Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
BIDADARI KECIL UNTUK DIMAS


__ADS_3

Di Rumah Dimas...


Sejak Dimas sudah mendapatkan harta Karunnya, ia menjadi seorang yang manja, dan selalu mengikuti istrinya kemana pun, persis seperti anak kucing yang mengikuti induknya. Lisa yang melihat tingkah suaminya jadi sedikit risih, betapa tidak karena apapun yang dia lakukan Dimas mengikuti, seperti saat ini Lisa ingin kekamar mandi Dimas sudah berada di belakangnya.


"Iiss kak Dimas kenapa ngikutin Lisa Mulu sih?, Pergi sana Lisa mau mandi!" Ucapnya mulai kesal.


"Mau ikut sayang mandi" Bales Dimas dengan wajah di polosin.


"Ia sok manja deh, ya udah kak Dimas saja yang mandi dulu, Lisa nanti saja " ujar Lisa sembari keluar dari kamar mandi..


"Gak mau.. maunya di mandiin sama sayang " bales Dimas bertingkah seperti anak kecil.


"Ikh, kayak anak kecil deh.. udah besar pun, mandi sendiri sana !" Ucap Lisa yang mau melangkah pergi tapi di tahan oleh Dimas.


"Gak mau..gak mau.. maunya di mandiin.. ayo dong sayang mandiin aku, " Bales Dimas, dan masih seperti anak kecil..


"Idih gak malu, udah besar pun minta di mandiin sih!" Ledek Lisa.


"Kenapa malu? Orang sama istri sendiri ini pun" bales Dimas nggak mau kalah.


"Tapi Lisa yang malu kak.." ucap Lisa sambil menunduk wajahnya.


"Kenapa harus malu sayang.. aku ini suami kamu, jadi kamu bebas melakukan apapun terhadapku, " ucap Dimas lembut sambil berjalan mendekati Lisa yang sedang menunduk, lalu ia pun menaiki dagu lisa..dan sejenak mata mereka saling menatap, dan perlahan-lahan Dimas mendekati wajahnya ke wajah Lisa, lalu ia pun mengecup lembut dahi istrinya


"Lisa..aku ingin kamu tidak menjaga jarak terhadapku, jadi hilangkanlah rasa malu, rasa canggung, rasa takut dan rasa tidak percaya diri kamu terhadap ku.."ucap Dimas lagi, sambil memeluk Lisa.

__ADS_1


"Lisa.. aku ingin membahagiakan dirimu sepenuhnya jadi jangan melihat ku seperti orang lain lagi ya" lanjutnya lagi..


"Na'am in syaa Allah kak Dimas" bales Lisa lirih, mendengar balasan Lisa membuat Dimas tersenyum lalu ia kembali mengecup kening istrinya.


"Kak Dimas.?" Panggilnya lirih


"Hmm?"


" Bolehkah Lisa ziarah kubur ke tempat umi dan Abi Lisa? Semenjak kecelakaan itu Lisa belum pernah ziarah lagi ketempat orang tua Lisa, kak, " Ucap Lisa lembut.


"Boleh dong sayang, sekalian kak Dimas ingin berkenalan sama mereka, dan sekalian mau mengucapkan terimakasih, karena telah melahirkan Bidadari Kecil yang cantik untuk ku" bales Dimas sambil mencubit sayang hidung Lisa, Lisa yang mendengar perkataan Dimas hanya tersipu malu..


"Iis kak Dimas gombal" Gumam Lisa tapi masih terdengar oleh Dimas.


"Gombal sama istri sendiri, nggk papakan sayang"


"Hehehe, kamu kok lucu banget sih, bikin gemas tau.." ucap Dimas sambil mencubit pipi sang istri.." ya sudah sekarang kita siap-siap yuk, biar saat ke makam tidak terlalu panas" lanjutnya lagi. Dan di anggukkan oleh Lisa


Lalu mereka pun bersiap-siap untuk pergi menyekar ke makam orang tua Lisa yang memang sudah lama meninggal karena kecelakaan


Setelah siap mereka pun berangkat dan menaiki mobil Dimas, yang di supiri oleh anak buah Dimas. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, dan hanya empat puluh Lima menit, mereka pun sampai ke pemakaman umum, lalu Dimas pun merintahkan anak buahnya untuk membeli bunga,


setelah sekeranjang bunga sudah di tangan, Dimas dan Lisa pun berjalan menelusuri jalan setapak, menuju ketempat pembaringan terakhir orang tua Lisa, setelah sampai Lisa pun duduk bersimpuh di samping di antara dua kuburan...


"Assalamu'alaikum umi, Abi, Lisa datang, tapi sekarang Lisa datang tidak sendiri, karena sekarang Lisa sudah walimah, jadi Lisa datang bersama suami Lisa umi Abi " Ucap lisa lirih, ia seperti menahan tangisnya, dan ucapan lisa masih terdengar oleh Dimas, lalu Dimas pun ikut bersimpuh di samping Lisa..

__ADS_1


"Assalamu'alaikum umi Abi.. perkenalkan saya Dimas suami anak umi dan Abi, Lisa, " Ucap Dimas sambil ia merangkul pundak istrinya.


"Umi, Abi, terimakasih Sudah melahirkan seorang Bidadari Kecil yang Cantik untuk Dimas, dan Dimas berjanji akan selalu menjaga dan menyayangi anak umi dan Abi, jadi umi dan Abi bisa tenang sekarang, karena Bidadari Kecil kalian sudah ada yang melindunginya, sekali lagi terimakasih umi, Abi " lanjut Dimas lagj, Lisa yang mendengar perkataan Dimas merasa terharu, dan Akhirnya air matanya pun lolos begitu saja. Dimas yang melihatnya langsung mengusap Air mata Lisa dan berkata..


"Jangan menangis sayang, nanti umi dan Abi ikut sedih, jadi sebaiknya kita hadiahkan Al-fatihah untuk mereka, serta mendoakan mereka yaa" ucap Dimas lembut, lalu mereka pun mendoakan kedua orang tua Lisa dengan Dimas yang memimpin doa, Setelah selesai, mereka pun berpamitan lalu pergi meninggalkan pemakaman umum


Di mobil, Lisa hanya diam, nampak raut wajahnya kalau ia lagi sedih, Dimas yang paham akan kesedihan istrinya pun hanya bisa merangkulnya dan meletakkan kepalanya di dadanya, sesekali ia mengecup puncak kepalanya. di saat seperti itu suara hp nya berdering. pun menerimanya, dan tak lama panggilan terhenti..


"kita ke rumah sakit" ucap Dimas pada anak buahnya.


"Mau ngapain kita kesana kak?" tanya Lisa yang mendengar Dimas bicara pada anak buahnya.


"Ardiyan meminta kita untuk menyaksikan Wiraxsana menikah sayang " bales Dimas.


"Haa kenapa mendadak?" tanya Lisa lagj.


"KK, juga nggak tahu sayang, ya sudah kita kesana saja ya agar tahu ok.."


"Na'am kak"


**Bersambung lagi ya..


Yuk yang mau menyaksikan Wiraxsana Walimah kunjungi Novel terbaru Author yang berjudul *CINTA SESUCI SALJU* Dan Wiraxsana mengundang semua para Readers B.T.B.K, Untuk hadir menyaksikan Walimatul'urs nya, jadi jangan lupa yaa 🙏😊**


__ADS_1


DAN TERUS DUKUNG AUTHOR YA,


DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA, LIKE, DAN KOMENTAR KALIAN SELALU ANA TUNGGU 😉 SYUKRON 🙏


__ADS_2