
Masih di rumah sakit..
Tok tok tok..
Suara pintu di ketuk dengan cepat Dimas menghapus air matanya. Ia tak ingin kelihatan lemah di depan orang lain.
"Masuk!" Masuklah dua orang yang ternyata Dika dan susternya.
"Bro?, Gue mau ngecek keadaan binik Lo" ucap Dika
"Lakukanlah" jawab Dimas singkat. Lalu Dika pun menyuruh susternya untuk membantu dirinya melakukan pemeriksaan pada Lisa.
"Bagaimana? Apakah ada kemajuan?" Tanya Dimas penasaran.
"Iya, ini kemajuan pesat, karena sepertinya dia tadi merespon Lo, saat Lo ajak bicara" bales Dika membuat Dimas senang.
"Alhamdulillah semoga setelah ini dia cepat sadar" ucap Dimas penuh semangat.
"Ya syukurlah, kalau bisa seringlah aja bicara agar biniklo lekas sadar, ya sudah kalau gitu gue balik deh, nggak baik gangguin pengantin baru" ucap Dika sambil mengedipkan matanya.
__ADS_1
"Rias, apaan sih Lo,!" Dimas mendesis kesal membuat Dika tertawa mengejek.
"Hahaha, jangan marah bro"
"Pergi Lo!!" Dimas mengusir Dika, namun sesaat ia teringat ingin minta bantuan Dika,
"Eh dik, gue minta tolong minta perawat Lo membersihkan Lisa dan mengganti pakaiannya sekalian " ucap Dimas membuat Dika heran.
"Lah Lo kan lakinya, bukankah Lo bilang mau halalkan dia agar bisa ngerawatnya?"
"Iya sih, tapi gue takut dia kecewa ma gue, sedangkan membuka cadarnya aja gue dah merasa bersalah, apalagi yang lainnya" jelas Dimas merasa bersalah.
"Hmmm" Dimas melenguh lalu ia membalikkan badannya hendak melihat istrinya dan ternyata istrinya telah sadar, mata mereka pun bertemu untuk sesaat Dimas tertegun melihat istrinya
"Eh ka kamu..ha hai, eh..itu.hmm" Dimas gelagapan melihat Lisa melihatnya." I..itu anu Li..Lisa.. eh.. Assalamu'alaikum Lisa, ka..kamu sudah sadar," ucapnya masih terbata-bata karena gugup " tu.tunggu A. Aku panggil do.dokter dulu yaa" ucapnya lagi tanpa menunggu jawaban Lisa ia pun berlari Hendak memanggil dokter, sedangkan Lisa yang melihat tingkah Dimas hanya tersenyum.
Dan tak lama Dimas kembali bersama Dika dan seorang perawat.
"Assalamualaikum Nyonya Dimas" sapa Dika sengaja memanggil nyonya membuat Dimas melotot padanya, sedang Dika hanya mengedipkan matanya pada Dimas. Sedangkan Lisa yang di sapa hanya memberi isyarat kedua matanya dengan sekali kedipan tanda ia menjawab salam Dika.
__ADS_1
"Gimana perasaan nyonya, apakah ada yang sakit?" Ucap Dika kepada Lisa, Lisa hanya menggelengkan kepalanya " oh syukurlah, tapi sebaiknya kita periksa dulu ya nyonya" tambah Dika lalu ia memberi isyarat pada perawatnya, setelah selesai di periksa Dika pun pamit kembali dan meninggalkan Dimas dan Lisa.
Suasana kembali Canggung Dimas yang biasanya blak-blakan bila bersama Ardiyan dan keluarga ustadz Khairul, kini mati kutu ia begitu bingung ingin menjelaskan pada Lisa.
"Li.. Lisa.. a.aku..ma..mau mi.. minta ma.. maaf i.itu A,.aku, su, sudah i..itu.." begitu gugupnya Dimas hingga ia menjadi gagap karena begitu sulitnya ia untuk mengakui bahwa dirinya sudah menikahi Lisa jadi ia hanya menunjuk Kejari Lisa yang telah tersemat cincin kawin. Dan ia juga menunjukkan jarinya yang juga tersemat cincin kawin yang sama.
"Ma.. maaf A..aku su.. sudah me mengijab kamu, se.sebagai istri ku" ucap Dimas masih gagap, sambil mengatupkan kedua tangannya. Lisa yang dari tadi melihat tingkah Dimas pun tersenyum dan ia hanya mengedipkan matanya.
"Ka.kamu tersenyum?, Ka..kamu tidak marah Lisa?" Tanyanya dan Lisa membalas dengan gelengan kepala.
"Alhamdulillah.. apa itu berarti kamu menerima aku sebagai suami sekarang?" Ucap Dimas kini penuh semangat. Dan kembali Lisa memberi isyarat anggukkan kepala, membuat Dimas begitu senang lalu ia langsung memeluk Lisa tanpa sadar.
"Astagfirullah, ma maaf Lisa.."..
Bersambung
************
sudah enam ratus kata lebih loh setiap episode tapi kenapa di bilang pendek juga ya🤔 tapi maaf ya kalau teman-teman tidak puas dengan ceritanya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa 🙏