Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
RENCANA HONEYMOON DAN BEBYMOON.


__ADS_3

🌹 MUTIARA HIKMAH🌹


Yakinlah ada sesuatu yang menanti mu.


Setelah sekian banyaknya kesabaran (Yang kau jalani) yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya Rasa sakit


____✨Ali bin Abi Thalib ✨____


⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜


Hari ini Ardiyan di perbolehkan Dika untuk pulang membuat Anisah senang dan akhirnya mereka pulang di iringi ke empat temannya


Dimas yang menyupiri Anisah dan Ardiyan.


Sedangkan Wira, Dika Andi membawa mobil mereka masing-masing Ardiyan sudah seperti pejabat yang di iringi ajudannya.


lima puluh menit perjalanan mereka pun sampai di rumah Ardiyan yang bersebelahan dengan rumah Dimas jadi sudah sewajarnya


Lisa sudah ada di situ untuk mempersiapkan segalanya termasuk makanan untuk mereka.


mereka pun turun dari mobil masing-masing


Sedangkan Dimas langsung mendekati istrinya.


"Maa syaa Allah, hidup ini akan indah bila kita di sambut dengan kekasih yang halal, nggak kayak mereka berstatus nggak jelas" ujar Dimas menyindir Dika dan Andi, sembari ia merangkul pundak istrinya serta mengecup kepala samping Lisa.


"Cih, sombong banget Lo, lihat aja bentar lagi gue juga mau ngelamar ustadazah Nina" bales Dika mulai enek lihat Dimas yang sok mesra..


"Sudah ayo pada masuk jangan berdebat disini


ayo bang Dika masuk mau Rumah di tepi surga nggak?" ujar Anisah pada Dika membuat mereka yang mendengar bingung.


"Apa hubungannya Nis? masuk rumah sama di bikinin rumah di tepi surga?" tanya Dika heran..


"Giniloh bang.. bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan meski pun dia benar maka Rasulullah akan menjamin ia di akhirat seperti yang di sebuah Hadits..


Rasulullah ο·Ί: Bersabda:


Aku akan menjamin rumah ditepi surga bagi seseorang yg meninggalkan perdebatan mskipun benar.


(HR.ABU DAWUD NO.4167)


"Tuh Abang mau nggak maka tinggalkan bang Dimas disitu " ujar Anisah menjelaskan


"Ya maulah Nis, " bales Dika lalu ia pun masuk meninggalkan Dimas.

__ADS_1


"Eh kita juga masuk yuk sayang biar kebagian rumah juga " ujar Dimas mengajak Lisa


"Kak Dimas nggak paham ya apa yang di katakan ty Anisah?" tanya Lisa


" Paham kok sayang kalau ingin mendapatkan jaminan rumah di tepi surga kita harus menghindari perdebatankan?" jawab Dimas di akhiri pertanyaan.


"Na'am, makanya kak Dimas jangan suka memancing mereka untuk berdebat dong" ujar Lisa lagi pada suaminya.


"Iya loh sayangku cintaku, tadikan kak Dimas hanya bercanda biar sih Dika berinsiatif cepat menghalalkan ustadazah Nina loh" Dalih Dimas menjelaskan pada istrinya.


"Maa syaa Allah emang bang Dika sudah Ta'aruf sama ty Nina kak?" tanya Lisa penasaran


"Sudah sayang kemarin saat menjenguk Ardiyan di rumah sakit" bales Dimas


"Alhamdulillah, trus apakah dokter Dika berniat mengkhitbah ty Nina? tanyanya lagi semakin penasaran.


"Iya dia niat banget malah, cuma ustadazah Nina menyuruh dia memintanya kepada pemilik nya gitu sayang" jawab Dimas lagi.


"Maa syaa Allah, semoga Allah meridhoi ya kak" ucap Lisa dengan perkataan doa.


"Aamiin semoga saja sayang.. ya sudah yuk kita masuk, nanti kita nggak kebagian makanannya lagi" ujar Dimas mengajak sang istri.


"hayoo, kalau habis nanti Lisa masakan sendiri di rumah kita kak"


"Iya sayang" lalu mereka pun memasuki rumah Ardiyan, ternyata mereka masih pada bercanda di ruang keluarga rumah Ardiyan.


"Maunya sih, tapi Lo kan nggak kasih izin' jawab Dimas


" Ya sudah akhir pekan ini kita kesana, sekalian Honeymoon Lo sama Wira dan Anisah juga sekalan Bebymoon " ujar Ardiyan memberi ide.


"Hah, Rencana honeymoon dan Bebymoon kok di kampung sih Apa bagus coba?" protes Wira.


"Eh jangan salah Lo, kampung binik gue nggak kalah keren sama danau Toba bung, bahkan sejuknya sama" ujar Dimas yang ingin memperkenalkan kampung istrinya..


"Emang Lo udah pernah kesana?" tanya Wira serius..


"Beluum.."Jawab Dimas Singkat dengan wajah tanpa dosanya..


"Ay, somplak Lo, gue pikir Lo dah pernah sesampai segitu banget ngomongnya" Timpal Dika yang ikut mendengarkan percakapan mereka.


"Hehehe itukan kata Lisa, iyakan sayang" ujar Dimas bela diri.


"Sudah sudah sudah, jangan di perpanjang lagi" ujar Ardiyan menengahi.


"Tapi Ar, seharusnya tunggu gue nikah dulu sama Nina Napa, guekan juga ingin honeymoon " Ujar Dika sedikit sedih.

__ADS_1


"Oh ya bang Rumah ty Nina dekat dengan rumah ana loh kan bisa langsung mengkhitbah ty Nina.." tutur Lisa membuat mereka semua mengalihkan pandangannya pada Lisa.


"Ay, kenapa Lo pada ngeliatin binik gue?" protes Dimas dan langsung menutup Lisa dengan tubuhnya.


"Cih, perasaan banget sih Lo..kita lihat binik membuat kami terinspirasi untuk membantu Dika sekalian bro" ujar Wira menjelaskan.


"Ah, iya iya, ya sudah ayo kita berangkat sekarang " ujar Dimas asal jeplak.


"Iss sabar dong bang Dimas " protes Lisa karena Dimas main tarik aja tangan istrinya.


"hehehe becanda sayang, lagian kata Ardiyankan Akhir pekan masih 4 hari lagi loh sayang" ujar Dimas cengengesan.


"Jadi gimana Dik, ide Lisa bagus loh, syukur-syukur Lo boleh langsung nikahi kan jadi sekalian Lo honeymoon juga " Ujar Ardiyan meminta pendapat Dika.


"Gue sih setuju-setuju aja Ar, sekarang gimana sama Ninanya?" balas Dika yang Ragu karena ia teringat Nina seperti menghindarinya saat di rumah Ustadz Khairul.


"Tenang aja bang nanti Nisah bantu menyakinkan Nina deh, tapi, Abang juga harus minta persetujuan juga sama Abi nisah" timpal Anisah.


"Alhamdulillah, baiklah kalau begitu, gue setuju, entar gue ke pondok deh" bales Dika penuh semangat.


"Wey.. Lalu gue gimana bary ?" celetuk Andi yang akhirnya buka suara.


"Ya Lo tinggal bawa sih minul wah besar banget ( judul di filem DKI) lah anak pak Rozak " seru Dika mengingatkan Andi pada janjinya.


"Lo mah tega banget sih dro masa gue di kasih buldoser sih." bales Andi dengan logat ngomong ala Dono.


"Ya Lo sih Don, pake janji-janji segala ma minul, sekarang kan Lo jadi kenak getahnya" Ujar Dika dengan logat Indro DKI


"Udeh Udeh Jangan pada berantam, soal minul entar gue kempesin sedikit tinggal di tusuk pakai jarumkan bisa " Timpal Dimas dengan logat Kasino DKI, lengkap dah mereka jadi pemain DKI, membuat Lisa dan Anisah cekikikan karena gaya dan logat mereka meniru pelawak legendaris Dono, Kasino Indro.


Begitulah kelima sekawan itu bila sudah bertemu menjadi ramai dan hangat bagaikan sebuah keluarga, candaan mereka juga membuat Anisa dan Lisa tertawa, melihat kelucuan mereka berlima.


**BERSAMBUNG..


⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜


KERENLOH NOVEL AUTHOR INI DI BIKIN AUDIO BOOK LOH JADI YANG MALAS BACA BISA TINGGAL DENGAR DEH. SERUKAN GUYS.


JADI TERUS DUKUNG AUTHOR YA πŸ™


**VOTE~> Bonusin Author yaaπŸ™πŸ˜Š


LIKE~>kasih semangat πŸ™πŸ˜Š


KOMENTAR~> Pemicu Inspirasi loh, tapi sekarang makin sedikit mah dukungannya

__ADS_1


kenapa ya apa dah bosen yaaπŸ€”πŸ€”


Apa sebaiknya di tamatin aja ya biar jangan terlalu bosen hmmπŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”**


__ADS_2