Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Hadiah


__ADS_3

"Apakah kamu yakin bisa memberikannya" tanya kakek Rusdi pada Ardiyan.


"In syaa Allah kek.. katakanlah" jawab Ardiyan menyakinkan diri.


"Cicit!.. aku menginginkan cicit darimu nak" bisik kakek membuat Ardiyan terkejut.


"Eh!.. ih kakek baru juga sekali melakukannya, gimana mau jadi," ucap Ardiyan polos. Membuat kakek tertawa kekeh.


"Hahaha kamu benar-benar polos, ya ajaklah istri kamu berbulan madu agar sepulangnya dari sana kakek mendapatkan kabar gembira dari kamu" ucap kakek sambil mengedipkan matanya pada Ardiyan.


"Aiis kakek bukankah kami harus menjaga kakek saat ini, lagian aku juga baru tiga hari menjabat direktur apa kata mereka kalau Diyan pergi" bales Ardiyan.


"Sudah itu nggak usah kamu pikirkan, ada mbok Marni yang akan jaga kakek, dan urusan perusahaan serahkan pada Dimas, yang penting kamu fokus untuk membuat adonannya dan Hadiahkan untuk kakek" ucap kakek lagi sambil mengedipkan matanya lagi,


"Adonan?.. emang mau bikin kue apa" gumam Ardiyan dan masih di dengar kakeknya,


"Hahaha kakek bercanda nak, pergilah kakek mau istirahat, dan pikirkan kapanpun kamu siap berbulan madu akan kakek persiapkan untuk mu" ucap kakek lagi,


"Baiklah sekarang istirahatlah kek, dan yang tadi akan Diyan pertimbangankan dan tentunya atas persetujuan Anisah" bales Ardiyan lagi, sambil ia berlalu meninggalkan kakeknya yang sedang istirahat.


Ardiyan pun langsung menuju ke dapur karna ia merasa haus sesampainya di sana nampak Anisah dan mbok Marni sedang memasak.


"Anisah?" Panggil ardiyan.


"Iyaa" jawab Anisah.

__ADS_1


"Bisakah iku aku kekamar, ada yang ingin aku omongkan dengan mu" ucap Ardiyan.


"Baiklah,.. mbok Nisah kekamar dulu ya" jawabnya dan pamit pada mbok Marni, setelah di jawab Anisah pun mengikuti suaminya yang sudah lebih dulu pergi, dan sesampainya di kamar ia melihat suaminya yang sedang duduk di ranjangnya.


"Ada apa by?.. Apa yang ingin hubby bicarakan?" Tanya Anisah,


"Duduklah di sini" ujarnya sambil menepuk ranjang di sampingnya, dan Anisah menuruti keinginan suaminya, ia pun ikut duduk dan bersandar di kepala ranjangnya.


"Anisah?"


"Hmm"


"Kakek menginginkan sesuatu dari kita" ucap Ardiyan membuat Anisah mengerutkan keningnya tanda ia tak paham.


"Kakek meminta hadiah dari kita"


"Hadiah?,.. hadiah apa yang Kakek inginkan? Tanya Anisah lagi,


"Cicit.." bisik Ardiyan membuat wajah Anisah memerah.


"Eh!"


"Kenapa? apa kamu tidak ingin memberikan kakek hadiah?"


"Eh, bukan seperti itu by, semuanya kan butuh proses dan lagian kita masih baru sekali" ucapnya sambil ter tunduk malu,

__ADS_1


"Nah itu dia,. kakek menyuruh kita untuk berbulan madu, apakah kamu mau?" ujar Ardiyan.


"Hmm Nisah ngikut ke inginan hubby saja" jawabnya malu,


"Baiklah kalau begitu, lusa kita akan berangkat, kmu ingin kemana Nisah?" Tanya Ardiyan sambil menatap istrinya yang sepertinya sedang berpikir.


"Gimana kalau kita ke Danau Toba saja by?"


"Haa, kenapa Danau Toba?, kenapa nggak keluar negeri,? tanya Ardiyan heran, karena kebanyakan pasangan yang berbulan madu akan memilih ke tempat2 Romantis di luar negeri.


"Ya karena wisata di sini tak kalah indah dari luar negeri.. kalaupun harus memilih ke luar negeri, Nisah akan pilih ke Mekah kan bisa sekalian umroh iyakan?" ucap Nisah .


"Maa syaa Allah Zaujatiku memang istimewa membuat aku tambah sayang" ucap Ardiyan kagum sambil mengecup kening Anisah.


"Baiklah untuk kali ini kita bulan madu di dalam negeri dan nanti bila ada kesempatan baru kita ke Mekah ya"


"Iya, terimakasih kasih hubby" ucap Anisah senang dan memeluk suaminya.


Bersambung


---------------------


Terimakasih yang telah memberi semangat pada Author ya,,🙏😘


Terus dukung Author ya🙏😉

__ADS_1


__ADS_2