
Saat Ardyan membuka pintu mobilnya..
Click..ia pun memasuki mobil di depan, saat menoleh kebelakang..
"Maa syaa Allah.." ucapnya terkesima, dan Wira yang mendengar Ardiyan melafazkan Fujian ia pun penasaran..
"Ada apa Ar,? Tanyanya saat memasuki mobil juga dan duduk di belakang kemudinya.
" Lihatlah istri kecilku, suaminya sedang berjuang hidup dan mati, ia malah tertidur dengan nyenyaknya tanpa tahu apa yang terjadi pada suaminya " bales Ardiyan sambil memandangi istrinya yang sedang tertidur pulas.
" Cih lebay banget sih Lo, eleh orang cuma ngambil jambu.. monyet aja pun di bilang berjuang hidup dan mati.. emang perang apa?"
"Hai.. biasa aja dong bilang monyetnya, ngapa Lo ngarah ke gue?"
"Iya iya sorry, udah akh, kita berangkat sekarang biar cepat istirahat, gue jadi lemas gara-gara tadi," ucap Wira sambil meregangkan tubuhnya terasa tak bertenaga " kita kemana nih sekarang?" Tanyanya lagi setelah merasa enakan badannya.
"Kita ke pondok ajalah, karena kemarinkan keluarga binik gue pada cemas" ujar Ardiyan, lagi " tapi tunggu wir gue pindah di belakang saja kasihan binik gue, kalau gue di belakang paha gue bisa jadi bantalnya" lanjut Ardiyan lagi dan kembali membuka pintu mobil berniat pindah kebelakang.
"Eleh bilang aja mau pamer kemesraan ma gue" celetuk Wira.
"Haiis terserah Lo ajalah," ucap Ardiyan dan ia pun mulai masuk mobil di bangku penumpang, lalu ia pun meraih kepala Anisah dan di letakan ke pangkuannya, sedangkan Wira mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Anisah yang terasa kalau kepalanya ada yang nyentuh ia pun terbangun..
"Hubby?" Ucapnya dengan suara seraknya.
"Iya sayang.?, Kenapa sudah bangun?, tidurlah lagi nanti kalau sudah sampai ubby bangunkan kamu" ucap Ardiyan lembut sambil mengusap-usap kepala Anisah.
"Tidak akh sudah hilang ngantuknya " bales Anisah dan berusaha untuk bangkit.
"Maaf ya sayang, ubby jadi membangunkan kamu" ucap Ardiyan merasa bersalah.
" Tidak apa-apa hubby, oh iya mana jambunya by.?." Tanya Anisah yang teringat akan keinginannya.
__ADS_1
"Ada sayang, bentar ubby Ambilkan" lalu Ardiyan pun mengambil kantongan yang berisi jambu monyet yang tadi ia letakkan di kursi mobil depan
" Nih sayang, jambunya, kalau kamu mau lihat monyetnya cukup lihat yang lagi nyupir, soalnya mirip hehehe" ucap Ardiyan bercanda sambil menyerahkan sebuah jambu ke pada Anisah.
Wira yang mendengar perkataan Ardiyan menjadi kesal
"Sialan, dasar somplak Lo" sambungnya kesal tapi masih fokus menyetir.
"Hubby, nggak boleh gitu akh " tegur Anisah.
"Maaf sayang, cuma bercanda kok..oh iya enak nggak Jambunya?"
"Hum enak hubby, Syukron ya sudah ambilkan Nisah" bales Anisah tulus sambil memakan jambunya.
"Jelas dong enak, kamu nggak tahu aja perjuangannya mengambil buah itu, tapi Untuk Mu dan Sih Buah Hati.. ubby rela melakukan apapun untuk kalian" Ucap Ardiyan dalam.. membuat Wira yang mendengarnya menjadi enek dan bergumam.
"Cih lebay !" Namun tak di hiraukan oleh Ardiyan.
"Emang kenapa by?" Tanya Anisah penasaran.
"Haa Tarzan?, Apa maksudnya bang Wira.? tanya Anisah semakin penasaran.
" Iya suami kamu kepingin jadi Tarzan Auoo.. tapi saat ingin bergelantungan eh malah terjatuh dia hahaha " ujar Wira menambahkan cerita..
"Diam Lo !!" Bentak Ardiyan kesal karena di tertawakan
" Benarkah hubby jatuh tadi? mana yang sakit by?" tanya Anisah cemas.
"Iya sayang, tadi ubby jatuh, dan pinggangnya sedikit keseleo, tapi Alhamdulillah sekarang tidak apa-apa lagi kok karena ibu itu sudah mengurut ubby, sekarang nggk sakit lagi kok" ucap Ardiyan sambil menggoyang pinggangnya menunjukkan kalau sudah tidak sakit lagi.
"Syukurlah kalau begitu, maaf Nisah ya by, karena keinginan Nisah hubby jadi jatuh" ucap Anisah merasa bersalah..
"nggak papa sayang, lagian itu bukan keinginan kamu seorang, tapi keinginan anak kita, iya kan? jadi sudah kewajiban ubby memenuhi keinginan kalian, karena kalian adalah bagian dari hidup hubby," ucap Ardiyan, sambil mengecup kening Anisah.
__ADS_1
"Ahem..ehem.. dah sampai woy.. turun.. turun.. malah pamer kemesraan lagi kalian " celetuk Wira dan sambil hendak turun, ya ternyata mereka telah sampai di pondok Wira pun bergegas turun." Dari pada nyaksikan kemesraan kalian lebih baik gue jalan-jalan, bolehkan Nisah " tanya Wira lagi.
"silakan bang, tapi jangan kejalur barat ya, itu tempat khusus santriwati " ujar Anisah.
"oke" lalu Wira pun berjalan menuju perkebunan teh, yang dia rasa sangat indah di pandangannya, ya pondok An-Nur memang masih memiliki suasana yang Asri, perbukitan teh di belakang pondok memang terlihat indah bagi siapapun yang melihatnya..
Wira terus berjalan menelusuri pematang teh yang nampak hijau dan di saat ia sedang menikmati udara segar di sana tanpa sengaja telinganya mendengar suara Alunan orang yang mengaji, dan karena penasaran, ia pun mulai mencari sumber suara indah tersebut, hingga akhirnya matanya tertuju pada lapangan berumput, yang disana ada seorang gadis bercadar bergaunkan hijau tosca dan tak jauh darinya ada seekor kuda berwarna coklat.
Wira terus memperhatikan gadis tersebut sambil mendengarkan Alunan yang mendayu-dayu indah membuat Wira ingin mendekatinya
namun kehadirannya malah membuat sang gadis terkejut dan ia langsung menaiki kudanya dan kuda pun berlari sangat kencang. Wira hanya tercengang melihatnya..
"Siapa dia?" gumamnya.
**BERSAMBUNG AKH..
Hayo siapa dia?..
Waktu persi Dimas, Author pernah bertanya, apakah cerita Dimas di bikin sendiri? tapi para reader mengatakan di satukan saja dengan Ardiyan** biar tidak monoton, maka Author pun mengikuti keinginan para Reader, tapi belakangan Ada yang mengatakan di pisah saja.. tapikan fersi Dimas sudah berjalan, jadi nggk seru lagi dong kalau di pisahkan....
Nah kemarin Ada yang minta Carikan jodoh buat Wira dong Thor yang Sholehah juga..
dan Carikan jodoh buat teman Ardiyan yang lain, Nah sekarang Author sudah mengabulkan, tapi Author buat terpisah, di novel Author yang baru Berjudul \*CINTA SESUCI SALJU\* yang mau tahu kisah cinta Wiraxsana, baca ya dan beri dukungan juga biar Author semangat oke.. sekali lagi Syukron atas segala pemasukannya🙏

__ADS_1
Jangan lupa kunjungi ya guys 🙏😊