlalu lelah menjaga Lisa," bales Lisa dengan suara lemah.
"Hehe maaf ya, tadi malam Rencananya hanya ingin tidur sebentar, eh kok malah kebablasan yaa " ucap Dimas lagi, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan tingkah konyolnya. melihat Dimas yang seperti itu membuat Lisa tersenyum.manis.
"Maa syaa Allah, manisnya.." Gumam Dimas keceplosan.
"Terimakasih" bales Lisa spontan membuat Dimas kaget, karena ia tidak menyangka kalau Lisa mendengar gumaman.
" Eh, hmp maaf, i.itu, gimana keadaan mu sekarang Lisa?" Tanya Dimas sedikit gugup.
"A..Alhamdulillah Lisa dah baikan bang"
"Alhamdulillah,, ya udah sekarang kamu makan ya," ucap Dimas setelah melihat ternyata sudah ada semangkuk bubur di nakas samping ranjang Lisa. Lalu ia pun mengambil mangkuk bubur itu, "Aku suapin yaa" lanjutnya lagi,
"Ssst, menurutlah, kamu lagi sakit sekarang buka mulut kamu" ucap Dimas sambil menyodorkan sendok berisi bubur ke mulut Lisa, mau tak mau Lisa pun membuka mulutnya.
"Gimana rasanya enak?" Lanjutnya lagi dan di anggukkan oleh Lisa.
"Alhamdulillah, kamu harus makan yang banyak ya, biar cepat sembuh" ucap Dimas lagi sambil terus menyuapi Lisa.
Di saat Dimas sedang menyuapi istrinya tiba-tiba..
Tok tok tok.. terdengar suara ketukan pintu, seketika Lisa teringat akan cadarnya.
__ADS_1
"Kak Dimas, cadar Lisa mana?" Tanyanya Dimas yang di tanya bingung, tapi seketika ia teringat kalau hari itu Anisah yang pegang cadarnya.
"Maaf Lisa sepertinya cadarmu di pegang Anisah, tapi tenang saja nanti aku akan meminta bawahan ku untuk belikan lagi ya, untuk hari ini tidak apa-apakan lagian kamu lagi sakitkan" Bales Dimas lembut, dan di anggukkan Lisa pasrah. " Ya sudah aku buka pintu dulu ya," lanjutnya lagi dan di anggukkan Lisa kembali.
Dimas pun melangkah menuju pintu, ketika ia membuka pintunya, ternyata Ayah dan kakek Rusdi yang datang.
"Assalamualaikum nak?" Ucap kakek Rusdi dan Ayah Dimas.
"Kakek, Ayah?, Wa'alaikum salam, masuklah yah, kek.." Bales Dimas, dan Akhirnya mereka pun masuk menghampiri Lisa.
"Lisa ini Ayahku dan kakek Ardiyan" ucap Dimas memperkenalkan pada Lisa.
"A..Assalamu'alaikum, A..Ayah, ka.kakek" sapa Lisa gugup.
"Wa'alaikum salam nak, kenapa kamu gugup? rileks saja nak, Ayah senang melihat kamu kelihatan sudah mulai membaik" ucap Ayah Dimas lembut.
"Iya Ayah Alhamdulillah Lisa sudah Baikan" bales Lisa sudah agak tenang.
"Alhamdulillah nak, kami senang mendengarnya" timpal kakek Rusdi.
Di saat mereka sedang berbincang tiba-tiba pintu kembali di ketuk.
Tok.. tok.. tok..
Bersambung
__ADS_1
*********
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa 🙏😊