
Akhirnya Ardiyan mengikuti keinginan istrinya, dengan di bantu ibu pemilik kedai Ardiyan membuat ketoprak dengan serius, hingga banyak pengunjung memperhatikannya.
"Wah ada pegawai baru ya Bu? Cakep-cakep kok mau kerja bikin ketoprak mas?" Ucap salah satu pengunjung yang baru datang.
"Eh, salah neng, Aden ini bukan pegawai saya dia.." ucap ibu pemilik kedai namun perkataannya di potong.
"Abang kerja sama saya saja, saya memiliki restoran besar di dekat sini, mau ya bang?" Ucap pengunjung itu lagi dia tidak menghiraukan perkataan pemilik kedai.
"Maaf mbak saya bukan pekerja ibu ini, saya bikin ini untuk istri saya yang sedang hamil" bales Ardiyan datar, membuat wanita pengunjung itu seperti tak percaya.
"Iyakah? Mana istri Abang,? Tega sekali dia menyuruh suami gantengnya membikin ketoprak" ucap wanita itu sinis.
"Saya di sini mbak! Saya istrinya" ucap Anisah yang tiba-tiba muncul. Membuat wanita itu terkejut, apalagi melihat Anisah yang memakai cadar.
"Eh, mbak, mengapa wajahnya di tutup? Malu ya wajah jeleknya di lihat orang?" Ucap wanita itu, membuat Ardiyan geram mendengarnya.
"Mbak salah!, Justru wajah istri saya terlalu cantik makanya saya tidak rela ia di lihat orang lain!" Ucap Ardiyan kesal. Anisah yang melihat suaminya mulai panas ia pun menggenggam tangan Ardiyan untuk menenangkan amarah suaminya.
__ADS_1
"Astagfirullah hubby, redamkan amarah hubby dengan istighfar, " ucap Anisah lembut, " sekarang kita pulang yuk" Ajaknya dengan menarik lengan ardiyan.
"Tapi sayang, ubby belum selesai membuat ketoprak buat kamu" ujar Ardiyan lembut.
"Maaf Hubby, sepertinya dedenya sudah nggak kepingin lagi sama ketopraknya" bisik Anisah di kuping suaminya.
"Benarkah?,, Ya sudah kalau begitu kita pergi saja," ucap Ardiyan, lalu ia merogoh sakunya dan mengambil tiga lembar uang berwarna merah dan di serahkan pada ibu pemilik kedai ketoprak " maaf Bu, saya sudah membuat kekacauan di sini, ini ada rezeki sedikit ibu terima ya" ucap Ardiyan menyerahkan uang tersebut pada ibu itu,
"Ya ampun nggak usah nak, lagian kalian nggak jadi makan ketopraknya" bales sang ibu hendak menyerahkan kembali uangnya.
"Tidak apa-apa Bu, ibu terima saja, nggk boleh menolak rezeki loh.. ya sudah kami pamit Assalamu'alaikum" ucap Ardiyan lalu menggandeng istrinya pergi.
Di mobil..
"Sayang maaf, keinginan kamu tidak terpenuhi deh, karena kekacauan tadi" ucap Ardiyan merasa bersalah. " Tapi kamu tenang saja ubby akan mengajak kamu kesuatu tempat kamu maukan?" Tambahnya lagi
"Kemana hubby?"
__ADS_1
"Rahasia dong sekarang sebaiknya kamu istirahat dulu ya, nanti kalau sudah sampai akan ubby bangunkan"
"Baiklah hubby, kalau gitu Nisah bobo ya"
"Iya sayang, tidurlah" bales Ardiyan sambil mengusap kepala Anisah, lalu ia fokus menyetir mobilnya.
______
Sementara di rumah sakit..
Setelah kepergian Ardiyan dan yang lainnya, Dimas pun menghampiri pembaringan Lisa dan memandangi wajah cantik Lisa yang pucat, lalu ia duduk di samping pembaringan Lisa yang kini sudah menjadi istrinya dan perlahan ia memegang tangan Lisa.
"Assalamu'alaikum istriku.. hehehe maaf ya, aku menjadikan kamu istriku tanpa seizin kamu, tapi aku melakukan ini agar aku bisa merawat mu, Lisa semoga kamu tidak membenci aku ya.. aku janji bila kamu tak membenciku, aku akan menyayangi mu menjaga mu dan yang pasti aku akan Mencintaimu karena Allah, jadi aku mohon sadarlah Lisa, mari kita jalani ibadah rumah tangga kita bersama, sadarlah, jangan membuat aku takut" ucap Dimas dan di saat perkataan mau berakhir suaranya bergetar seperti menahan tangis. namun pada akhirnya air mata itu lolos "hiks, kenapa Lisa.. kenapa kau mengorbankan nyawamu demi aku, kenapa? hiks, seharusnya aku yang ada di sini Lisa" tangis Dimas pecah ia tak mampu menahan rasa sesak di dadanya lagi. "Sadarlah Lisa.. hiks, bukalah mata mu, lihat aku Lisa"
Bersambung
---------------
__ADS_1
Jangan lupa dukung terus ya hiks🙏😭