Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Penyesalan Wiraxsana.


__ADS_3

Akhirnya Ardiyan, Dimas dan ustadz Fahmi berangkat dengan menaiki mobil sedangkan Ustadz Ubaydillah menaiki motor Anisah, dan Ardiyan juga membawa beberapa anak buahnya.


"Mengapa kamu membawa anak buah juga Ar? Seharusnya tidak usah, Abang takut itu akan memancing Wira menjadi brutal.. Abang ingin setelah memenuhi keinginan ia balapan akan di akhiri dengan perdamai" ucap Fahmi dalam perjalanan mereka.


"Jangan khawatir bang mereka hanya mengawasi dari jarak jauh, Diyan mengajak mereka hanya untuk berjaga-jaga saja" bales Ardiyan membuat Fahmi tenang.


"Alhamdulillah kalau begitu, semoga peristiwa ini menjadi jalan perdamaian antara kamu dan Wira." Tambah Ustadz Fahmi.


"Aamiin bang in syaa Allah" bales Ardiyan lagi.


Membuat Fahmi lega dia senang melihat Ardiyan semakin berubah menjadi orang yang lebih baik. Semua nasehat-nasehatnya selalu di terimanya. Begitulah dalam perjalanan mereka ustadz Fahmi selalu memberikan wejangan pada Ardiyan dan Dimas yang membuat mereka semakin bertambah ilmu ke agamaanya.


--------


Sementara di Fila WixA.


Setelah perdebatan antara Wira dan Anisah selesai, Wira pun memberi perintah pada pembantu wanita di yang ada di Fila itu untuk membawanya ke kamar tamu agar Anisah bisa beristirahat, dan Anisah pun mengikuti pembantu itu. Dan meninggalkan Wira bersama anak buahnya.


"Apa yang ingin kau katakan?" Tanya Wira pada asistennya. Sambil meneguk minumannya.


" Sesuai dugaan bapak mereka sudah menuju kemari pak" jawab Asistennya.


" Bagus! Kalau gitu siapkan penyambutan untuk mereka!"

__ADS_1


"Baik pak. HM itu.."


"Ada lagi? Katakanlah"


"Ini tentang nana Giovani, salah satu anak buah kita melihat nona bersama lelaki paruh baya di sebuah klub pak" ucap asisten Wira.


"Cih wanita murahan itu.. aku tidak berminat lagi dengan wanita yang terlalu murah mengobral tubuhnya, abaikan saja dia.. sekarang pergilah siapkan penyambutan sahabat lama ku"


"Baik pak.. kalau gitu saya permisi" setelah berpamitan asisten Wira pun pergi


"Hmm Giovani akhirnya lo kenak karma Lo sendiri...haiiss betapa bodohnya gue karena dia gue menghancurkan persahabatan yang sudah lama terjalin...hm cinta memang buta.. tapi ya sudahlah gue akan perbaiki segalanya.. tapi sorry ya Ar, cara gue sedikit extrim, sekalian gue mau mencoba kehebatan binik Lo yang sudah mengalahkan Lo dalam balapan.." itulah gumaman-gumaman Wiraxsana penuh penyesalan.


" Sudahlah sebaiknya gue mandi dulu" gumamnya lagi lalu ia pun melangkah menuju kamarnya, namun saat ia melewati kamar Anisah berada ia mendengar suara merdu yang mendayu-dayu lembut, membuat hati Wira bergetar mendengarnya..


Setelah selesai ia pun melangkah kembali menuju kamarnya untuk membersihkan diri, setelah selesai ia keluar kembali menuju ruang makan.


"Bi inah, panggillah dia untuk makan malam" ucap Wira pada pembantunya.


"Baik den," bi Inah pun pergi memanggil Anisah, dan tak berapa lama dia sudah kembali lagi bersama Anisah.


"Malam ustadazah, mari kita makan bersama" ucap Wira sambil mempersilahkan Anisah.


"Wa'alaikumus salam akhy, terimakasih, " jawab Anisah sopan.

__ADS_1


"Haiis lupa, maaf, Assalamualaikum ustadazah" ucap Wira mengulang sapaan.


"Alhamdulillah, wa'alaikumus salam Akhy" bales Anisah lagi


"Sebelum kita balapan sebaiknya anda makan dulu ustadazah biar menambah tenaga untuk anda, dan jangan khawatir makanan ini tidak beracun kok"


" Terimakasih akhy, ana percaya kok antum bukan orang yang jahat"


"Segitu yakinnya anda mengatakan saya bukan orang jahat?"


"Ya ana sangat yakin, karena filing ana tidak pernah salah" bales Anisah sambil mengambil nasi dan lauk pauknya, Wira yang mendengar itu hanya tersenyum samar.


"kalau begitu terimakasih, dan selamat makan" ucap Wira namun tak di bales Anisah karena dia sudah mulai makan.


"Oh iya, sebentar lagi akan ada tamu istimewa yang akan datang" ucap Wira lagi, tapi tak di tanggapi Anisah.


"kenapa dia tak menanggapi apa dia nggak penasaran, hmm padahal kan suaminya yang akan datang kenapa dia santai sekali sih?"


Bersambung


πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯


Terimakasih atas dukungannya ya..

__ADS_1


Dan jangan lupa tinggalkan jejaknya tanteeπŸ˜πŸ™


__ADS_2