
Hari menjelang sore Ardiyan mengajak Anisah berjalan-jalan di sekitar danau Toba. Mereka sengaja berjalan kaki sambil bergandengan tangan agar bisa menikmati keindahan danau Toba.
Danau Toba dengan pulau Samosir di tengah-tengahnya ini punya keindahan alam yang membuat kita terkesima lokasi dari danau Toba adalah di provinsi sumatera Utara
Melihat sunset di danau Toba bisa menjadi pengalaman yang berbeda yang bisa kita rasakan disini apalagi bersama keluarga dan orang terkasih. Dan keindahan danau Toba membuktikan betapa besarnya Kuasa Allah,
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS Ar Rahman :13)
🌹🌹🌹🌹🌹
"Anisah?" Panggil Ardiyan pada istrinya yang terdiam saat melihat keindahan danau.
"Hmm?"
"Kenapa sejak tadi kau hanya terdiam? Apakah kamu tidak menyukainya?"
"Suka hubby.., Nisah sangat menyukainya,"
__ADS_1
"Tapi mengapa dari tadi hanya diam?"
"Nisah hanya lagi mengagumi keindahan danau Toba ini dan ini bukti nyata kekuasaan yang Allah berikan kepada Hamba-Nya" jawab Anisah penuh rasa kagum kepada sang Pencipta Alam.
"Tahukah hubby, keindahan danau Toba dan pemandangan sekelilingnya ini memiliki daya pikat utama yang di miliki wisata danau terbesar di Indonesia bahkan di Asia tenggara, seharusnya kita banggakan? Jadi untuk apa mencari keindahan di luar negeri?" Tambah Anisah.
"Maa syaa Allah, istriku ini memang pintar ya.. mensyukuri nikmat Allah di manapun kita berada akan menciptakan suasana kebahagiaan bagi kita, karena kuncinya adalah bersyukur"
"Alhamdulillah.. suamiku juga semakin pintar sekarang, hmm makin sayang deh" ucap Anisah sambil memeluk lengan suaminya,
"Iya dong suami siapa dulu?"
" Suami Nur Anisah Humairah dong"
Ketika mereka sedang berjalan menuju arah pulang tiba-tiba seseorang ada yang memanggil Ardiyan.
"Ardiyan?.. kamu kok ada di sini?" Tanya seorang wanita yang menghampiri mereka. dengan mata tertuju melihat Anisah.
"Siapa wanita ini mengapa dia menutupi wajahnya,? apa wajahnya sangat buruk hingga harus di tutupi" batin wanita tersebut.
"Giovanni?.. bukan urusanmu" jawab Ardiyan ketus.
__ADS_1
"Kamu ketus sekali sih Ar? tanya Wanita itu yang ternyata Giovani, Namun di cuekin Ardiyan
"Ayo sayang kita pulang" ajak Ardiyan pada Anisah yang masih berpegangan tangan.
"Tunggu Ar,, kenapa terburu-buru? dan ini siapa? mengapa wajahnya di tutupi?" tanya Giovani. Sambil tangannya memegang tangan Ardiyan namun di tepis oleh Ardiyan.
"Jangan sentuh gue! kita bukan muhrim!, dan ini istri gua" jawab Ardiyan sambil memeluk pundak Anisah.
"Istri?.. mengapa wajahnya di tutupi apakah dia terlalu jelek hingga harus di tutupi?" tanya Giovani lagi.
"Itu bukan urusanmu! pinggir jangan menghalangi jalanku!" ucap Ardiyan ketus, lalu ia kembali menggandeng tangan Anisah dan meninggalkan Giovani.
"Ardiyan! kita belum selesai" teriak Giovani namun di abaikan begitu saja oleh Ardiyan.
"sialan kamu Ar.. sombong sekali kamu lihat saja nanti, kamu akan membayar perbuatan mu dan ku pastikan kamu akan menyesalinya" _ batin Giovani sambil mengepalkan tangannya. dengan tatapan mata yang tajam.
Giovani pun meninggalkan tempat itu menuju tempat ia memakirkan mobilnya, sesampainya di sana dia sudah di sambut seseorang dan membukakan pintu mobil untuknya.
"Jay bikin Ardiyan menyesali perbuatannya hari ini padaku, buka penutup wajah istrinya di depan umum, agar semua orang tahu kalau dia memiliki istri buruk rupa" ucap Giovani pada Asisten.
Bersambung
__ADS_1
_______________
Jangan lupa ya terus dukung Author 🙏😉