Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
HARI EKSEKUSI ARDIYAN.


__ADS_3

ο·½πŸ’žKalam UlamaπŸ’žο·½


~>"Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan ALLAH.


~>Janganlah kamu menanggung kebingungan rezeki karena itu dari ALLAH.


~>Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan ALLAH.


πŸ‘‰ Yang harus kamu tanggung adalah satu


kebingungan, yaitu bagaimana ALLAH Ridho kepadamu."


πŸ’ž- Habib Umar bin Hafidz -πŸ’ž


βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›


Ardiyan yang melihat Alexander hendak meninggalkan tempat itu ia tampak tidak senang.


"Cuiih!!, Dasar pengecut Lo!, kabur sana dan bersembunyilah pada wanitamu!!" Teriak Ardiyan, membuat Alexander berbalik badan dan nampak dari wajanya kalau ia sudah tersulut emosi, dan ia pun kembali mendekati Ardiyan..


"Apa Lo bilang?! BUUGH!!" satu tinjuan mendarat ke wajah Ardiyan, membuat Ardiyan Tersenyum Sinis..


"Cuiih, hanya segitu saja kemampuan Lo?!" ledek Ardiyan, membuat Alexander semakin kesal, dan


BUUGH!! satu pukulan lagi mendarat ke perut Ardiyan.


"Heh!!, dasar pengecut!, yang bisanya memukul orang dengan lawannya yang harus di pegangin gini sih?, tanpa berani menghadapi langsung, Banci Lo! hahaha!!" Ledek Ardiyan lagi, yang di akhiri dengan tawa mengejeknya membuat Alexander, semakin murka.


"Lepaskan Dia!!" perintah Alexander pada anak buahnya, dan akhirnya Ardiyan di lepas dari pegangan anak buah Alexander.


"Baiklah ayo, kita selesaikan secara jantan!" Ajak Alexander, membuat Ardiyan tersenyum menang..


"Gitu dong, itu baru a brave man!" kata Ardiyan, lagi.


"Jangan banyak omong Lo! cepat hadapi gue! bentak Alexander geram..


"Ayo siapa takut!" ujar Ardiyan dan Alexander langsung menyerang Ardiyan, namun di tangkis oleh Ardiyan, membuat Alexander semakin kalap dan pertempuran sengit pun terjadi, Awalnya pertarungan sangat seimbang. Namun saat Ardiyan mulai tahu titik kelemahan Alex ia pun terus menyerang di bagian itu, membuat Alexander semakin kualahan menghadapi Ardiyan hingga Akhirnya ia merebut pistol dari salah satu anak buahnya dan..

__ADS_1


DOOR!! Satu peluru langsung menancap di lengan kiri Ardiyan, Wira dan Andi yang melihatnya langsung berteriak..


"ARDIYAAN?!!!" Teriak mereka berdua. yang nampak cemas.


"Tenanglah guys!, gue nggak akan mati dengan semudah itu!" Ujar Ardiyan yang masih berdiri tegak dengan tatapan mata yang tajam, Melihat ke arah Alex, yang masih memegang pistolnya..


"Wah..wah..wah.. ternyata Lo hebat juga ya, bisa menahan peluru gue tanpa jatuh!, bagaimana kalau gue kasih tantangan, kalau Lo bisa menahan tiga peluru gue lagi, maka gue akan melepaskan kalian semua!, gimana bro?" tantang Alexander dengan senyum sinisnya..


"Jangan Ar!!, itu hanya tipuan, Lo jangan menerima tantangan gila itu!!" seru Wira mengingatkan Ardiyan, ia sangat kesal pada dirinya yang tak berdaya karena ia tak mampu membantu Ardiyan, gimana mau bantu kalau tangannya di tahan oleh kedua Anak buah Alexander, begitu juga dengan Andi, jadi mereka tidak bisa membantu sahabatnya itu..


"Tenang aja wir!, gue nggak akan mati walaupun tiga peluru bersarang di tubuh gue!" ujar Ardiyan yang tetap tatapan masih belum beralih dari wajah Alex..


"Gue tahu itu!, Lo bukanlah seorang pengecut, jadi Lo pasti menerima tantangan gue!" Kata Alex dengan senyum kemenangan..


"Jangan banyak omong lakukanlah sekarang!!" Seru Ardiyan yang nampak ia sudah siap menerima tantangan Alexander.


"Wokay, bersiaplah bro !" ujar Alex yang mulai mengacungkan pistolnya ke Arah Ardiyan..


"Ar, jangan lakukan itu Ar!" Teriak Andi namun tak di respon oleh Ardiyan dan..


DOOR!,.. Peluru pertama melesat mengenai Bahu kiri Ardiyan, membuat ia oleng dan hampir jatuh namun di tahannya.


DOOR!!,.. Peluru kedua melesat kembali dan kali ini bersarang di perut Ardiyan, dan lagi-lagi ia oleng dan hampir terjatuh juga, Namun dengan sekuat tenaga ia bertahan.


"AR, gue mohon hentikan Ar, gue nggak akan maafi Lo, kalau Lo mati!!" teriak Andi yang nampak ia sudah mengeluarkan Air matanya karena tidak tahan melihat sahabatnya di tembak di depan mata kepalanya namu ia tak bisa berbuat apa-apa..


"Hentikan Alex!!, Biarkan gue yang menanggung peluru terakhir Lo, cepat tembak gue!!" teriak Andi lagi, yang nampak juga tidak takut.


Melihat kesolidan persahabatan mereka membuat Alex seperti tidak senang, jadi ia semakin ingin menghancurkan persahabatan itu,


"Luar biasa!, gue kagum melihat persahabatan kalian, yang sepertinya, bila satu mati, maka yang lainnya juga ingin menyusul, " ujar Alex yang tatapannya mengarah ke Andi.


" Tenang Bro, setelah Ardiyan mati, gue pasti akan mengirim Lo juga, agar persahabatan kalian berlanjut di neraka! hahaha!" lanjut Alex senang hingga ia tertawa terbahak-bahak.


"Cuiih!, Lo saja sana yang ke neraka!!" bales Andi dengan wajah yang sudah sangat marah.


"Hahahaha, Bagaimana gue bisa ke neraka,?, Kalau gue masih hidup, dan hanya kalianlah yang akan kesana sekarang!!" Ujar Alexander dan kembali mengacungkan pistolnya kembali ke Arah Ardiyan, dan di tanggapi Ardiyan dengan tatapan mata yang masih menantang dengan tangan yang nampak sudah di penuhi darahnya karena tangan itu menutupi bagian perut yang tertembak tadi..

__ADS_1


"Baiklah Ardiyan, sekarang ucapkanlah selamat tinggal pada semua sahabat Lo Ar,! dan kalian berdua, ingatlah Hari ini adalah hari Eksekusi Ardiyan, sahabat terbaik kalian hahaha,!" kata Alex dengan sombong dan di ikuti tawa kemenangan..


"Cih, apa Lo yakin tembakan ketiga ini akan membuat gue mati?" tanya Ardiyan tenang..


"Heh!, kalau Lo nggak mati, gue akan bertepuk tangan, dan akan membiarkan kalian pergi dari sini!" ujar Alexander


"Oke, gue pegang kata-kata Lo, sekarang lakukanlah!!" tegas Ardiyan, yang nampak sudah siap menerima, peluru terakhirnya..


"Ar, Lo jangan gila Ar!" Teriak Wira yang tangannya sudah terkepal geram karena dia harus menyaksikan kesakitan sahabatnya..


"Tenang Wir, gue nggak bakal mati,!" ujar Ardiyan tenang " Sekarang lakukanlah Lex!" Titah Ardiyan tegas..


"Oke bersiaplah Lo! dan Terimalah Eksekusi ini!" ujarnya dan ia pun mulai menekan pelatuk


pistolnya dan..


DOOR!!,


DOOR!!,


DOOR!!"


DOOR!!


DOOR!!


"ARDIYAAAN!!" Teriak Andi dan Dika saat mendengar letusan pistol yang bukan hanya satu Peluru, tapi tapi Lima letusan yang berati lima peluru membuat Wira dan Andi menjerit histeris..


**Bersambung Akh..


biar para Readers pada protes, karena pasti udah pada tegang, 😁😁 itu baru impas, jadi jangan Author saja yang tegang, para Readers harus juga merasakan ke tegangan Author baru itu namanya kita sehati benar tidak Guys πŸ˜‰


So jangan marah ya guys,


Dan tetap dukung Author dan jangan lupa tinggalkan jejaknya..


VOTE : Bonusin Author bila menyukai ceritanya

__ADS_1


LIKE' DAN KOMENTAR SELALU AUTHOR TUNGGU JADI JANGAN LUPA YA GUYS πŸ™πŸ˜‰ SYUKRON πŸ™πŸ˜Š**


__ADS_2