
β¨β¨ MUTIARA HIKMAH β¨β¨
"Tidak ada penderitaan yang abadi, tidak ada kebahagiaan yang abadi. Kecuali bagi mereka yang pandai bersyukur, selamanya ia akan merasakan kebahagiaan".
πQuotes of the dayπ
ββββββββββββββββββββββββ
Keesokan paginya, setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah, Ardiyan meminta istrinya untuk tertidur kembali karena ia tahu kalau istrinya masih lelah Akibat peristiwa hot di kamar mandi, dan di sambug kembali di ranjang mereka di tambah lagi kondisi kehamilannya tambah besar jadi membuat mudah lelah.
setelah di yakini sang istri telah tidur nyenyak Ardiyan pun berlalu meninggalkan kamarnya menuju ruang makan, yang di sana sudah ada Abi, Umi, Dimas dan Lisa, yang hendak sarapan.
"loh nak Anisah mana?" tanya umi karena melihat Ardiyan datang sendiri, tanpa istrinya.
"Nisah masih tidur umi, tadi setelah subuh nampaknya ia masih mengantuk jadi Diyan menyuruhnya untuk tidur lagi" bales Ardiyan yang tidak mungkin ia mengatakan kalau istrinya ke lelah akibat ulahnya.
"oh, ya sudah nggak papa, nanti umi akan minta bi onah ngantri sarapan untuk Nisah, sekarang kmu sarapanlah nak" ujar umi lembut.
"iya umi" Ardiyan pun duduk di sebelah Dimas. saat mereka sedang menikmati sarapannya tiba-tiba terdengar salam dari seorang pria.
"Assalamu'alaikum?" salamnya pria tersebut.
" Wa'alaikumus salam"jawab mereka serentak. umi pun langsung berdiri dan melangkah menuju pintu depan..
"Eh, nak Wira sini masuk nak, ada nak Ardiyan dan nak Dimas juga, sini langsung keruang makan"ujar sang umi pada pria itu
"Iya umi " jawab pria itu yang ternyata adalah Wira, lalu ia pun mengikuti sang umi ke ruang makan.
"Waah, enak nih" ucap Wira saat sudah sampai di sana.
"Ya sudah makanya sini gabung ikut sarapan" kata Ustadz Khairul yang juga sedang menikmati sarapannya.
"Terimakasih bi, maaf sebelumnya, karena sudah mengganggu keluarga Abi sarapan, saya sebenarnya ingin mengatakan sesuatu" Ujar Wira merasa tidak enak.
"Tidak papa nak, katakanlah nak" kata Ustadz Khairul lembut.
"Bu, mi, semuanya, kaliankan tahu Asyifa sudah tak memiliki siapa-siapa, lagi, makanya yang saya tahu saat ini keluarganya adalah kalian.
maka dari itu saya kesini bermaksud mengundang semuanya hari ini untuk datang ke hotel xx, jam 09 nanti saya berniat memberikan Asyifa kejutan, karena hari ini adalah hari kelahirannya" ujar Wira penuh harap.
"Kata siapa Asyifa tidak memiliki keluarga, kami sumua yang ada di pondok ini keluarganya nak, jadi tentu saja kami semua akan datang" Ujar Ustadz Khairul, membuat Wira begitu senang.
" Alhamdulillah, Terimakasih Bi, mi, Ar, Dim, kalian semua juga harus datang ya" ujar Wira lagi dengan senyum sumringahnya.
"So pasti bro kami semua akan datang kok" bales Ardiyan
"Baiklah, kalau gitu, saya permisi pulang ya Bi, mi, Saya takut Asyifa mencari saya" ujar Wira lagi.
"Pergilah nak"
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumus salam, " setalah salamnya di jawab Wira pun berlalu meninggalkan keluarga ustadz Khairul yang masih menikmati sarapannya.
__ADS_1
"Bi, bagaimana dengan Rencana syukuran kita hari ini bi?" tanya Ardiyan setelah kepergian Wira.
"Tetap terlaksana kok nak, karena sebenarnya nak Wira juga tahu, makanya ia meminta kita ke hotel jam 9, agar kita sempat mengadakan syukuran ba'da Azhar" balas Ustadz Khairul, membuat Ardiyan tenang
"Oh, Alhamdulillah kalau begitu bi" kata Ardiyan.
"Ya sudah kalian siap-siaplah Agar kita tepat waktu ke hotel xx nya" titah Ustadz Khairul.
"Baiklah bi, mi, kalau gitu Diyan bangunin Nisah dulu ya "
"pergilah nak"
"Kalau begitu Dimas dan Lisa juga siap-siap ya bi, mi, " Ujar Dimas juga.
"Iya nak, pergilah" Akhirnya mereka semua pun pergi untuk bersiap untuk memenuhi undangan Wira.
____
Di kamar Anisah..
Ardiyan yang sudah sampai di dalam kamarnya masih melihat sang istri tertidur pulas lalu ia pun menghampirinya..
"Sayang,? hmm" Ardiyan membangunkan Anisah, dengan menggosok-gosok kumis tipisnya ke pipi Anisah.
"Hmm.. Hubby gelii !" seru Anisah sembari mendorong wajah suaminya.
"Makanya bangun sayang,"
"Tapi Nisah masih ngantuk bi" ujar Anisah manja.
"Iyakah?" Anisah langsung bangun dan duduk.
"Iya sayang, ya sudah kamu mandi gih, aku mau hubby mandiin lagi" goda Ardiyan sembari mengedipkan matanya.. mendengar perkataan suaminya Anisah jadi teringat saat ia meminta mandiin malah membuatnya menjadi lelah.
"Tidak, tidak Nisah mandi sendiri saja" ujarnya dan langsung bangkit dan berlari kecil menuju kamar mandi.
melihat wajah istrinya yang sudah berubah memerah Ardiyan pun terkekeh."Hahaha, hati-hati sayang, nanti kamu terjatuh jangan berlari" Ujarnya lagi dan langsung khawatir karena istrinya berlari kecil. tapi tidak di respon Anisah, malahan Anisah langsung menutup pintu kamar mandinya.
Setelah istrinya masuk kamar mandi Ardiyan pun bersiap juga dan menganti pakaiannya dengan kemeja putih berliris mereka dan di padukan dengan celana berwarna hitam.
Setelah ia selesai Anisah pun keluar dari kamar mandi, Anisah pun mulai bersiap ia memakai gaun biru muda berliris biru tua dan ia padukan dengan hijab biru tua, ia pun mulai memakai hijabnya di depan cermin
Ardiyan yang sejak tadi duduk di sana dengan memainkan gawean tiba-tiba matanya tertuju pada sang istri yang sedang memakai hijabnya ia menatap istrinya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, Anisah yang menyadari kalau saat ini ia sedang di perhatikan langsung menoleh ke arah suaminya.
Dan Akhirnya pandangan mereka pun bertemu membuat Anisah salah tingkah..
"Iikh, hubby, kenapa lihat Nisah Seperti itu sih?" tanyanya dengan nada manjanya.
"Kenapa?, emang ada larangannya ya bila suami melihat istrinya sendiri" jawab Ardiyan enteng.
__ADS_1
"Ya nggak ada sih, cuma kalau hubby Melihatnya seperti itu Nisahkan jadi malu"
"Kenapa harus malu sayang, akukan suami mu, ?"
"Ya malu aja kalo di tatap seperti itu by"
" ubby tadi hanya terkesima melihat kecantikan istriku ini, ' ujar Ardiyan yang berjalan menuju meja rias tempat Anisah duduk, lalu ia memegang pundak sang istri, dan mengecup puncak kepala Anisah dengan lembut.
"Kamu cantik sekali sayang" tambah Ardiyan lagi.
"Syukron yaa Jawji "
(Terimakasih wahai suamiku)
"Afwan Yaa zawjati aljamila "
(sama-sama, Wahai istriku yang cantik)
"Ana uhibbuka Fillah " kata Anisah.
(Aku mencintaimu karena Allah)
"Ahabbaka-lladzii ahbabtanii lahu."
(Semoga Allah mencintaimu, karena engkau telah mencintaiku karena-Nya.)
"Aamiin ya, Allah, Syukron hubby"
"Na'am sayang" Ardiyan kembali mengecup puncak kepala Anisah penuh kasih sayang.
"Ya sudah sekarang pakailah cadarmu sayang, biar Kita tidak terlambat"
"Baiklah hubby" Nisah pun menyelesaikan pemakaian hijabnya setelah ia pun memakai cadarnya.
"Sudah selesai hubby" ujar Anisah, yang sudah selesai memakai hijab dan cadarnya..
"Alhamdulillah, kalau begitu ayo kita pergi sayang" Ajak Ardiyan dengan lengan di tekukan
"Mari hubby" Anisah pun langsung menyambut dengan merangkulnya, Akhirnya Mereka pergi menuju hotel tempat Wira mengundang mereka.
**BERSAMBUNG
Aih sepertinya Author harus mengganti kata Sakral bersambung deh Karana para Readers mulai pada protes tapi apa yaaπ€π€π€
Bantu Author cari kata ganti bersambung ya.π
dan hari ini Author juga memenuhi permintaan para Readers yang meminta kasih visual Anisah tidak bercadar.
Jadi dukung terus author ya..
VOTE,,, Bonusin Author bila menyukai bab iniπ
"LIKE,, Yang banyak biar Author semangat.
__ADS_1
"KOMENTAR,, Agar Author mendapatkan inspirasi yang banyak ππ
Syukron π**