Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Perayaan.


__ADS_3

Malam hari di sebuah hotel nampak begitu ramai karena mereka sedang mengadakan acara perayaan atas keberhasilan kerjasama antara dua perusahaan Alexsha grup dan Pramana grup para kolega banyak yang mengagumi hasil kerja keras Ardiyan hingga mereka banyak yang menunggu kedatangannya, terutama Giovani Alexsha selaku Presdir di Alexsha grup.


"Kenapa dia belum datang juga? Apakah kau yakin dia pasti datang?" Tanya Giovani pada seseorang yang berada di sampingnya.


"Sangat yakin Bu, karena dia tidak mungkin mengabaikan sebuah bisnis besarnya" ucap orang tersebut.


"Ok aku percaya, kita tunggu saja kalau begitu" ucap Giovani lagi, dan saat bersamaan matanya melihat dua orang memasuki ruangan tersebut, Giovanni pun tersenyum.


"Akhirnya dia datang juga" lalu Giovani pun mendekati mereka dengan penuh percaya diri.


"Hai sayang, akhirnya kau datang juga" ucapnya sambil merentangkan tangannya hendak memeluk Ardiyan, namun langsung di tepisnya.


"Menjauhlah kita bukan muhrim, dan satu lagi jangan memanggilku sayang itu sangat menjijikkan" Bales Ardiyan lalu ia pun melangkah meninggalkan Giovani menuju sebuah meja yang terdapat dua orang yang ia kenali. Sementara Giovani yang di tinggalkan nampak geram dan kesal.


"Sialan kamu sombong sekali ardiyan, benarkah sudah tidak ada cinta lagi buat ku!" Gumamnya kesal sambil meremas tangannya sendiri. Lalu ia pun melambaikan tangannya pada Asistennya dan ia pun menyerahkan sesuatu pada Asistennya serta membisikkan sesuatu juga padanya. asistennya pun mengangguk lalu ia pun pergi meninggalkan Giovani.

__ADS_1


"Sebentar lagi kau akan jadi milikku" gumam Giovani sambil tersenyum licik.


________


Sementara di sisi lain nampak Ardiyan sedang berbicara serius pada dua orang yang dia lihat tadi, dan nampak juga ada kepuasan pada kedua orang tersebut.


"Baiklah pak Ardiyan saya sangat menyukai kinerja bapak, saya pastikan kerjasama ini akan berhasil, lusa saya akan datang ke perusahaan bapak" ucap salah satu dari mereka.


"Terimakasih pujiannya pak Edy, saya akan tunggu kedatangan pak Edy di perusahaan saya" Bales Ardiyan, sambil menjabat tangan pak Edy dan saat bersamaan seorang pelayan mengantarkan minuman untuk mereka. Setelah meletakkan minuman tersebut pelayanan itupun pergi.


"Wah nampaknya kalian begitu akrab, apakah akan ada kerja sama antara kalian?" Tanya seseorang yang tiba-tiba datang.


" Wah kalau begitu harus di rayakan juga ini pak Edy, mari kita bersulang atas keberhasilan pak Ardiyan" ucap Giovani sambil mengangkat gelas berisikan minuman, dan di ikuti oleh pak Edy dan temannya, sementara ardiyan tidak.


"Ayolah pak Ardiyan kita ciis" ucap pak Edy.

__ADS_1


"Maaf saya sudah tidak minum wine lagi" ucapnya sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Minumlah sedikit pak Ardiyan, untuk menghargai pak Edy dan temannya ini" ucap Giovani menimpali. nampak ia sedang berusaha menyakinkan Ardiyan agar mau minum, membuat Dimas yang di sebelahnya agak curiga.


"Ayolah pak Ardiyan, bukankah ini Perayaan awal kerjasama kita" ucap pak Edy meyakini Ardiyan yang nampak ragu, karena tidak ingin mengecewakan teman koleganya ia pun mengangkat gelas yang ada di hadapannya.


CIIS


gelas mereka pun beradu dan mereka meneguk minumannya. Ardiyan hanya meminum sedikit, membuat seseorang tersenyum puas.


"Akhirnya kau masuk perangkap ku sayang, tunggulah sebentar lagi kau akan jadi milikku seutuhnya" batin Giovani tersenyum smrik.


Bersambung


--------------

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak yaa 🙏


sebenarnya kepingin di kritik bila cerita tidak berkesan agar author tahu mana yang baik dan yang buruk 😔


__ADS_2