
___๐ MUTIARA HIKMAH ๐___
"Roda kehidupan terus berputar. Banyak cerita dan episode yang dilewati pada setiap putarannya. Ada sedih, ada senang. Ada derita, ada bahagia. Ada suka, ada duka. Ada kesempitan, ada keluasan. Ada kesulitan, dan ada kemudahan. Tidak ada manusia yang
tidak melewatinya. Hanya kadarnya saja yang mungkin tidak selalu sama.
Tetapi selama kita bersama Allah dan Selalu bersyukur kepada-Nya In syaa Allah, kita akan mendapatkan Ketenangan Hati dalam menjalankan kehidupan ini, bahkan akan indah pada Akhirnya..
__(Quotes of the day)__
...((((((((((((((((((((((((๐)))))))))))))))))))))))...
Suara tangisan Bayi memecahkan ruangan bersalin itu, membuat Dimas yang menyaksikan perjuang Lisa menjadi semakin terharu hingga tanpa terasa ia menitikkan air matanya saat melihat dan mendengar tangisan anaknya yang begitu kencang.
"Selamat ya pak, Bu, anak kalian laki-laki dan sangat sehat dan normal" ucap bidan itu sembari memegang bayi yang baru lahir tanpa sehelai benangpun
"Alhamdulillah, Subhanallah Walhamdulillah Walaillahailallah Wallahu Akbar " puji-pujian Dimas terhadap Rabb nya sebagai bentuk rasa syukurnya, tatkala menyaksikan kebesaran-Nya saat kelahiran buah hatinya.
"Maa syaa Allah, sayang lihatlah anak kita, hiks.. Terimakasih sayang kamu telah memberikan jagoan kecil pada bibi" Ujar Dimas terharu, sembari ia mengecup kening Lisa dengan matanya melirik sang anak yang sedang di beri penjepit tali pusar, setelah itu sang bidan kembali mengangkat bayi yang belum memakai apapun dan membawanya mendekati Lisa.
"Kita Bonding ibu-bayi dulu ya Bu, " Ujar sang bidan lalu membuka baju di bagian dada Lisa setelah itu sang bidan meletakkan bayi di atas dada Lisa dengan cara menelungkupinya dan menempelkan mulut sang bayi tepat di punting payudara Lisa, sedangkan Lisa yang melihat anaknya bergerak-gerak di sana membuatnya terharu ia tersenyum namun mengeluarkan air mata kebahagiaan.
(Bonding : Bayi yang baru lahir perlu merasakan sentuhan kulit ke kulit dengan ibu mereka. Begitu pula dengan sang ibu yang diberikan kesempatan untuk menyusui bayinya. Beberapa menit itu sangatlah berharga dan dimaksudkan untuk membangun bonding antara bayi dan orangtua. Bayi yang menyusu dalam 30 menit pertama di kehidupannya memiliki waktu jauh lebih mudah untuk belajar cara menyusui.)
Dimas juga ikut tersenyum haru saat menyaksikan bayinya bergerak di atas dada Lisa dan ketika sekecil berhasil mendapatkan tempat susunya membuat Dimas terperangah..
__ADS_1
"Hah?, anakku ternyata lebih pintar, haiis, sepertinya akan menjadi sainganku" Ucap Dimas asal dan terdengar oleh Lisa..
"Hus, ngomong apa sih bie!?" tegur Lisa dengan mata yang melototkan Dimas kesal.
"Eh, hehehe.. maaf Yang bibi bercanda kok" katanya sambil cengengesan
"Hmm, bibie sudah menyiapkan nama untuk anak kita?" tanya Lisa dengan suara lemahnya.
" Sudah sayang Namanya: Muhammad Abhizar Albirru
Muhammad diambil dari nama Rasulullah ๏ทบ dengan harapan nantinya anak kita memiliki kepribadian seperti baginda Rasulullah ๏ทบ Abhizar memiliki arti yang menyebarkan dan Alibru berarti kebaikan. Sehingga nama tersebut mengandung doa dan harapan nantinya anak kita bisa menjadi anak yang senantiasa menyebarkan kebaikan sebagaimana tauladan kita
Nabi Muhammad ๏ทบ, sayang." Ujar Dimas sembari mengelus lembut kepala bayinya yang masih berada di dada Lisa.
Dan saat bersamaan Suster datang untuk mengambil sang bayi, lalu membersihkan sang bayi dan setelah di berikan pakaian bayi itu pun di berikan kepada Dimas.
"Sebentar Dok, saya Wudhu dulu" kata Dimas dan ia pun melangkah menuju ke kamar mandi yang ada di ruang bersalin itu, dan tak lama ia kembali Lagi.
"Taruh di sana saja Bu" kata Dimas Lagi Sambil menunjukan sebuah tempat tidur bayi dan sang suster mengikuti keinginan Dimas setelah bayi di letakan sang suster pun menjauh sedangkan Dimas mendekat lalu ia memandangi sang buah hatinya sejenak.
Dan setelah itu ia pun menggedong anaknya dan ia mulai meng'adzankan Anaknya di telinga kanannya dengan syahdu, juga dengan Air mata kini mengalir kembali, dan setelah selesai ia pun mengiqomahkan di telinga kirinya.
setelah selesai kemudian ia melanjutkannya dengan doa :
__ADS_1
ุงูุนูููุฐู ูู (ููุง) ุจูุงููููุงุญูุฏูุงูุตููู ูุฏู ู ููู ุดูุฑููููููู ุฐููู ุญูุณูุฏู
โYa Allah Yang Maha Esa, tempat semua orang meminta, aku mohon perlindungan-Mu untuk anakku dari segala kejahatan orang yang hasad (dengki)โ.
Keterangan: Baca ูู jika yang didoakan adalah bayi laki-laki, baca ููุง \= jika yang didoakan bayi perempuan.
โ ุงููููููููู ูู ุงูููููู ุงูุนูููุฐููู ุจูููููู ูุงุชู ุงูููู ุงููุชููุขู ููุฉู ู ููู ููููู ุดูููุทูุงูู ููููุขู ููุฉู ููู ููู ููููู ุนููููู ูุข ู ููุฉู
โYa Allah dengan segala kesempurnaan kalimat-Mu, aku mohon perlindungan untuk anakku dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan setan, dari gangguan semua binatang, dan dari gangguan pandangan mata yang dapat membawa akibat buruk kepada apa yang dilihatnyaโ.
Setelah ia pun memberikan kecupannya pada si kecil dengan kelembutan dan penuh kasih sayang, dan setelah itu ia pun kembali meletakkan bayinya di baby box setelah itu ia keluar ketempat Lisa tadi berada, tapi ia malah tak mendapatkan istrinya di ruangan itu, dan hanya ada seorang suster saja.
"Loh, kemana istri saya sus?" tanya Dimas pada suster itu.
"Oh, istri bapak sudah di pindahkan di ruang inap pak, di sana kamar no 3 " Ucap sang suster sembari menunjukan sebuah jejeran kamar.
"Oh, ok Terimakasih sus" ucap Dimas dan iapun langsung menuju kamar yang telah di tunjukkan oleh Suster tadi.
"Sesampainya di sana, ia pun membuka pintu kamar tersebut, dan ternyata Lisa sudah tertidur, Dimas pun langsung menghampirinya tuk sesaat ia memandangi wajah istrinya yang nampak jelas terlihat kalau ia sangat kelelahan, dan ia pun memberikan kecupan lembut pada dahi Lisa..
"Terimakasih sayang, kamu sudah membuat aku menjadi seorang yang sempurna, kini pangkatku bertambah menjadi seorang Ayah,semoga lelahmu menjadi Lillah," ucap Dimas, lirih, dan kembali ia mengecup kening istrinya.
...**********...
Tetap Berikan dukungannya ya Guys ๐๐
__ADS_1
LIKE VOTE DAN KOMENTAR
SELALU AUTHOR TUNGGU SYUKRON ๐๐