Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Sengsara Membawa Nikmat.


__ADS_3

Seminggu sudah ardiyan dan Dimas berada di kota Bt, dan seminggu juga Giovani ikut dalam proyek yang di kerjakan oleh Ardiyan dan Dimas, dia mulai kesal karena rencan yang sudah ia susun selalu gagal.


"Aku sudah cukup bersabar Ardiyan, mengapa sekarang begitu sulit aku mendekati mu, ada apa sebenarnya mengapa setiap aku dekat dengan mu kau akan muntah-muntah?" Gerutu Giovani, di sebuah ruangan.


"Itu karena kau bodoh! Makanya kau selalu gagal!" Ucap seseorang yang tiba-tiba muncul.


"Axsal,? Mengapa kau ada di sini?" Tanya Giovani terkejut karena orang tersebut yang tiba-tiba datang.


"Aku kesini karena kau terlalu lambat menjalankan tugas mu Giovani!" Balesnya dengan lantang.


"Aku sudah berusaha mendekatinya, tapi dia selalu mual bila aku dekat aku juga tidak tahu apa penyebabnya" tutur Giovani kesal teringat setiap dia mendekati Ardiyan seketika ia langsung mual dan muntah.


"Bodoh! Kau tidak tahu kalau dia sedang mengalami sindrom simpatik kehamilan"


"Apa maksudmu Axsal?"


"Kau tahukan kalau Ardiyan sudah punya istri?, Yang aku tahu sekarang istrinya sedang hamil, makanya ia sekarang lagi mengalami couvade syndrome, dan kemungkinan ia sekarang lagi sensitif dengan bau bauan," tutur Axsal menjelaskan.

__ADS_1


"Lalu aku harus bagaimana untuk mendekatinya?" Tanya Giovani.


"Bodoh! Dekati dia secepatnya dan ingat kau jangan pakai wangi-wangian bila di dekatnya, atur usahakan malam ini kau sudah mendapatkannya mengerti!" Ucap orang tersebut lalu dengan cepat dia pergi meninggalkan Giovani tanpa menunggu jawaban darinya.


"Sialan, bisanya selalu merintah! Lihat saja kalau aku berhasil kau akan ku singkirkan!" Gumam Giovani kesal lalu ia pun melangkah keluar meninggalkan ruangan tersebut.


______


Sementara Ardiyan dan Dimas yang sedang di kamar hotel.


"Ar?, Tadi gue lihat Axsal, sebaiknya Lo berhati-hati karena gue punya pirasat buruk" tutur Dimas sambil menyerahkan sebuah bungkusan pada Ardiyan.


"Idih dasar banci kaleng! Makin geli gue dekat lo!" Bales Dimas kesal.


"Hahahaha Abang lagi marah ya?.. jangan marah lagi ya nih adek suapin martabak telur" ucap Ardiyan dengan suara di buat kayak perempuan.


"Cih ogah! Lo habiskan aja martabaknya buat Lo tapi ingat jangan minta yang aneh-aneh lagi, pusing gue sama keinginan Lo yang nggak jelas itu!"

__ADS_1


"Ya maaf sayang inikan permintaan anak kita" Bales Ardiyan dan kali ini ia bertingkah seperti seorang istri lagi bermanja pada suaminya, ia menaruh kepalanya di bahu Dimas dengan tangan memeluk lengan Dimas.


"Aaaahk!! Ommaak toloong! dasar Banci kaleng LEPAS!!!" teriaknya sambil mendorong Ardiyan.


"Hahaha, sorry sorry, becanda gue, dan sorry juga karena permintaan gue yang aneh jadi nyusahin Lo" tutur ardiyan merasa bersalah.


"iya nggak papa, ini jugakan keinginan calon keponakan gue, walaupun sedikit Aneh tapi karena permintaan Lo kebanyakan yang nggak Lo sukai jadi gue percaya kalau itu keinginan calon anak Lo" bales Dimas mengingat permintaan Ardiyan yang suka aneh-aneh layaknya wanita hamil.


"Yaa itulah kuasa-Nya tidak ada yang bisa menebak, tapi gue jadi mengambil hikmahnya karena keadaan ini, Giovani nggak bisa dekati gue jadi gue sangat bersyukur banget dim" tuturnya penuh rasa syukur.


"Iya iya, gue juga heran tuh, kenapa cuma dengan dia Lo bisa mual-mual tapi jadinya gue nggak tega liat Lo langsung lemas"


"gue nggak tahu sih, tapi itulah yang namanya Sengsara membawa Nikmat, nikmatnya gue di jauhkan dari jinah mata, ya Lo tahu sendiri pakaiannya seram banget" Ucap Ardiyan sambil meninggalkan sofa menuju ranjang mereka. " Ya sudah kita istirahat karena besok hari terakhir kita menyelesaikan proyek ini" tambanya lagi sambil membaringkan tubuhnya.


Bersambung


-------------

__ADS_1


Terimakasih bagi yang mengucapkan bahwa novel bagus🙏😊


__ADS_2