
"Astagfirullah hubby!!" Teriak Anisah membuat Ardiyan membuka matanya.
"Anisah?" Lirihnya. Anisah pun berusaha mengangkat tubuh suaminya dan memapahnya keluar kamar mandi dan ia dudukannya di sofa, lalu ia membuka pakaian suaminya dan di saat ia hendak mengelap tubuhnya pakai handuk tiba-tiba saja ardiyan menarik tubuh Anisah dan langsung mel***t bibirnya dengan kasar karena dia sudah tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya Anisah yang di perlukan seperti itu kaget dan ia meronta mendorong tubuh Ardiyan dengan kuat berusaha melepaskan diri
"Humm humm aah.. aah.. Astagfirullah hubby Nisah kehabisan nafas" ucap Anisah dengan nafasnya tersengal-sengal "maaf"
"Anisah tolong" rintih Ardiyan rasa panas yang dia rasakan semakin membuatnya semakin menderita. ia mulai mencengkeram Anisah.
"Iya Nisah akan tolong tapi kamu kenapa by?" tanya Anisah bingung melihat reaksi suaminya yang tidak sewajarnya.
"Anisah?, maaf aku di jebak" Bales Ardiyan dengan suara yang semakin berat dan ia mulai tidak bisa mengendalikan dirinya.
__ADS_1
"Di jebak? kok bisa sih hubb...huumm humm" Ardiyan kembali menarik Anisah menutup mulutnya dengan bibirnya bahkan ia merobek baju Anisah, karena Ardiyan yang sedang terpengaruh dengan obat jadi tenaganya menjadi sangat kuat membuat Anisah tak mampu lagi melawannya ia hanya bisa pasrah dengan kelakuan suaminya yang sudah di luar kendali.
Setelah beberapa kali pelepasan Ardiyan mulai melemah dan mulai tersadar ternyata ia sedang berada di atas tubuh Anisah ia pun langsung bangun dan semakin kaget ternyata mereka melakukan itu di sofa. lalu ia pun membangunkan Anisahl saat melihat Anisah tidak bergerak Ardiyan panik.
"Astagfirullah.. Anisah! Anisah!" Panggilnya sambil menepuk nepuk pipi istrinya.
"Sayang, maafkan aku bangunlah sayang" Ardiyan mulai panik melihat istrinya memucat dan di tambah ia melihat darah di Area sensitif Anisah.
"DIMAAS! DIMAAS!" teriaknya membuat Dimas tersentak langsung terduduk dan kaget melihat Ardiyan yang sedang menggendong Anisah begitu panik.
"Ada apa?" Tanyanya langsung berdiri "Kita kerumah sakit, Cepat!!" Ucap Ardiyan tegas dan Dimas pun mengikuti Ardiyan yang menuju mobilnya. Dimas langsung membukakan pintu mobil, setelah Ardiyan yang menggendong Anisah masuk ia pun berlari memasuki mobil tepat di belakang kemudi, Dimas pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
"Apa sebenarnya yang terjadi Ar? Anisah kenapa?" Tanya Dimas ikut cemas."Cepatlah jangan banyak tanya!" Bentak Ardiyan ia terus memandangi wajah istrinya, "Maaf, maafkan aku sayang" gumannya sambil mengelus bergantian pipi dan kepalanya serta mengecupnya, dan ia pun tersentak saat teringat kalau istrinya sedang hamil.
"Astagfirullah.. maafkan Abi sayang" ucap Ardiyan lirih sambil mengelus lembut perut Anisah " Maafkan Abi nak" ucapnya lagi dan tanpa terasa air matanya menetes "Maaf uby Nisah Maafkan Abi nak" tangis Ardiyan pecah membuat Dimas ikut merasakan kesedihan sahabatnya. "Sabar Ar, berdoalah semoga mereka akan baik-baik saja," ucap Dimas menguatkan Ardiyan. "Cepatlah" Balesnya masih terisak.
" *Ya Allah lindungilah Anisah dan anak yang ada di dalam rahimnya, dan berikanlah kesabaran untuk Ardiyan" doa' Dimas dalam hatinya,.
Bersambung*
--------------
Horee besok Author libur, kayanya besok Akan Dabel up deh 😉
__ADS_1
Dukung terus ya Guys dan jangan lupa selalu tinggalkan jejak 🙏😉