
Ardiyan dan Dimas tidak memahami perkataan dari umi syadiah yang mengatakan Ardiyan akan mendapatkan kebahagiaan.
"Maksudnya umi?" Tanya Dimas pada umi syadiah.
" Maksud umi cobalah Bawak istri mu periksa, semoga pirasat umi benar" jawab umi syadiah, membuat Ardiyan dan Dimas saling bertatap muka mencoba memahami perkataan uminya tapi Dimas mengangkat bahunya tanda ia juga tak paham.
"Maaf umi Diyan nggak paham, Diyan harus periksa Nisah, apakah dia sakit umi?"
"Kenapa kamu tanya sama umi, bukankah kamu suaminya,? tapi umi rasa dia tidak sakit, coba kmu lihat dia di belakang pondok" kata umi syadiah.
"Baiklah umi Diyan lihat Anisah dulu ya" balas Ardiyan ada rasa khawatir, namun tidak dengan umi syadiah, dia malah tersenyum.
Ardiyan pun langsung menuju ke belakang pondok di susul oleh Dimas juga, dia begitu tergesa-gesa agar dapat melihat istrinya. Sesampainya di sana ardiyan malah tercengang melihat Anisah yang sedang berkuda dengan santainya nampaknya ia sedang mengajari para santriwati berkuda.
" Maa syaa Allah.. binik gue suaminya lagi khawatir dia malah santai berkuda" ucap Ardiyan yang masih ngos-ngosan.
"Ha'ah, binik Lo ternyata penuh dengan kejutan yaa, kagum gue lihatnya," bales Dimas dan dapat tatapan tajam dari ardiyan.
" Sembarangan kagum sama binik orang, jaga mata lo, mau kenak ini gue" ucap Ardiyan sambil mengepalkan tangannya siap untuk meninju.
"Astagfirullah, jangan salah paham bro, gue hanya kagum karena binik Lo banyak kepandaiannya itu aja kok" jelas Dimas. Dan di saat mereka sedang berdebat, tiba-tiba Anisah muncul,
__ADS_1
"Assalamualaikum hubby, bang Dimas, ada apa ? Kenapa masih siang begini kalian datang?" Tanya Anisah
"Wa'alaikum salam," jawab keduanya.
"Tidak ada apa-apa, tadi aku hanya ingin makan masakan umi saja kok"Jawab Ardiyan.
" Oh, tapi kok tumben hubby teringat sama masakan umi?"
" Nggak tahu tiba-tiba aja tadi kepingin banget" jawab Ardiyan.
"Nah itu juga yang aku heran kan ustadazah, kenapa tiba-tiba aja bos begitu, dan yang anehnya tadi dia juga makan ikan Asin, padahal dia benci banget tuh sama ikan Asin" ucap Dimas menimpali.
"Iyakah? Hubby kenapa? Apa ada yang aneh yang hubby rasakan? Tanya Nisah khawatir.
"Tapi tadi umi bilang suruh periksain kamu, apa kamu lagi sakit Nis?" Tanya Ardiyan.
"Tidak, Alhamdulillah Nisah sehat kok"
"Alhamdulillah kalau begitu, tapi apa maksud umi tadi ya?" Ucap Ardiyan saat teringat ucapan umi syadiah.
" Emang umi ngomong apa tadi by? Tanya Anisah
"Karena bos tadi agak aneh, umi bilang akan ada kabar bahagia ustadzah" timpal Dimas, membuat Anisah bingung.
__ADS_1
"Ya sudah kita minta penjelasan langsung saja sama umi yuk, Nisah jadi penasaran"
"Ya sudah ayo, tapi Apakah kamu sudah selesai melatih mereka?" tanya Ardiyan
"Belum sih tapi Nisah sudah serahkan sama ustadzah kansyah." jawabnya.
"oh ya sudah kalau begitu ayo kita kembali ke tempat umi" Ajak Ardiyan,
Mereka pun akhirnya meninggalkan tempat pelatihan berkuda menuju rumah utama tempat umi syadiah berada.
"Assalamualaikum umi" ucap ketiganya memberi salam
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh kalian sudah datang?"
"Iya umi, Nisah juga mau minta penjelasan perkataan umi tadi sama bang Diyan?" tanya Anisah.
"Oh, pergilah kamu dengan nak Ardiyan kedokter, nanti kamu akan tahu jawabannya" jawab umi syadiah lembut sambil tersenyum. membuat Anisah berdebar kencang.
Bersambung
_____________
Selalu dukung terus ya🙏😉
__ADS_1