Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
CEO Baru.


__ADS_3

Setelah selesai sarapan Ardiyan pun pamit pada Anisah karena sesuai yang di katakan suaminya ia hari ini tidak pergi ke pondok.


Setelah berpamitan mobil Ardiyan pun melaju menuju kantornya, hanya menempuh satu jam Ardiyan pun sampai, dan sudah di sambut oleh Dimas, sahabat karibnya sekaligus asisten pribadinya.


"Assalamu'alaikum suaminya ustadzah?, Selamat pagi" Ucap Dimas pada Ardiyan, ya semenjak di tegur oleh Ardiyan Dimas pun mulai terbiasa mengucapkan salam.


"Wa'alaikumus salam, pagi juga." jawab Ardiyan.


"Wah cerah banget hari ini yaa?, Sepertinya ada yang sudah mendapatkan harta Karun nih" goda Dimas membuat Ardiyan malah tersenyum-senyum dan hanya mengedipkan matanya, membuat mata Dimas membulat.


"Wah mantap, akhirnya tercapai juga tuh angan-angannya, untuk mendapatkan harta Karun." Kata Dimas semeringah, terlihat ia juga ikut bahagia, melihat sahabatnya yang sedang bahagia.


"Sstt berisik banget sih Lo, nanti ada yang dengar lagi!" tegur Ardiyan sembari matanya melihat sekitarnya.


"Hehehe sorry, guekan terikut juga ikut merasakan kebahagiaan Lo bro." Balas Dimas cengengesan.


"Hmmm" Ardiyan hanya menanggapinya dengan deheman saja, sambil ia tersenyum tipis.


"Oh iya Ar, Lo di panggil tuh sama kakek" Kata Dimas, teringat pesan dari kakek Ardiyan.


"Ada apa?"


"Mana gue tahu"

__ADS_1


"Ya sudah ayo kita kesana" Ajak Ardiyan lalu mereka pun berjalan menuju lift khusus petinggi perusahaan menuju lantai tujuh.


Sesampainya di depan ruangan Ardiyan pun mengetuk pintu, setelah mendengar suara di balik pintu ia pun masuk, nampak kakek Rusdi yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


"Assalamu'alaikum kek" salamnya pada kakek Rusdi.


"Wa'alaikum salam nak, duduklah" jawab sang kakek. Dan Ardiyan pun duduk di hadapan sang kakek,


"Ada apa kakek memanggil Diyan?" tanya Ardiyan yang terlihat penasaran.


"Hari ini akan ada rapat dereksi kakek minta kamu harus ikut serta di rapat itu" jawab kakek Rusdi.


"Kenapa Diyan yang ikut? Bukankah biasanya Dimas yang ikutkan?" Tanya Ardiyan heran, karena selama ini, kakeknya lebih percaya pada sahabatnya itu ketimbang dirinya.


"Iya tapi kali ini kamu harus wajib ikut tidak ada pembantahan!" Ucapnya kakek tegas, membuat Ardiyan semakin penasaran, namun ia tak bisa bertanya lagi dan ia pun akhirnya hanya pasrah mengikuti keinginan sang kakek.


"Baiklah persiapkan diri kamu nak, dan sekarang kamu boleh pergi" ucap kakek, Setelah mengiyakan Ardiyan pun berpamit dan kembali ketempatnya bersama Dimas.


"Sebenarnya ada apa Dim?, Kenapa kakek minta gue ikut rapat,?" tanya Ardiyan pada sahabatnya itu.


"Lah mana gue tahu, kenapa Lo tanya gue" jawab Dimas, yang sebenarnya ia mengetahui apa yang akan terjadi, namun ia ingin memberitahukan pada Ardiyan karena ia ingin itu menjadi kejutan buatnya.


"Yaa kan Lo cucunya dim, karena kakekkan lebih percaya sama Lo ketimbang gue" ucap Ardiyan, karena memang Dimaslah yang selalu di percaya sama kakeknya bisa di katakan Dimas adalah wakil direktur,

__ADS_1


"Itukan perasaan Lo aja Ar, sebenarnya apapun yang di lakukan kakek semuanya itu untuk kebaikan Lo, percayalah pada kakek Lo Ar," jelas Dimas


"hmmm"


Sebenarnya Ardiyan tahu kenapa kakeknya lebih mempercayai sahabatnya, karena kenakalannya yang dahulu, hanya bersenang-senang tanpa peduli pada apapun termasuk mengabaikan kakeknya, makanya ia sekarang hanya di tempatkan sebagai karyawan biasa.


10:00


Sesuai perkataan kakeknya Ardiyan dan Dimas mengikuti rapat dereksi bersama kakeknya.


Rapat pun di mulai, kakek Rusdi yang memimpin rapat tersebut.


"Assalamualaikum, hari ini saya mengumpulkan anda semua untuk mengumumkan bahwa saya Rusdi Pramana direktur utama Pramana grup, menyerahkan jabatan saya kepada Ardiyan Pramana cucu kandung saya, dan mulai hari ini Ardiyan Pramana adalah CEO Baru di Pramana grup" ucap kakek Rusdi di dalam rapatnya membuat Ardiyan terkejut dan nampaknya hanya ia yang terkejut, berbeda dengan Dimas hanya tersenyum dan bertepuk tangan


"Tapi kek, Diyan belum siap kek" protes Ardiyan.


"Tidak ada pembantahan, kamu akan di bantu oleh Dimas,!" ucapnya kakek tegas.


Setelah ucapan kakek yang nggak bisa di bantah Ardiyan akhirnya hanya bisa pasrah dan terdiam,


Rapat pun di akhiri oleh kakek Ardiyan, mereka pun kembali ketempat mereka bekerja masing-masing, yang tertinggal di ruang rapat itu hanya kakek Rusdi dan Asistennya ayah Dimas, serta Ardiyan dan Dimas.


Bersambung

__ADS_1


____________


Lemas nggak semangat 😔😔 habis sepi sih 😢


__ADS_2