
βMutiara Hikmah β
"Yakinlah ada sesuatu menanti mu setelah sekian banyaknya kesabaran (yang kau jalani) yang akan membuat mu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya Rasa sakit."
___βAli bin Abi Thalib β___
""""""""""""""'""""""""π""""""'"""""""""""""""
"Hubby?" panggil Anisah sembari menggoyang tubuhnya, namun tidak di respon oleh Ardiyan.
"Hubby? " Sekali lagi iya memanggil lagi-lagj tak di respon oleh Ardiyan. ia khawatir karena wajah Ardiyan semakin pucat, dan di penuhi oleh keringat dingin.
"Hubby?..kamu kenapa? jangan membuat Nisah takut by.." seru Nisah semakin panik dan tanpa terasa air matanya pun mengalir karena suaminya tak juga menjawabnya.
"Astaghfirullah.. Hubby.?..Nisah harus apa ?apa yang harus ana lakukan, hiks.. bang Dimas.. ana harus panggil bang Dimas.." ujarnya panik dan di saat ia hendak melangkah pergi dari sisi Ardiyan namun tangannya di tarik.
"Hubby?" Anisah yang dari tadi ketakutan dan panik sedikit lega
"Jangan nangis sayang, ubby nggak papa kok hanya butuh istirahat" ujar Ardiyan sedikit lemah.
"Hubby bikin Nisah takut tahu.. apalagi wajah hubby tadi pucat sekali.." bales Anisah yang masih menangis.
"Maaf sayang, itu tadi karena ubby menahan sakit, tapi setelah kamu beri obat tadi sudah lumayan kok tinggal istirahat saja " ujar Ardiyan menenangin istrinya.
"Benar sudah tidak apa-apa?"
"Iya sayang.. sini temanin ubby istirahat " ucapnya lagi sembari menepuk spring bednya yang kosong di sebelahnya. Anisah pun menuruti keinginan suaminya, ia pun membaringkan tubuhnya tepat di sebelah suaminya.
"Apa masih sakit by?" tanya Anisah lagi.
"Tidak sayang, kan sudah ada obatnya yang bobo di sebelah ubby" jawab Ardiyan sambil mengecup kening Anisah.
"By, maaf Nisah ya yang kurang peka" bisik Anisah lagi
"ssth tidurlah sayang, nggak ada yang perlu di maafkan kamu nggak salah " ujar Ardiyan sambil mengelus kepala Anisah, dan tak lama Anisah pun tertidur, dan di susul juga oleh Ardiyan.
"""""""""
Sementara di sisi lain di kediaman Dimas.
sejak pulang dari rumah Ardiyan, Dimas selalu menggandeng tangan istrinya, seperti enggan untuk melepaskan.
"Kak Dimas kitakan sudah sampai rumah, kenapa masih gandeng Lisa sih.?" protes Lisa.
"Kenapa?, emang nggak boleh ya?.. gandeng istri sendiri dimana pun?" tanya Dimas.
" Ya boleh aja sih, cuma risih aja kak.." keluh Lisa.
"Kok risi yang,.. atau kamu nggak suka aku ya?" ucapnya dengan tangan di lipat di bawah dadanya dengan wajah serius.
__ADS_1
"Kok kak Dimas ngomongnya gitu sih? "
"Ya habis kamu ngomong gitu sih,.. di tambah kamu tidak pernah memanggil ku sayang, atau apapun seperti Anisah yang hampir setiap saat memanggil suaminya cintaku. Hubby artinya Cintaku kan? " Protes Dimas dengan wajah ngambeknya dan di akhiri dengan pertanyaan.
"Astaghfirullah, ternyata zawji lagi iri yaa?"
"Apa tuh zawji? tanya singkat.
"Suamiku"
"Hmm" Dimas Tersenyum samar seperti dia suka mendengar "kata suamiku" tapi ia gengsi untuk mengakuinya.
"Nggak mau aku mau yang spesial.. yang pokoknya berbeda dari Anisah.." ujar Dimas masih wajah Ngembaknya.
"Trus kak Dimas maunya yang gimana?" tanya Lisa bingung,
"Ya terserah ayang.. yang penting panggil itu mewakili hati mu juga" Ujar Dimas lagi.
"Hmmm apa yaa" tampak wajah Lisa sedang berpikir dengan mata keatas dan bibirnya yang bergerak-gerak kiri, Kenan, nampak lucu di mata Dimas sebenarnya ia sudah gemas, dan ingin sekali menerkam sang istri, namun ia tahan, karena ia belum mendapatkan hasil yang dia inginkan.
"Hmm, lama banget sih yang?" tanyanya lagi dengan wajah di pura-pura males. karena di desak oleh sang suami Lisa pun memberikan pilihan.
"Begini saja kak Dimas pilih yaa..
Habibie Artinya kesayanganku.
Habib Artinya sayang
Sodiqi artinya setia
Zawji artinya suamiku
atau Aby, artinya ayah." ujar Lisa memberi pilihan pada Dimas.
"Eh, kok ada Aby juga akukan belum jadi seorang ayah Lisa.." protes Dimas.
"Ya itukan pilihan kak"
"Hmm Yaa Qolbiy juga bagus, Habibie aku juga suka, Habib juga boleh, ya sudah aku mau kamu manggil aku dari salah satunya, berganti juga nggak papa deh." ujar Dimas yang akhirnya bingung ingin di panggil apa..
"Ya sudah Lisa panggil bibie aja yaa.. penggalan dari Habibie gimana kak?" tanya Lisa lembut.
"Hmm boleh juga tuh yang.. Aku suka " ujar Dimas seraya tersenyum puas.
"Alhamdulillah kalau kakak suka"
"Kok kakak lagi sih yang" protes Dimas lagi.
"Eh iya maaf bibie.."
__ADS_1
"Gitu dong kan aku jadi tambah sayang" ucap Dimas sambil memeluk istrinya dan menciumin wajah istrinya..
"Iss bibie bau sana akh" seru Lisa sambil mendorong suaminya.
"Haa kok bau sih, aku nggak pakai minyak wangi kok yang" protes Dimas sembari ia menciumi Aroma tubuhnya.
"Tapi tercium baunya sama Lisa bibir" ujar Lisa seraya menutup hidung dan mulutnya dengan tangannya. membuat Dimas bingung..
"Ya sudah kalau gitu bibie mandi dulu ya biar wangi.." ucap Dimas yang akhirnya mengalah.
"Iya sana cepat, rasanya Lisa mau muntah menciumnya baunya.. Hoek" Bales Lisa yang terasa mulai mual dan ingin muntah.. membuat Dimas panik dan bingung melihat tingkah istrinya yang tidak seperti biasanya.
"Astaghfirullah, segitu baunya kah bibie sampai kamu muntah yang?" tanya Dimas Aneh.
"Nggak tahu..Udah sana pergi mandi bibie..!" seru Lisa yang masih menutup hidung dan mulutnya.
"Iya ya yang ini bibi mau mandi" ujar Dimas yang akhirnya mengalah dan ia pun pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Apa aku benar-benar bau yaa? kenapa sampai sebegitu Lisa kebauannya terhadapku hingga mual gitu," _Batin Dimas yang tidak mengerti apa yang terjadi pada istrinya..
Dimas pun bergegas mandi dan ia memperbanyak sabunnya biar tubuhnya wangi dan memperbanyak sampo agar rambutnya juga wangi, setelah itu ia mempercepat mandinya, setelah selesai ia pun memakai handuk kimononya dan langsung keluar kamar mandi, namun sesampainya di luar ia justru Melihat istrinya yang sudah terlelap..
"Eh, lah kok malah tidur sih yang.." keluhnya kecewa, lalu ia pun menghampiri istrinya, setelah dekat ia memperhatikan wajah polos istrinya yang sedang tertidur pulas, sangat cantik menurutnya lalu ia pun mengecup dengan kelembutan,
Setelah itu ia pun membaringkan tubuhnya yang masih keadaan memakai handuk kimononya..dan kembali ia memandangi istrinya, dan kembali ia mengecup keningnya setelah itu ia juga mengecup bibirnya dan kali ini kecupannya di sertai hasratnya, membuat Lisa terbangun.. dan tiba-tiba..
"Hoek..Hoek.. Hoek.." Lisa malah mual-mual saat sang suami ingin mencumbunya, membuat Dimas heran..
"Kamu kenapa sih yang?" tanyanya bingung..
"Bibie..Huek.. pergi.. Huek.. jauh-jauh Huek..dari Lisa cepat.. Hoek.." ucap Lisa yang sulit berkata-kata karena rasa mualnya.. membuat Dimas kini panik
"Astaghfirullah..iya iya bibi jauh, tapi kamu kenapa yang?" tanyanya khawatir..
"Huek.. nggak tahu Huoek..Huoek.." bales Lisa yang nampak semakin buruk mualnya.. membuat kepanikan Dimas semakin besar..
"kamu kenapa yang..Kita kerumah sakit ya yang"..
**BERSAMBUNG
***********"****
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..
VOTE.. Bonusin Author yaa ππ
LIKE... Semangatin Author..
KOMENTAR... Membantu Author menemukan inspirasi..ππ
__ADS_1
so jangan lupa yaa guys love you allπ
Syukron ππ**