Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Malam Pertama (persi Dimas)


__ADS_3

Di karenakan Ardiyan dan Anisah harus menginap di Fila Wira, Akhirnya Dimas pun pulang bersama kedua Abang Anisah, tapi dengan secara terpisah, Ubaydillah dengan mengendarai motor Anisah, sedang Dimas dan ustadz Fahmi menaikkan mobil Ardiyan. Dan karena hari sudah tengah malam, Dimas pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Karena jalanan sangat sepi, yang tadi mereka saat pergi menempuh dua jam perjalanan, kini Dimas hanya memerlukan waktu satu jam saja. Dan akhirnya mereka sampai di pondok Ustadz Fahmi.


Setelah mengantar ustadz Fahmi, ia pun kembali mempercepat mobilnya menuju rumahnya, hanya beberapa menit ia pun sampai. Dan sudah di sambut oleh pembantunya.


"Assalamu'alaikum bi?" Salam Dimas.


"Wa'alaikum salam den"


"Lisa sudah tidur ya bi?"


"Iya den, neng Lisa sepertinya sudah tidur"


" Apakah hari ini ada mengeluh, merasa sakit di dadanya bi?" Tanya Dimas masih khawatir dengan bekas luka Lisa.


"Sepertinya tidak den, neng Lisa sepertinya sudah sembuh kok den, tadi saja ia berjalan-jalan di taman dan juga menyirami bunga di taman"


"Alhamdulillah, syukurlah kalau gitu, ya sudah saya ke kamar dulu ya bi." Ucap Dimas sambil melangkah menuju anak tangga.


"Iya den, oh iya, apakah den Dimas tidak ingin makan malam?" Tanya pembantunya lagi.


"Tidak bi saya ingin istirahat saja" bales Dimas lalu ia pergi menuju kamarnya.


Sesampainya dikamar, ia melihat Lisa yang sedang tertidur, dia pandangi sesaat istri cantik nya, lalu ia tersenyum tatkala melihat istrinya yang tiba-tiba mengulet seperti anak kecil, dengan bibir manyunnya. Ia ingin mendekati namun..


"Mandi dulu akh biar mangii.. istri gumecsku tunggu sebentar ya, suami guanteng mu ini mandi dulu,. hihihi." Gumam Dimas sambil tertawa kecil. Lalu ia melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai, ia pun memakai piyama tidurnya, lalu kembali mendekati istrinya.


"Muach," ia mengecup kening istrinya dengan lembut, namun terasa oleh Lisa dan akhirnya Lisa pun terbangun.


"Hmm, kak Dimas?" Ucapnya sedikit tersentak.

__ADS_1


"Eh ketahuan, hehehe, maaf Lisa aku mencuri cium" bales Dimas sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil cengengesan karena malu telah ketahuan oleh sang istri, Lisa yang melihat tingkah lucu suaminya hanya tersenyum.


"Eh istri gumecsku tertawa, ma syaa Allah manisnya, serasa ingin menjilat deh" ucapnya polos.


"Iiss kak Dimas apain sih" bales Lisa tersipu malu. Membuat Dimas semakin gemas.


"Haiis, makin gumecs deh kalau kamu seperti itu"


"Udah akh, kak Dimas jangan seperti itu, lisakan jadi malu " bales lisa sambil menutup wajahnya.


"Kenapa harus malu, sama suami sendiri" ucap Dimas sambil menarik tangan Lisa yang menutupi wajahnya. Lalu ia pun menatap wajah istrinya.


"Lisa?"


"Hmm" jawab Lisa sambil menunduk wajahnya. Karena ia malu di tatap oleh Dimas.


"Apakah itu mu masih sakit?" Tanya Dimas lembut.


"Maksud ku, apakah ini mu masih sakit?" Tanya Dimas lagi sambil memegang dadanya sendiri mengisyaratkan sebenarnya ia bertanya tentang dada Lisa sendiri yang telah terkenak tembakan. Lisa yang mulai paham, ia pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Alhamdulillah, syukurlah" ucapnya tapi suasana jadi canggung. Akhirnya untuk sesaat kamar itu hening. Tapi tak berapa lama Dimas buka suara lagi.


"Hmm Lisa?" Panggilnya masih canggung.


"Iya kak?"


"Hmm, itu..heng"


"Ada apa kak Dimas?"


"Hmm a..anu..hmm i..itu" ucap Dimas bingung dan gagap sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Anu apa kak?"

__ADS_1


"Hmm, Lisa ma..maaf a.apa halangan mu masih" ucap Dimas terbata-bata, Lisa yang mulai paham arah apa yang di maksud suaminya pun hanya tersenyum, sedikit malu


"Sudah nggak kak" jawabnya pelan tapi masih terdengar oleh Dimas, membuat Dimas senang hingga tanpa sadar ia yang sedang duduk di pinggir rajang pun meloncat.


"YEEES!!!" Ucapnya kegirangan, sambil menghentakan genggaman tangannya seperti orang yang memenangkan sesuatu, tapi setelah itu ia jadi malu karena dapat pelototan dari Lisa.


"Eh.. hehehe, maaf Lisa, " ucapnya malu lalu ia kembali naik tempat tidurnya.


"Hmm Lisa?"


"Yaa?"


"Hmm, bolehkah aku mencari harta Karun" ucapnya polos,


"Haa, maksudnya?"


"Eh, Astagfirullah" ucapnya lagi sambil mengusap wajahnya."Hmm itu maksudnya, hmm bolehkah hari ini menjadi malam pertama kita" lanjutnya lagi, sambil menatap wajah istrinya, penuh kelembutan.


Lisa yang paham keinginan suaminya ia hanya mengangguk kepalanya pelan.


"Alhamdulillah, aku janji akan melakukan dengan pelan ya" ucapnya lagi dan kembali di Anggukkan oleh Lisa.


setelah dapat persetujuan dari Lisa, Dimas pun melakukan doa bersihgama, lalu di lanjutkan dengan mengecup kening Lisa, kedua mata Lisa turun kepucuk hidung Lisa, setelah itu kedua pipinya, dan setelah itu Meraih bibirnya dengan lembut, laluu


TIIK..


"Eh kok gelap sih.. Iis Dimas kok di matiin sih lampunya, pelit deh Authorkan jadi nggak bisa kasih tahu pada para readersπŸ™„"


"Ya sudah BERSAMBUNG sajalah


kalo gitu, biarkan saja para Readers membayangkan sendiri,😁😁


Terimakasih ya atas komentar dan likenya πŸ™πŸ˜Š membuat Author jadi semangat deh, Syukron πŸ™

__ADS_1


__ADS_2