Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
WANITA-WANITA TANGGUH.


__ADS_3

πŸ’₯KALAM ALFAQIROH πŸ’₯


"Orang yang pesimis selalu melihat kesulitan di setiap kesempatan.


Tapi orang yang optimis selalu melihat kesempatan dalam setiap kesulitan"


___πŸ’«Ali bin Abi Thalib πŸ’«___


❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣


Ardiyan menunggu jawaban dari Bram, dan dia sangat berharap kalau Bram mau bekerjasama dengannya..tuk sesaat Bram terdiam lalu..


"Baiklah gue setuju, asalkan Lo bisa membantu gue untuk menyelamatkan keluarga gue" ujar Bram,


"Oke, deal " bales Ardiyan singkat.


"Baiklah sekarang, kita berangkat dim " lanjutnya lagi serta mengajak Dimas untuk pergi.


"Jo thanks, dan bantu lepaskan mereka " ucap Dimas sebelum ia mengikuti Ardiyan, dan setelah itu ia pun berlalu mengikuti Ardiyan. sesampainya mereka di mobil.


"Dim, lacak GPS kalung Anisah" titah Ardiyan


"Oke "Bales Dimas singkat.


"Sepertinya mereka di luar kota Ar, " ujar Dimas yang sepertinya ia sudah dapat melacak keberadaan Anisah dan Lisa.


"Kita kesana dan kerahkan semua anak buah Lo Dim" titah Ardiyan lagi.


"Oke" bales Dimas singkat kembali,


Ardiyan jadi sangat bersyukur atas peristiwa saat Anisah di Bawak oleh Wira, jadi ia berkesempatan memberikan Anisah sebuah kalung yang telah ia isi tracker agar ia bisa mengetahui keberadaan istrinya.


______


Sementara di sisi lain..


Di sebuah gedung tua yang nampak sudah lama tidak berpenghuni lagi, Napak beberapa orang sedang berjaga-jaga.


Sementara di sebuah kamar yang kosong ada dua orang wanita bercadar yang sedang di ikat di sebuah kursi, sepertinya mereka sempat pingsan karena di bius, namun salah satunya sepertinya telah siuman..


"hmm, Astaghfirullah ini di mana?!" sentak wanita bercadar itu saat membuka matanya. ia pun melihat sekelilingnya dan ia pun melihat seorang wanita bercadar juga yang sedang di ikat sama seperti dirinya..

__ADS_1


"Ty, Lisa?.. Lisa..Lis..bangunlah?! Lis" panggil Wanita itu membangunkan Lisa.dan nampak Lisa pun mulai bergerak..


"Astaghfirullah..ada apa ini?!" sentak Lisa saat ia membuka matanya..


"Tenanglah ty, sepertinya kita sedang di culik" Ujar Wanita bercadar tadi menenangkan Lisa.


"Anisah?, anti baik-baik sajakan ?" tanya Lisa pada wanita itu yang ternyata Anisah.


"Alhamdulillah ana baik-baik saja ty, Anti sendiri adakah yang sakit?" tanya Anisah lagi cemas, karena ia khawatir dengan sahabatnya yang sedang hamil muda, karena dia tahu kehamilan muda sangat rentan.


"Alhamdulillah, ana juga baik ty" jawab Lisa membuat Anisah lega.


"Alhamdulillah " ucap Anisah lega.


"Iya ty, tapi ngomong-ngomong kita di mana ini ty" tanya Lisa, sembari melihat sekelilingnya..


"Sepertinya kita di rumah yang sudah tidak berpenghuni lagi ty," jawab Anisah tenang,


"Mengapa kita di culik ty?" tanya Lisa yang tidak mengerti mengapa mereka bisa di culik..


"Ana juga tidak tahu ty, sebaiknya kita beristighfar saja ty, agar Allah memberikan jalan keluarnya Seperti yang di katakan di Dalam Hadist Riwayat Ahmad dari Ibnu Abbas, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:


"Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka." Jelas Anisah,


dan di saat bersamaan pintu kamar yang mereka tempati tiba-tiba terbuka, dan masuklah seorang pria berwajah tampan dengan memakai jas hitamnya dan tak lama menyusul lagi dua pria berbadan besar di belakangnya.


"Wah para Ustadzah kita sepertinya telah sadar.. Assalamualaikum ustadazah" ujar pria itu dengan senyum menyeringainya.


"Wa'alaikumus salam" jawab mereka berdua, tetap membalas salam walaupun orang yang di hadapan mereka berniat jahat.


"Bagaimana keadaan kalian ustadazah?" tanya pria tadi sembari mendekati Anisah dan Lisa.


"Alhamdulillah kami baik-baik saja Akhy" bales Anisah, santai.


"Wah, anda sepertinya begitu tenang ya, seperti tidak ada ketakutan sama sekali?" tanya pria itu lagi, heran karena biasanya kalau seorang wanita dalam keadaan seperti mereka pasti akan menangis, panik dan ketakutan, tapi tidak dengan Anisah dan Lisa sepertinya mereka begitu tenang.


"Apa yang harus di takuti tuan?, bukankah Anda juga ciptaan Rabb ana " Bales Anisah Begitu santai dan perkataannya membuat Pria itu tersentak kaget.


"Apa yang kau katakan tadi?!!" tanya pria itu mulai kesal.


"Yang ana katakan?..hmm, Ana mengatakan kalau antum di ciptakan oleh Rabb ana yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala " Jawab Anisah dan menekankan kata Allah Subhanahu Wa Ta'ala nya.. membuat pria itu terdiam, dan dia merasakan dadanya berdesir ketika mendengar kata terakhir Anisah.

__ADS_1


"Sepertinya anda cukup berani, apakah Anda istri Ardiyan?" tanya pria itu lagi ia mulai penasaran pada Anisah.


"Iya antum benar ana istri Ardiyan" jawab Anisah masih tenang.


"Wow, ternyata Ardiyan luar biasa ya, bisa mendapatkan Anda yang begitu berani, saya jadi penasaran ingin melihat seperti apa wajah Anda " ujar pria itu lagi sembari ia mendekati Anisah, dan tangan sudah hendak meraih cadar Anisah namun..


BAAGH..


BRUUUKX..


Pria tadi terjengkal kebelakang, karena dapat tendangan keras oleh Anisah..


"Aakh.."Pekik Pria tadi " wow..wow..wow.. luar biasa, tendangan yang cukup kuat, dalam keadaan tangan terikat anda masih berani menendang saya.. keren keren.keren.." lanjut pria itu lagi, sambil ia berdiri dan memegang perutnya yang seperti terasa sakit.


"Kata siapa tangan kami terikat,?, sepertinya Anda salah tuan, lihatlah tangan kami telah bebas " ujar Anisah tenang sembari menunjukkan kedua tangannya yang sudah tak terikat lagi, begitu juga dengan Lisa, lalu mereka bangkit dari duduknya, membuat pria itu berserta anak buahnya kaget.


"Oh ho.. Ternyata kalian adalah wanita-wanita Tangguh ya.?, Bravo buat Ardiyan dan Dimas yang telah memiliki wanita yang luar biasa" ujar pria itu sambil tersenyum menyeringai. sementara Anisah dan Lisa terlihat begitu tenang sembari tangan mereka yang tertutup oleh hijabnya mengelus perutnya..


" *Nak, kuatlah, dan bantu ummah agar Kita bisa melawan mereka, dan ummah yakin Allah selalu bersama kita, Bismillah sekarang bersiaplah nak"_ Ucap Anisah pada anaknya di dalam hati.


"Anak umi?, sepertinya kita harus melawan orang jahat, jadi umi minta kamu yang kuat ya nak, bismilah Allah akan bantu kita juga" _ ucapan lisa di dalam hatinya juga*


"Aamiin, ana anggap itu adalah sebuah doa dari antum, Syukron sudah mengatakan kami seperti itu" Bales Anisah Sangat santai membuat Pria itu semakin geram..


"Hah, seperti kalian tidak memerlukan belas kasih lagi ya!"


"Ya kami memang tak butuh bekas kasih kalian!" tegas lisa, membuat Pria itu kesal dan


"Habisi mereka,!" titah pria itu pada anak buahnya lalu ia pun melangkah keluar


" Ardiyan..Dimas?!.. gue begitu penasaran gimana tampang kalian saat tahu kalau istri-istri kalian tak bernyawa lagi..!!" gumam pria itu dengan senyum jahatnya..


**Bersambung


πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯


apakah yang akan terjadi..?


Terus dukung Author ya πŸ™πŸ˜Š


LIKE,.. VOTE... KOMENTAR

__ADS_1


Selalu Author tunggu πŸ™πŸ˜‰


Syukron**


__ADS_2