
Fila WixA..
Karena setiap perkataan Wira tidak pernah di tanggapi oleh Anisah, akhirnya Wira pun hanya diam dan ikut menikmati makan malamnya. Kadang sesekali ia mencuri pandang pada Anisah, memperhatikan dia makan dengan cara membuka sedikit cadarnya, tapi tak terlihat sedikit pun wajahnya, membuat Wira begitu penasaran.
"Alhamdulillah ana sudah selesai, bolehkah ana kembali ke kamar? Karena sebentar lagi masuki sholat isya.' ucap Anisah memecahkan ke heningan, tapi hanya di bales anggukan oleh Wira,
Setelah dapat anggukkan Anisah pun pergi menuju kamar tempat dia berada tadi. Sedangkan Wira hanya memperhatikan Anisah hingga menghilang di balik pintu kamarnya.
"Ck, Wira sadarlah.. jangan sampai kau berbuat kesalahan lagi ingat dia istri sahabat Lo hentikan penasaran Lo karena itu bisa jadi bumerang bagi Lo" gumam Wira mengingatkan diri sendiri. Lalu ia pun melanjutkan makannya. Namun tiba-tiba muncul anak buahnya.
"Ada apa?" Tanyanya dingin.
"Yang di tunggu sudah datang pak"
"Bagus mari kita sambut mereka" Wira pun beranjak meninggalkan meja makan menuju kedepan Filanya, yang ternyata di sana sudah ada seorang pria bermotor besar berwarna merah. Yang di pastikan itu adalah ustadz Ubaydillah kakak Anisah.
"Siapa kamu!" Tanya Wira ketus.
"Assalamu'alaikum..saya Ubaydillah kakak Anisah wanita yang kamu culik" jawab ubay santai.
"Ooh.. eh wa'alaikum salam, anda seorang diri?" Tanya Wira lagi, tapi belum sempat di jawab ubay, sebuah mobil memasuki gerbang Fila. Dan berhenti tepat di sebelah motor ubay terparkir.
__ADS_1
"Saya bersama mereka" jawab ubay. Dan bertepatan Ardiyan Dimas dan ustadz Fahmi turun dari mobil.
"Assalamu'alaikum Wira?" Salam ustadz begitu keluar dari mobil.
"Wa'alaikum salam ustadz,.. hai kawan akhirnya kau datang juga ke Fila ku," ucap Wira pada Ardiyan setelah membalas salam ustadz Fahmi.
"Nggak usah berbasa-basi, di mana istri gue?"ujar Ardiyan tidak sabaran sambil menarik kerah baju Wira.
"Wow wow wow.. relax man..Lo belum sepenuhnya berubah ya walaupun sudah di kelilingi para ustadz dan ustadzah.. masih tetap menjadi Tuan Arogan ya...?" bales Wira santai..
"Diam Lo !!"
"Tenanglah Ar.. jangan terpancing emosi" ucap Fahmi menenangkan Ardiyan.
"Diam Lo,! Dimana Lo sekap dia?!!" Ucap Ardiyan geram karena melihat Wira begitu tenang seperti tidak ada kejadian apapun.
"Siapa yang bilang gue sekap binik Lo.. gue cuma ngundang dia untuk ngobrol dan ketika gue mau ngajak Lo berbalapan, dia nawarin diri untuk gantikan Lo, jadi jangan salahkan gue dong.." ucap Wira lagi dengan gaya selengean..
"Sudah.. sudah sudah.. tidak usah di perpanjang ini tidak akan menyelesaikan masalah, sekarang begini saja.. tuan Wira bisakah kami melihat adik saya?" ujar Fahmi menengahi pertengkaran mereka.
" Baiklah ustadz.. mari kita masuk.." bales Wira mengajak para tamunya masuk.
__ADS_1
Setelah di dalam Wira juga mempersilahkan mereka duduk, dan merintahkan pembantunya untuk menyuguhkan minuman dan cemilan. dan setelah suguhan datang Wira pun mempersilahkan mereka minum.
"Sudah cukupkan basa-basinya sekarang di mana istri gue!" ucap Ardiyan ketus.
"Haiis.. tuan Arogan, benar-benar tidak sabar ya?"bales Wira, tapi hanya di pelototi oleh Ardiyan, "Baiklah, baiklah.. bi Inah, panggil ustadazah, kemari, suaminya ustadazah yang Arogan ini sudah merindukannya" lanjutnya lagi agak meledek.
"Cih, jaga ucapan Lo!" balas Ardiyan kesal. tapi wajahnya sedikit merona..
"Hahahaha.. gue suka gaya Lo man.." ledek Wira membuat Ardiyan tambah kesal. sedangkan yang lain ikut tertawa, karena melihat wajah kesal Ardiyan yang merona membuatnya tampak lucu.
"Haiis, kenapa kalian jadi ikut tertawa!" ujar Ardiyan ketus.
"Karena meronas Abangs, sangats menggemaskan bangs.."celetuk Dimas dengan gaya ngondek, menambah tawa mereka jadi pecah..
"Sialan Lo.. dasar banci kaleng!" begitulah suasana di ruang itu yang tadi menegang kini menjadi hangat, karena candaan membuat mereka lupa akan permusuhan, sedang asyik tertawa tiba-tiba..
" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.?"
Bersambung Akh..
biar penasaran..😁😁
__ADS_1
Jangan lupa yaa komentar dan dukungan kalian menjadi pemicu Author mendapatkan inspirasi.. Terimakasih 🙏😊