
"Giovanni Alexsha?" ucap Ardiyan dengan raut wajah sudah berubah yang tadinya terlihat bahagia kini menjadi dingin.
"Batalkan saja pertemuannya!" Ucap Ardiyan kesal.
"Eh mana bisa begitu Ar, karena ini sudah menjadi kesepakatan kita, dan sebaiknya Lo harus profesional dong jangan campurkan urusan masa lalu" balas Dimas panjang lebar.
"Serah Lo pokoknya gue nggak ingin ketemu sama dia!" Ucap Ardiyan dengan kesal.
"Ah ya sudah terserah, paling nanti ada orang yang harus tertunda bulan madunya" bales Dimas asal.
"Apa maksud Lo?"
"Nggak bermaksud apa-apa, ya gue ngingetin aja, seperti apa perusahaan Alexsha grup apalagi wanita itu kalau tidak tercapai keinginannya dia akan bertindak extrim" ucap Dimas dan berhasil membuat Ardiyan terdiam.
"Gue saranin sebaiknya jangan menghindar, kita ikuti permainannya, kalau sudah menyimpang baru kita bertindak" ucap Dimas lagi
"Baiklah gue ikuti saran Lo"
Dan tak lama pun mobil yang di tumpangi Ardiyan dan Dimas pun sampai di kantor Pramana grup, Ardiyan dan Dimas pun melangkah menuju lift khusus petinggi, menuju lantai 8. Tak lama pintu lift terbuka mereka pun berjalan menuju ruang CEO, namun langkah mereka terhenti oleh seorang wanita berhijab pink,
__ADS_1
"Assalamu'alaikum pak?" Ucap wanita itu sambil mengatupkan tangannya
"Wa'alaikum salam, ada apa Rin?" Balas ardiyan.
"Maaf pak di dalam ada tamu yang memaksa masuk, saya sudah menghentikannya namun.." ucap Rini sekertaris Ardiyan.
"Sudah tidak papa, kembalilah" potong Ardiyan. dan di anggukkan sekertarisnya lalu ia pun pergi.
Ardiyan pun melangkah masuk ke ruangannya di ikuti Dimas yang menjadi Asisten pribadinya. Saat mereka sudah memasuki ruangan tiba-tiba seorang wanita cantik nan seksi langsung memeluk Ardiyan dan menciumnya, seketika Ardiyan mendorong wanita tersebut,
"Astagfirullah.. jaga sikap Anda nona!.. kita bukan muhrim!" Ucapnya kesal, membuat wanita cantik itu heran dan memandang Ardiyan dari atas kebawah,
"Iya ini aku, ada apa nona..?"
"Apa yang terjadi dengan mu,? Apakah kamu hilang ingatan,? Hingga kamu lupa sama aku?" Tanya wanita cantik itu,
"Aku tidak hilang ingatan nona Giovanni Alexsha!" Ucap Ardiyan
"Benarkah? Artinya kamu masih ingat siapa aku sayang?" Ucap wanita itu dan ingin memeluk ardiyan kembali namun langsung di dorong oleh Ardiyan.
__ADS_1
"Iya aku ingat kamu adalah seorang mantan yang sudah pergi jauh bersama sahabat mantan kamu sendiri !" Ucap Ardiyan dengan raut wajah memendam Amarah.
"Maafkan aku sayang " ucap wanita itu sambil memegang tangan Ardiyan namun kembali di tepis oleh Ardiyan.
"Sebaiknya tinggalkan ruang ini!.. Dimas Antar nona muda ini keluar!" ucap Ardiyan tegas.
"Baik pak.. mari nona saya antar keluar!" ucap Dimas mempersilahkan wanita itu agar keluar.
"Tunggu!.. Ardiyan? bukankah kita akan bekerja sama? kenapa kamu mengusir aku?" ucap wanita itu,
"Tenang kerja sama tetap berjalan sesuai janji kita akan bertemu di tempat yang sudah di janjikan, sekarang silahkan tinggalkan tempat ini!" ucap Ardiyan tegas, membuat wanita itu kesal.
"Cih sombong sekali sekarang kamu, lihat saja nanti kamu akan bertekuk lutut lagi padaku" batin Giovanni. tersenyum sinis.
Bersambung
--------------------
lagi nggak semangat 😔
__ADS_1