Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Warung lesehan.


__ADS_3

Di mobil Ardiyan...


"Ar, hari ini jadwal pertemuan kita dengan grup GM" ucap Dimas mengingatkan.


"GM?," Ardiyan mengerutkan keningnya.


"Iya bukankah Lo pernah bertemu dengan Presdirnya waktu di kota Bt" jelas Dimas mengingatkan.


"Oh, pak Edy, hmm gue baru ingat, waktu kejadian itu dia ikut andil memaksa gue ikut minum," ucap Ardiyan mengingatkan peristiwa yang hampir membuat ia kehilangan buah hatinya. Dimas pun mengerutkan keningnya.


"Apa menurut Lo dia terlibat dengan rencana Giovani?tanya Dimas,


"Gue juga nggak tahu, tapi kalau dia terlibat lo tahukan harus bagaimana?" Tutur Ardiyan dingin.


"Ya gue tahu Lo tenang aja, gue akan menyuruh orang kita juga untuk menyelidikinya"


"Bagus! Gue percaya sama Lo," bales Ardiyan dengan pandangan ke luar jendela, dan saat itu ia melihat pedagang lesehan di pinggir jalan dengan tulisan soto Madura seketika Ardiyan ingin merasakannya.


"Dim, stoop!" Ujar Ardiyan lantang membuat Dimas seketika ngerem mendadak.

__ADS_1


Ciiiiiit...mobil pun berhenti.


"Ada apa Ar?" Tanya Dimas heran karena tiba-tiba sahabatnya minta berhentikan mobilnya.


"Mundur!" Bukannya menjawab ardiyan malah merintah dimas , Dimas pun mengikuti perkataan ardiyan. Dan memundurkan mobilnya.


"Stop!" Perintahnya lagi.dimas mengikuti lagi.


"Lo kenapa sih nggak jelas banget!?" Tanya Dimas masih bingung dengan kelakuan Ardiyan.


"Gue pingin itu.." jawab Ardiyan di manjain seperti wanita.


"Seperti begitu bang" ucap Ardiyan dengan gaya ngondeknya.


"Cih!, perasaan sudah seminggu Lo udah nggak minta yang aneh-aneh deh, kenapa sekarang kumat lagi? Tanya Dimas kesal.


"Gue juga nggak tahu bro, yaa mungkin ini pertanda kalau kehamilan Anisah sudah baik-baik saja" jawab Ardiyan asal." Ya sudah ayo gue udah kemecer nih" tambah Ardiyan lagi dan ia pun keluar dari mobilnya dan di ikuti oleh Dimas.


"Lo yakin mau makan disini?" Tanya Dimas yang melihat keadaan warung lesehan, yang di pinggir jalan yang hanya ada meja dan bedudukan tikar membuat ia heran kenapa ardiyan ingin makan di tempat tersebut. karena dia tahu Ardiyan tidak pernah mau jajan di pinggir jalan.

__ADS_1


"Hais banyak tanya Lo,..udah pesankan gue satu porsi kalau Lo terserah dah" ujar Ardiyan lalu ia pun di bawah tanpa sungkan, membuat Dimas tercengang karena dia tahu Ardiyan orangnya sangat pembersih dan tak mau sembarangan duduk. Tapi saat ini ia duduk tanpa membersihkannya. setelah Dimas memesan makanan ia pun menghampiri Ardiyan dan duduk di depannya.


"gue heran lihat Lo, biasanya juga Lo jijik duduk dan makan di tempat seperti ini Ar?" ujar Dimas masih heran.


"Ya setiap manusiakan bisa berubah bro, ya jujur sih gue juga nggak tahu kenapa belakangan ini, gue jadi sering melakukan hal yang tidak gue sukai" bales Ardiyan yang dirinya juga sebenarnya heran akan kelakuannya yang berubah." Tapi gue bersyukur ternyata melakukan hal yang tidak biasa memiliki kenikmatan tersendiri bro, jadi ya jalani aja selagi itu tidak merugikan kita ya nggak?" tambahnya lagi.


"Permisi den ganteng, ini pesanan sotonya, silahkan di nikmati ya den"ucap wanita paruh baya yang mengantarkan dua mangkuk soto Madura.


"Terima kasih mbok" bales Ardiyan, lalu mereka pun menikmati soto Maduranya. Ardiyan dengan lahap menghabiskan satu porsi soto, sedangkan Dimas hanya tercengang melihat Ardiyan tanpa menyentuh makanannya, karena tidak juga menyentuh sotonya Ardiyan langsung mengambil dan mekananya lagi,.


"Gila lo ndro, makanan gue Lo lahap juga, itu perut apa karet?, kayaknya tadi Lo udah sarapankan, apa nggak penuh tuh perut?" ucap Dimas sambil menggelengkan kepalanya.


"Berisik Lo, siapa suruh nggak di makan, dari pada mubajir ya mending gue makan." bales Ardiyan enteng.


"Haiis kenyang gue lihat Lo makan" ujar Dimas dia akhirnya hanya minum teh manis dingin saja.


Bersambung


-------------

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 🙏😊


__ADS_2