Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Ke Luar Kota


__ADS_3

Keesokkan paginya Ardiyan dan Anisah sarapan bersama dengan keluarga ustadz Khairul dan tentunya Dimas ikut serta karena dia juga sudah menjadi bagian keluarga. Setelah sarapan selesai Ardiyan pun buka suara.


"Abi, umi Diyan titip Anisah ya, nanti sore Diyan akan berangkat ke luar kota untuk menyelesaikan proyek" ucapnya pada Abi dan uminya Anisah.


"Kenapa mendadak nak, apa nggak bisa di tunda melihat kondisi mu yang seperti ini?" Tanya ustadz Khairul.


"Iya hubby, tidak bisakah di tunda?, Bukankah tadi kamu sangat lemas dan gimana kalau kamu muntah-muntah lagi, akan semakin memburuk hubby" tutur Anisah menimpali.


"Diyan nggak papa Abi, bukankah kata umi ini hanya karena Anisah hamil, jadi sebenarnya Uby sehat kok, jadi Abi dan Nisah tenang ya jangan khawatir lagian ada Dimas jugakan yang Nemani ku di sana" jawab Ardiyan meyakinkan istri dan Abinya.


"Ya sudah kalau begitu kamu hati-hati di sana ya, dan jngan khawatir Abi sama umi akan menjaga istri mu dengan baik" ucap ustadz Khairul


.


"Terimakasih Abi, Umi, ya sudah Diyan berangkat ya karena dari kantor Diyan juga langsung ke luar kota " ucap Ardiyan sambil mencium tangan ustadz Khairul dan umi syadiah


"Assalamualaikum" salamnya lalu melangkah keluar sambil menggandeng tangan Anisah.

__ADS_1


"Hubby hati-hati ya jangan pernah tinggalkan sholat, jaga kesehatannya dan jangan lupa makan" ucap Anisa di sepanjang jalan menuju mobil suaminya.


"Iya sayangku, kamu juga ya harus jaga kesehatan juga makan yang banyak biar anak kita sehat dan cepat berkembang oke" bales Ardiyan lalu memeluk dan mencium keningnya lalu turun mencium perut Anisah.


"Kamu baik-baik ya nak, jaga ummah jangan menyusahkan ummah kalau kepingin apapun susahkan Abi saja ya sayang" ucapnya sambil mengelus lembut perut Anisah yang masih datar.


"Na'am biyah,, biyah juga hati-hati ya di sana" bales Anisah dengan menirukan suara Anak kecil. Membuat Ardiyan tersenyum lalu sekali lagi mengecup kening Anisah.


"Hadeeh.. mau sampai kapan nih mesraanya? Nggak lihat apa ada orang disini?" Timpal Dimas karena jengah melihat adegan drama romantis antara ardiyan dan Anisah.


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh, hati-hati hubby bang Dimas" bales Anisah sambil menyalami dan mencium tangan Ardiyan. Setelahnya ia pun masuk ke mobil yang di kemudikan Dimas.


______


Sementara di sebuah gedung seorang wanita dengan dua orang pria sedang berbincang.


"Van, apa kau yakin rencana kita akan berhasil?" Tanya seorang pria paruh baya.

__ADS_1


"Aku pastikan rencana kita akan berhasil!.. karena aku yakin Ardiyan masih mencintaiku" jawab wanita tersebut.


"Hm, sepertinya percaya diri mu terlalu besar Vani,? Jangan sampai kepercayaan diri mu malah jadi bumerang bagi diri mu sendiri" ucap lelaki itu lagi.


"Sudahlah om, jangan banyak omong! Bukankah om sudah berjanji akan membantu aku untuk mendapatkan Ardiyan!" Tutur wanita itu ketus.


"Giovanni Alexsha, kamu selalu bikin om terjebak dalam permainan mu!, Baiklah kalau begitu tapi ingat ini adalah yang terakhir kau meminta bantuan ku, dan kalau Rencana mu gagal kali ini.. aku tidak akan mau lagi terlibat oke!" Ucap lelaki itu penuh penekanan. Ya ternyata wanita itu adalah Giovani


"Oke,, kalau begitu sebaiknya aku sekarang pergi, karena hari ini aku juga akan berangkat ke luar kota, aku pergi om Bey" ucap Giovani sambil berlalu meninggalkan ruangan tersebut dengan penuh percaya dirinya.


"Sialan kau Giovani, kau sudah menjebak ku!" ucap lelaki itu penuh Amarah.


Bersambung


---------------


jangan lupa tinggalkan jejak yaa 🙏

__ADS_1


__ADS_2