Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
*Bumil*


__ADS_3

Ardiyan dan Anisah di dalam mobil perjalanan pulang..


"Ehem.. sayang ada apa?, Kenapa sejak tadi kamu hanya diam hmm?" Tanya Ardiyan memecahkan keheningan.


"Tidak ada apa-apa hubby"


"Benarkah?.. apa kamu memikirkan sahabat mu?" Tanya Ardiyan lagi.


"Iya Nisah kasihan pada Lisa hubby.. begitu banyak yang terjadi di hari ini, ada duka dan ada kebahagiaan"


"Iya kamu benar tapi ini semua adalah kehendak Sang Pemilik rencana Dialah yang menentukan segalanya untuk hamba-hamba-Nya" tutur ardiyan membuat Anisah tersenyum bangga, karena suaminya kini mulai paham dan seringkali berkata-kata bijak.


"Hubby benar, Nisah sangat bersyukur menyaksikan keindahan rencana-Nya untuk Lisa, walaupun saat ini dia sedang koma" bales Anisah dan saat perkataan terakhir melemah karena sedih mengingat sahabat karibnya sedang koma. Ardiyan yang merasakan kesedihan istrinya langsung menggenggam tangannya.


"Kita doakan saja ya, semoga Allah memberikan kesehatan kembali bagi Lisa." Ucap Ardiyan menenangkan Anisah


"Aamiin, na'am in syaa Allah Anisah akan terus berdoa untuk kesembuhan Lisa"


"Hmm sayang.. benarkah yang di katakan Dimas?"


"Maksud hubby?"

__ADS_1


"Apakah kamu mendengar saat Lisa terteriak sebelum ia tertembak?" Tanya Ardiyan ia begitu penasaran.


"Iya hubby, saat itu Nisah lagi bersama Lisa, tiba-tiba saja ia berlari dan berteriak memanggil bang Dimas,.. maa syaa Allah, Allah kuasa makhluk tak kuasa hubby, padahal saat paman Lisa belum menikah, dia selalu membawa Lisa berobat kemanapun hingga terakhir kali ia di bawa ke Singapura tapi hasilnya tetap sama Lisa tidak dapat berbicara lagi, tapi lihatlah sekarang Allah memberikan keajaiban di saat bang Dimas hendak di tembak, luar biasa banget kan Rencana-Nya,?" Ucap Anisah ada rasa senang dan juga sedih " Tapi sekarang dia koma.." tanpa terasa air matanya mengalir.


"Jangan menangis sayang.. bukankah Rencana Allah selalu indah, maka percayakan dia pada Allah juga yaa.. pasti Lisa akan bisa melewatinya " ucap Ardiyan menghibur istrinya sambil menggenggam tangannya.


"Aamiin, iya hubby in syaa Allah"


"Sekarang mana senyum manisnya?" Lalu Anisahpun memberikan senyumnya pada Ardiyan." Gitu dong, bumil nggk boleh sering menangis, nanti dedenya ikut sedih, jadi harus sering tersenyum ya sayang" tambah Ardiyan lalu mengusap kepala Anisah.


"Stop hubby!" Teriak Anisah tiba-tiba membuat Ardiyan terkejut dan seketika ia mengerem mobilnya.


Ciiiiiit.. mobil pun berhenti mendadak.


"Mau itu hubby" bales Anisah sambil menunjuk pedagang ketoprak.


"Astagfirullah, Bumiil! hanya ingin itu kenapa harus berteriak sih, itu bahaya sayang!" Ucap Ardiyan sedikit marah membuat Anisah takut dan ia pun menangis, Ardiyan yang melihat istrinya ketakutan langsung memeluknya.


"Maaf sayang, tadi ubby kaget dan panik ketika kamu berteriak, hingga ubby ngerem mendadak, syukurnya tidak ada mobil atau kendaraan lain di belakang kita, kalau ada bagaimana, itu sama saja kita nyelakai orangkan?" Jelas Ardiyan kini suaranya lembut.


"Hiks,, maafi Nisah hubby" bales Anisah masih terisak lalu Ardiyan pun memegang wajah Anisah dan menghapus air matanya setelah itu mengecup kening Anisah.

__ADS_1


"Iya sayang, tapi lain kali jangan seperti itu lagi ya?" Ucap Ardiyan dan di anggukkan Anisah. "Ya sudah sekarang kita turun ya, Bumil ingin ketoprakkan?" Tambahnya dan kembali Anisah hanya mengangguk, lalu mereka pun turun dan menghampiri pedagang ketoprak.


Sesampainya di sana Ardiyan mengajak Anisah duduk dan tak lama seorang wanita paruh baya menghampiri mereka.


"permisi den, neng mau pesan apa?" tanya wanita paruh baya itu.


"Ketopraknya dua ya bu" bales Ardiyan ramah. tapi tiba-tiba Nisah menarik-narik baju Ardiyan, seketika Ardiyan menoleh kearahnya dia melihat Anisah menggelengkan kepalanya. "kenapa bukankah kamu tadi ingin ketoprak?" tanya Ardiyan bingung, dengan tingkah istrinya. Anisah mendekati mulutnya ketelinga Ardiyan.


"Nisah ingin hubby yang bikin, tapi bikinnya disini hubby" bisiknya membuat Ardiyan tersentak.


"Haa Nisah kamu jangan Aneh deh, ubby mana bisa bikin ketoprak!" bales Ardiyan membuat mata Anisah mulai berkaca-kaca lagi, Ardiyan pun menepuk keningnya sendiri.


"Haiis.. maaf Bu, istri saya sedang hamil, jadi.." ucap Ardiyan pada wanita paruh baya itu tapi terpotong oleh ibu pemilik kedai ketoprak.


"maa syaa Allah, ternyata lagi nyidam toh, ya sudah saya mengerti silakan Aden bikini ketoprak untuk istrinya nanti ibu akan ajarkan" ucap ibu itu, membuat Ardiyan senang.


Bersambung


--------------


Terimakasih atas pendapatnya.🙏😊

__ADS_1


Terus dukung Author ya 🙏😉


__ADS_2