Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Membuat Adonan


__ADS_3

Hari pun menjelang malam. Kini Ardiyan dan Anisah bergegas untuk makan malam setelah tadi mereka habis melaksanakan kewajibannya kepada Rabb nya,


Sesampainya di meja makan ternyata kakek sudah lebih dulu duduk di sana.


"Assalamualaikum kek" salam Ardiyan dan Anisah.


"Wa'alaikum salam.. duduklah, sudah lama rasanya kakek tidak merasakan kehangatan di meja makan ini" ucap kakek.


Ya semenjak kejadian kecelakaan orang tua Ardiyan, meja makan di rumah kakek Rusdi selalu lengang dan bahkan tak pernah di gunakan karena tuan rumahnya selalu menghabiskan waktunya di luar negeri dan hanya Ardiyan yang tertinggal di rumah itu seiring berjalannya waktu menjelang Ardiyan memasuki SMA, ia di kirim kakeknya keluar negeri dan menjalani pendidikan di sana cukup lama.jadi sewajarnya Kakek berkata seperti itu, ada kerinduan di dalamnya.


"Terimakasih Anisah kehadiran mu membawa warna baru di keluarga kakek" tambahnya lagi.


Dan di sambut senyuman manis dari Anisah.


"Bukan Anisah kek.. tapi Allah lah yang memberikan warna baru di keluarga kakek, karena hanya atas kehendaknya kita bisa berkumpul bersama," jawab Anisah lembut membuat kakek tersenyum penuh rasa syukur karena ia memiliki cucu mantu yang selalu membuatnya bahagia.


"Alhamdulillah, kakek sangat bersyukur memiliki kamu menjadi cucu mantuku, dan semoga kebahagiaan ini akan bertambah setelah kalian pulang dari berbulan madu" ucap kakek sambil memandang Ardiyan dan mengedipkan matanya. Membuat Anisah tersedak, dengan cepat Ardiyan memberikan air minum pada Anisah,

__ADS_1


"Kakek! Lihat Anisah jadi tersedak" ucap Ardiyan kesal, tapi malah terlihat lucu dimata kakeknya. Dan membuat kakek terkekeh.


"Hahaha, maaf Anisah, mungkin karena kakek sudah tidak sabar ingin menghabiskan sisa umur kakek pada anak kalian kelak, makanya cepatlah jadwalkan keberangkatan kalian untuk Berbulan madu" ucap kakek penuh semangat.


"Iya iya kami akan segera menjadwalkan" bales Ardiyan " lagian kalau hanya untuk itu ngapain jauh-jauh di kamar sekarang juga bisa," gumam Ardiyan, tapi ternyata di dengar oleh Anisah dan kakek. Dan Anisah langsung mencubit pinggang Ardiyan, membuat kakek tertawa.


"Au..au..au.. Anisah kenapa kamu mencubit aku sih" rancaunya


"Rasain!!" bales Anisah singkat karena dia kesal dan juga malu pada kakeknya.


"Hahaha sudah sudah kamu benar Ardiyan sekarang bawaklah istrimu kekamar mu dan soal bulan madu cepat putuskan kalian hendak ke mana, kakek sudah siap dan ingin beristirahat lagi " ucap Kakek dan langsung pergi menuju kamarnya, tinggallah Ardiyan dan Anisah.


"Bang Diyan!!" Ucap Nisah kesal langsung mencubit lagi pinggang Ardiyan.


"Au au auuu. Kenapa kamu suka sekali sih mencubit, aku sih,"


"Rasain.. Apa mau lagi?"

__ADS_1


"Tidak tidak.. sakit Anisah"


"Makanya jangan ngomong asal deh"


"Iya maaf.. sekarang kita kekamar ya" ucap Ardiyan memelas. Membuat Anisah tidak tega melihat suaminya dan akhirnya mereka kekamar mereka.


Sesampainya dikamar Anisahpun kekamar mandi untuk menggosok gigi dan berwudhu sebelum tidur,, setelah selesai ia ke meja rias untuk melakukan perawatan wajahnya itulah rutinitasnya setiap malam menjelang tidurnya. Setelah selesai ia beranjak menuju ranjang yang diatasnya sudah ada Ardiyan yang sedang serius dengan laptopnya.


"Sepertinya hubby lagi banyak kerjaan ya,? Apa mau Nisah bikinkan kop?i" tanyanya membuyarkan fokusnya Ardiyan.


"Tidak ini sudah selesai kok" ucapnya sambil menutup laptopnya dan menaruhnya di atas nakas di sampingnya,


"Anisah? aku sedang ingin apakah itu sudah tak sakit lagi?"


Bersambung akh๐Ÿ˜‰โœŒ


-------------------------

__ADS_1


Biar penasaran๐Ÿ˜


jangan lupa ya tinggal jejak penyemangat Author ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


__ADS_2