Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
EKSTRA PART 2 (Versi Dimas)


__ADS_3

πŸƒπŸŒΈ KALAM ULAMA πŸŒΈπŸƒ


"Akhlakmu akan menjadikan orang lain tertarik, sekalipun ia belum pernah mengenalmu. Jadilah orang yang memiliki keindahan akhlak, maka hati orang lain akan terpikat"


- Habib Ali Zaenal Abidin Al-Jufri -


Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€πŸŒΈΟ€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€Ο€


Dimas dan Lisa menjadi pusat perhatian di perusahaannya Prakasa grup, semua karyawannya pada penasaran terutama para wanitanya, mereka juga sedikit heran karena mereka mengenal Dimas Seperti pria yang membenci Wanita, karena memang ia tak pernah melirik mereka sedikit, makanya Melihat bosnya yang tiba-tiba merangkul pinggang seorang wanita merasa terkejut.


Setelah Dimas dan Lisa masuk ke ruangan CEO, para wanita itu pun menghampiri Ana sekertaris Dimas.


"Ana, siapa wanita yang bersama pak Dimas?" tanya mereka Penasaran.


"Saya juga nggak tahu mbak, karena pak Dimas tidak memberitahu saya!" jawab Ana apa adanya.


"Eh, kamukan sekertaris pak Dimas, masa nggak tahu sih?!" celetuk salah satu wanita yang penasaran juga.


"Maaf mbak saya di sini hanya untuk bekerja, bukan ngurusin hal pribadi orang lain, permisi mbak saya mau kerja!" ujar Ana sedikit ketus lalu ia pun langsung menuju ke meja kerjanya. dan tak lama ia di panggil lewat teleponnya, dan ia pun masuk ke ruangan Dimas.


"Permisi pak!, Ada apa pak?" tanya Ana saat ia sudah di dalam.


"Ana bikinkan Istri saya susu ya, dan belikan juga makanan khusus ibu hamil!" Titah Dimas pada sekertaris..


"Oh, ini istri bapak ya?" tanya Ana dan ia langsung menoleh ke arah Lisa yang sedang duduk di sofa, " Assalamu'alaikum Bu, salam kenal saya Hana, panggil Ana saja " lanjutnya lagi tanpa menunggu balesan dari Dimas.


"Wa'alaikumus salam, Hai Ana saya Lisa" bales Lisa sembari membuka cadarnya membuat Ana terkesima melihat kecantikan Lisa.



"Maa syaa Allah, ternyata Istri pak Dimas cantik banget yaa?, pantas saja bapak tidak pernah mau melirik Acak kadut yang di luar" ujar Ana ngasal, dan ia masih melihat Lisa yang tersenyum padanya.


"Acak kadut?, apa maksudmu ana?" tanya Dimas sembari mengerenyit.


"Eh, Hehehe itu loh pak, para nenek sihir yang di luar eh maksudnya para wanita ganjen yang di luar pak" jelas Ana Asal jeplak dan sambil cengengesan.

__ADS_1


"Akh, kamu ada-ada saja, ya sudah sana Carikan yang aku minta!" Seru Dimas .


"Eh, iya pak!, kalau begitu saya permisi pak, Bu!" pamit Ana dan di anggukkan oleh Lisa saja sementara Dimas hanya memperhatikan kecantikan istrinya.



"Bibie, kok lihat Lisanya begitu amat sih?" tanya Lisa sedikit malu karena di tatap oleh Dimas


"Emang nggak boleh ya yang?" tanya Dimas yang masih memperhatikan istri..


"Ya boleh sih, tapi jangan seperti itu juga kali bie, lisakan malu," Ucap Lisa Sambil menundukan wajahnya, membuat Dimas gemas melihatnya.


"Sayang?," panggil Dimas lembut


"Hmmm?"


"Kamu tahu nggak?,.. apa bedanya kamu sama kipas angin?" Tanya Dimas yang masih memandangi wajah cantik Istrinya.


"Sama-sama bikin Adem kali?" Jawab Lisa Asal.


"Hmm, gak tahu, emang apa bie?" Tanya Lisa Penasaran, Dimas pun bangkit dari kursi kebesarannya dan langsung berjalan menuju ke sofa tempat Lisa duduk, dan ia pun langsung duduk di sebelah Lisa.


"Kalau kipas angin tuh, nganginin, kalau kamu tuh ngangenin, sayang " Jawab Dimas, sembari ia meraih bibir Istrinya yang sejak tadi sudah menjadi pusat perhatiannya..


"Um, um, um!'' Lisa memukul dada Dimas " bibie mah modus!" ucap Lisa saat tautan bibirnya di lepas oleh Dimas.


"Bibie Nggak modus kok yang, bibi benaran kangen kamu" bales Dimas dan sekali lagi ia meraih bibir Lisa, dan kini tangannya menahan tengkuk Lisa agar Lisa tidak bisa menghindari lagi, dan akhirnya Lisa pun pasrah dan hanya bisa mengikuti pemain suaminya, namun saat ciuman itu sudah berbeda dan tangan Dimas mulai keluyuran, Lisa pun dengan sigap mendorong suaminya.


"Bibie!, nggak boleh! ini kantor tau!" ucap Lisa yang masih tersengal-sengal karena ciuman itu.


"Lalu bolehnya di mana yang?" tanya Dimas dengan suara yang sudah berat dan nafasnya juga memburu ingin meminta lebih.


"Ya di rumah bibie..?" bales Lisa apa adanya.


"Ya sudah ayo kita pulang kerumah!" Ajak Dimas yang langsung menarik tangan istrinya..

__ADS_1


"Eh, tapi kamukan sedang ada kerjaan bie!" ujar Lisa mengingatkan suaminya.


"Biarkan saja yang, nanti di teruskan oleh Roy" katanya sambil memakaikan cadar istrinya, dan setelah selesai ia pun langsung menarik tangan Lisa,


"Eh, tapikan kita katanya mau ke mall bie" protes Lisa lagi mengingatkan Rencana mereka tadi.


"Itukan bisa besok yang, kalau urusan junior Nggak bisa di tunda ya" bales Dimas yang kini sudah menggandeng Istrinya dan mulai melangkah menuju pintu keluar, kini Lisa hanya bisa pasrah, karena ia juga nggak berani membantah kalau soal ajakan sang suami.


Saat Dimas membuka pintu, ternyata di depan pintu sudah ada Ana yang membawa nampan berisi segelas susu, dan sepiring cemilan.


"Eh pak, bapak mau kemana?" tanya Ana saat melihat bosnya membuka pintu ruangannya.


"Mau pulang!" bales Dimas singkat.


"Eh, lalu susu hamil ini pak bagaimana?" tanya Ana polos.


"Ya sudah kamu minum saja!" jawab Dimas Asal.


"Tapi saya tidak hamil pak" bales Ana lagi.


"Ya sudah suruh suami kamu menghamili kamu!!" ujar Dimas yang sudah mulai kesal.


"Tapi saya belum menikah pak" jawab Ana apa adanya.


"Ya sudah kamu cari dulu sana!" Ujar Dimas dan la langsung meninggalkan Ana yang masih melongo.


"Haah???" dan dia hanya memperhatikan Kepergian bosnya hingga hilang di balik pintu lift.


*********


Haiis, Dimas, koplaknya kok makin parah ya..


ya sudah lanjut besok lagi, deh.


Jangan lupa ya tetep dukung Author.

__ADS_1


Tetap di VOTE, di LIKE DAN di KOMENTAR ya walaupun Novel ini sudah tamat.πŸ˜‰πŸ™


__ADS_2