
**💗 KALAM AL'QURAN 💗**
*_KETAHUILAH:
*_Tanpa sadar Allah telah memberikan kita semangat untuk menjalani hidup_*
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
*"وَلَا تَهِنُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ١٣٩
*"Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang yang beriman."
⚛(QS. Ali-Imran/3: 139)⚛
@@@@@@@@@@💗@@@@@@@@@@
Ardiyan mempercepat langkahnya menuju ke ruangan Dimas, saat mereka sudah sampai di rumah sakit tempat Dimas di rawat..
Sesampainya di dalam ternyata di sana sudah ada Wira, Andi, dan Dika membuat Ardiyan pun sedikit lega saat melihat mereka ada di sana..
"Assalamu'alaikum " salam Ardiyan saat memasuki ruangan Dimas..
"Wa'alaikumus salam " sambut mereka berbarengan..
"Syukurlah kalian semua ada di sini" kata Ardiyan merasa lega..
"Emang ada apa Ar, kenapa wajahmu sangat berbeda?" tanya Wira heran melihat wajah Ardiyan yang sulit di gambarkan karna memang saat ini Perasaan Ardiyan bercampur Aduk antara kesal, marah dan juga sedih..
"Gue nggak papa, cuma sebaiknya kita semua harus waspada, dan tadi ada yang mengirimkan gue ini." tutur Ardiyan sembari ia menyerahkan sebuah kartu yang sudah remuk Akibat di remas oleh Ardiyan, Wira pun langsung membukanya dengan perlahan, dan nampaklah tulisan di dalam kartu tersebut, membuat ketiga sahabatnya yang melihat kartu itu kaget dan kesal.
"Siapa yang telah lancang mengirimkan ini?!" tanya Andi yang nampak mulai geram..
"Gue juga nggak tahu!, anak buah Roy masih melacak kurir yang mengirimkan kartu itu!, Cuma gue curiga ini adalah ulah Alex, !" jawab Ardiyan, membuat Wira mengerenyitkan Alisnya..
"Alex?, apa yang Lo maksud Alexander Alexsha, mantan suami Giovani Ar?" tanya Wira penasaran.
"Iya wir!..karena kata pak Agus ia pernah menyebut Nama perusahaan Alexsha milik Giovani, dan kata pak Agus ia mengatakan ingin menghancurkan gue tapi di awali dengan menyingkirkan Dimas" ujar Ardiyan ia pun mulai menceritakan yang telah terjadi pada ke tiga Sahabatnya, membuat mereka ikut geram mendengar cerita Ardiyan..
"Waah, berani sekali Dia, menyinggung kita?, Tapi nggak papa kita layani saja permainannya, lagian sudah lama kita tidak bermain guys sudah gatal tangan gue nih" Timpal Andi santai sambil menggaruk-garuk telapak tangannya..
"Oke!, tapi kita tetap harus Waspada, karena sepertinya Alex sekarang sudah semakin kuat, makanya ia sudah berani muncul lagi" ucap Ardiyan memperingati para sahabatnya..
"Oke!, pokoknya kita harus tetap bersatu, agar musuh tak mudah menjatuhkan kita...." tambah Wira juga namun perkataannya terpotong dengan suara seseorang..
__ADS_1
"Berisik banget sih Lo pada!!" Ucap orang tersebut..
"Eh, Lo udah bangun Dim?, sorry suara kami jadi membangunkan Lo" Ujar Ardiyan pada orang itu yang ternyata Dimas, dan Ardiyan pun langsung menghampiri Dimas yang sedang di atas ranjangnya..
"Iya Nggak papa Ar" Bales Dimas yang hendak duduk..
"Lo mau ngapain, jangan duduk dulu Lo masih lemah!" seru Dika saat melihat sahabatnya mau duduk.
"Ah, bawel Lo! gue capek tau tidur Mulu!" protes Dimas, kesal.
"Iya Lo boleh duduk tapi setengah aja ya?" ujar Ardiyan lembut, lalu ia pun memberikan tambahan bantal pada punggung Dimas agar ia nyaman dengan posisi duduk setengah tidur..
"Udah nyamankan?" tanya Ardiyan lagi
"Sudah, thank's bro," bales Dimas. dan hanya di bales Ardiyan dengan mengacungkan jempolnya
"Eh ngomong-ngomong, bini gue mana?, bukankah tadi dia tidur ma gue?" tanya Dimas yang mulai teringat pada istrinya yang tak terlihat di ruangannya..
"Tadi bini pulang di antar Hans, kata ia mau ngambil baju serta pelengkap Lo." Jawab Dika.
"Oh, gue kira di usir Lo pada lagi" ujar Dimas Asal.
"Sembarangan Lo ngomong, emang kami punya tampang seperti itu apa?!" Protes Andi..
"Itu, nggak usah Lo pikirkan, sebaiknya Lo pulihkan saja kesehatan Lo, sisanya biar menjadi urusan kami" bales Ardiyan yang tidak ingin berbagi cerita pada Dimas, karena ia tahu, bila Dimas mengetahuinya ia tidak akan tinggal diam, dan itu bisa membahayakan dirinya.
"Iya Dim, Lo sebaiknya banyak istirahat biar Lo cepat pulih," Timpal Wira juga..
"Baiklah, kalau begitu gue akan banyak istirahat, dan nggak akan ikut campur, Asalkan kalian bisa jaga diri dengan baik, kalau tidak!.. Lo pada tau gue kan?!" tegas Dimas, pada mereka..
Yaa di antara mereka berlima, Dimaslah, yang paling berbeda dalam segala hal, jadi jangan di tanya kalau ia sudah tersinggung maka musuh pun tak akan luput dari tangan mautnya.. makanya para musuh Ardiyan akan sulit menjatuhkannya kalau masih ada Dimas di sisinya..
''Beres bro, Lo tenang aja, nggak usah khawatir, kami pasti akan baik-baik aja bro," bales Andi menenangkan sahabatnya itu.
"Iya Dim Lo tenang aja ya.. dan sebaiknya Lo sekarang istirahatlah, kami ada di luar kalau Lo membutuhkan sesuatu ya" Sambung Ardiyan menyuruh Dimas agar istirahat.
"Okelah kalau begitu" bales Dimas pasrah..
"Ya sudah kami keluar ya" ujar Ardiyan lagi.
"Oke!" setelah mendapatkan jawaban dari Dimas, empat sekawan itu pun keluar dari ruangan Dimas, dan membiarkan Dimas untuk beristirahat..
Setelah mereka di luar ruangan Dimas, tiba-tiba Hp Ardiyan berbunyi ia pun langsung mengambil benda pipih itu, dan terteralah di layar kacanya sebuah nomor yang tidak ia kenal, lalu ia pun menerima panggilan tersebut..
__ADS_1
📱"Halo?" kata Ardiyan saat panggilan tersambung..
📲 "Halo kawan?, apa kabar?" jawab orang dari sebrang..
📱" Alex?!" ucap Ardiyan datar. mendengar Ardiyan menyebutkan nama Alex ke tiga Sahabatnya pun langsung merapat pada Ardiyan, karena ingin ikut mendengarkan percakapan mereka..
📲"Wah hebat Lo ya, masih ingat sama suara gue" ujar orang di sebrang yang ternyata Alexander
📱" Mau apa Lo menghubungi gue?!" tanya Ardiyan ketus.
📲" hehehe..Santai bro, gue hanya mau ngasih kejutan ma Lo, coba Lo dengar ini siapa?" ucap Alexander sambil terkekeh mengejek..dan tak lama terdengar suara wanita..
📲" Bang Diyan tolong Lisa, Aakh!" Seketika darah Ardiyan mendidih mendengar jeritan wanita itu yang ternyata Lisa. begitu juga dengan ketiga temannya saat mendengar jeritan Lisa..
📱" Lisa?, bangsat Lo !!, dasar pengecut!, yang bisanya bersembunyi di belakang wanita, hadapi gue secara langsung!, kalau Lo berani!, dan lepaskan wanita itu!" ujar Ardiyan geram karena ternyata Alexander telah menculik Lisa, Istri sahabatnya..
📲"Hahaha, pasti gue akan menghadapi Lo, Asalkan Lo datang ke daerah Xx gue akan nunggu Lo!" Bib.. panggilan langsung terputus..
"Sialan di matikan lagi!" Ardiyan sangat kesal, hingga ia membanting Hpnya hingga pecah..
*********
Aduh, kenapa jadi tegang sih nih..
Author jadi takut deh..
sudahlah ikuti terus ya ceritanya..
Oh iya tentang pertanyaan Author yang ingin mentamati Novel ini, ternyata banyak yang tidak setuju, dan yang Author bingungkan, ada Permintaannya sampai kisah anak mereka,,
haaaa? itu sampai episode berapa yaa🤔🤔🤔
kalau sampai ke Anak-anaknya,
iih Atut mah bayanginya, ya sudah kita lihat nanti saja ya guys, yang penting terus dukung Author..
VOTE, LIKE DAN KOMENTAR..
ITU YANG SELALU AUTHOR TUNGGU..
JADI JANGAN LUPA YA GUYS 🙏😉
SYUKRON 🙏😊
__ADS_1