
Dimas menggendong Lisa menuju kamar mereka, di sepanjang jalan menuju kamarnya Lisa hanya menundukkan wajahnya tanpa berani melihat wajah Dimas sedikit pun..
"Lisa?" Panggil Dimas di saat ia mulai memasuki kamarnya.
"Iya kak?"jawab Lisa masih tidak berani melihat Dimas.
"Apa wajah ku terlalu jelek, hingga kamu tidak Sudi melihatnya?" Tanya Dimas sambil meletakkan Lisa ke ranjang tempat tidurnya.
"Eh..ti tidak kak " jawab Lisa gugup.
"Iyakah?.. tapi kenapa dari tadi kamu menundukkan wajah mu,?"
"A.aku.. em i..itu Li..lisa.. n.ng nggk.." bales Lisa gagap ia bingung mau menjawab apa pada suaminya.
"Lisa.. lihatlah aku " ujar Dimas sambil menunjukkan wajahnya yang sengaja di buat jelek dengan mulut di peotin dan mata di keroin lalu di dekatkan wajahnya ke wajah Lisa membuat Lisa kaget.
"Astagfirullah..kak Dimas! " dengan spontan Lisa mendorong wajah Dimas. Tapi setelah itu ia malah terlihat tertawa kecil, karena melihat tingkah konyol suaminya itu.
"Kamu tertawa? Tapi aku tidak bisa melihatnya, bolehkah aku membukanya?" Tanya Dimas dan di anggukkan oleh Lisa. Dimas pun membuka cadar istrinya dengan perlahan.
__ADS_1
"Maa syaa Allah, Cantik istri ku.." ucapnya lirih Lisa yang mendengar pujian dari sang suami hanya tertunduk tersipu malu..
"Lisa..?"
"Hmm?"
"Bolehkah aku mencium mu?" Lisa yang mendengar permintaan suaminya semakin memerah wajahnya karena malu, tapi ia juga tak ingin mengecewakan sang suami ia pun mengangguk perlahan. Dimas yang telah mendapatkan lampu hijau tak ingin membuang waktu lagi, ia pun mulai mengecup kening Lisa setelah itu mengecup pipi kanannya saja,..
"Terima kasih istri ku.. ya sudah kamu istirahatlah, karena tamu kita masih ada aku mau menemani mereka dulu ya..kamu nggak papakan aku tinggal dulu?" Ucap Dimas lembut sambil mengusap pipi Lisa dengan lembut.
"Lisa nggak papa kak, pergilah jangan biarkan mereka menunggu" Bales Lisa lembut.
"Lama banget sih Lo ngantar binik Lo?" Celetuk Andi saat lihat Dimas datang. "Jangan bilang Lo dah kebelet lagi?" Lanjutnya
"Eh Lo kok tahu gue dah kebelet?" Ujar Dimas kembali bertanya.
"Haiis, dasar koplak ya nih anak!" Ucap Dika sambil menoyor kepala Dimas.
"Hahaha baru tahu Lo dia koplak.." Timpal Ardiyan terkekeh.
__ADS_1
"Hah!, Biarin gue koplak yang penting gue dah laku, dah punya Guling Hidup.. dari pada dari pada Lo berdua peluk tuh guling mati!" Bales Dimas dengan wajah tengilnya.
"Alamak, dah bisa sombong nih mantan jomblo akut, padahal dia punya binik juga karena kecelakaan, coba kalau kagak pasti Lo masih jomblo bro" timpal Andi nggak mau kalah.
"Astagfirullah nak Andi nggak boleh ngomong seperti itu nak, itu sudah takdir nak Dimas, seperti itulah cara Allah memberikan jodohnya karena jelas kalian tahu nak Dimas tidak pernah sekalipun mendekati wanita selain keluarganya, jadi menurut kakek ini hadiah terbaik dari Allah untuknya" ucap kakek Rusdi yang dari tadi hanya melihat kekonyolan sahabat2 cucunya kini ikut nimbrung.
"love you kek" ucap Dimas senang dapat pembelaan dari kakek Rusdi "Tuh dengar apa kata kakek, nggk kayak Lo berdua tukang gonta-ganti pacar, jadi nggak dapat dapat bro.. Benar nggak kek?" lanjutnya lagi..
"Iya nak benar, apa lagi yang namanya pacaran itu haram Allah tidak menyukai itu, kalau kalian memiliki seseorang yang menurut kalian Cocok maka segerakanlah jangan di tunda-tunda karena semakin di tunda maka dosa semakin mengalir kalian paham?" jelas kakek Rusdi lagi.
"Iya kek.. kami paham, terimakasih atas nasehatnya in syaa Allah Andi akan perbaiki semuanya" ucap Andi sedikit malu, iya di antara mereka berempat Andilah yang paling playboy setelah Ardiyan walimah.
"Alhamdulillah..kakek senang dengarnya, in syaa Allah kalau kamu sudah perbaiki maka tunggulah setelahnya, hadiah apa yang akan Allah berikan kepada mu" ucap kakek lagi.
"Bersambung
************
Jangan lupa ya 😉
__ADS_1