
⚛❄ MUTIARA HIKMAH ❄️⚛
SEKENARIO ALLAH ADALAH YANG TERBAIK
Kita punya rencana. Allah juga punya rencana. Akan tetapi, Percayalah Sehebat apa pun kita merencanakan sesuatu, yakinlah rencana Allah tetap yang terbaik.
Ketika Allah memberi cobaan kepadamu, itu tidak dimaksudkan untuk menghancurkanmu. Saat Dia menghapus sesuatu yang menjadi milikmu, itu hanya mengosongkan tanganmu untuk menerima suatu pemberian yang lebih besar.
❄( Ibnu Qayyim )❄
@@@@@@@@@@❄@@@@@@@@@@
Semenjak peristiwa penembakan Dimas di kantornya, sejak saat itu ia resmi memimpin perusahaannya sendiri dan itu juga atas dorongan dari Ardiyan, walaupun ia merasa berat untuk meninggalkan Ardiyan, namun perusahaannya lebih membutuhkannya. dan di sinilah ia sekarang menjadi seorang CEO di Prakasa grup.
Dimas di kenal oleh karyawannya sebagai bos tegas dan juga dingin, apa lagi terhadap wanita, ia bahkan tak pernah menegur atau pun menoleh ke arah mereka, makanya banyak karyawan wanita yang semakin penasaran padanya. Apa lagi Dimas memang terkenal dengan Pria berwajah tampan..
Seperti inilah Wajah Dimas di kala ia sedang di kantornya, serius dan Cold membuat para Wanita gemas melihatnya.
Tetapi seperti inilah Wajah Dimas bila sudah bersama teman-temannya, agak tengil dan koplak, memberikan siapapun Melihatnya ingin selalu Tertawa.
__ADS_1
Nah seperti ini juga wajah Dimas kalau bersama Lisa, ia hangat dan pemanja istri, membuat Lisa menjadi ketergantungan pada suaminya, karena kasih sayang Dimas padanya sangatlah besar, makanya ia tak pernah melirik wanita manapun karena baginya Istrinyalah yang paling cantik sedunia.
Hari ini Dimas membawakan istrinya ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilannya, karna usia kandungan Lisa sudah memasuki bulan ketujuh, jadi ia ingin menyaksikan sendiri pemeriksaan tersebut, dan kini mereka sudah berada di ruangan dokter spesialis kandungan
"Gimana Ne?, apakah anak gue sehat?" Tanya Dimas pada Dokter Inne, saat pemeriksaan sedang di mulai.
"Anak kalian sehat kok mas, lihatlah itu dia sangat Aktif tapi sepertinya ia menyembunyikan jenis kelamin Dim" ujar Dokter Inne sambil menunjukan hasil di monitornya.
"Tidak apa-apa dok, biarkan menjadi Rahasia Allah, agar menjadi Supraise untuk kami" tutur Lisa lembut.
"Iya ne, nggak papa, yang penting Anak kami sehat itu sudah cukup bagi gue" sambug Dimas juga.
"Ya sudah kalau begitu, kita Akhiri pemeriksaannya, dan nanti tebus ini di apotik ya, ini vitamin untuk sang ibu" ucap Dokter inne sembari menyerahkan sebuah resep.
"Baiklah Dim, wa'alaikumus salam" setelah mendapatkan jawaban dari dokter inne, Dimas dan Lisa pun langsung keluar dari ruangan Dr inne, dan langsung keluar tapi sebelum ia menyempatkan diri untuk menebus resep obat yang tadi di berikan oleh Dr inne..
Setelah itu mereka pun melangkah menuju pintu keluar rumah sakit, yang ternyata di sana sudah ada Roy yang sudah membuka pintu mobil untuk mereka, setelah kedua bosnya masuk, Roy pun ikut masuk dan duduk di belakang kemudinya, dan tak berapa lama mobil pun melaju. di dalam mobil..
"Roy!, kita langsung ke kantor saja, ada sesuatu yang mendesak aku kerjakan" titah Dimas ke pada Asistennya.
"Bak pak!" bales Roy.
"Eh, apa tidak sebaiknya Antar Lisa dulu bie?" tanya Lisa.
"Tidak yang, bibi cuma sebentar kok di kantor, nanti setelah itu kita akan ke mall, untuk membeli perlengkapan bayi kita ya" tutur Dimas, sembari mengelus perut Lisa yang nampak sudah besar.
__ADS_1
"Benarkah bie?"
"Iya sayang, makanya kamu ikut ke kantor sebentar ya"
"Baiklah kalau begitu, tapi Lisa nanti tunggu di mobil saja ya bie,".
"Eh, kenapa nunggu di mobil?"
"Ya Lisa nggak mau aja mereka tahu lisa, kan malu bie" Ucap Lisa membuat Dimas mengerenyitkan dahinya.
"Ya bagus dong, mereka tahu, jadi biar Wanita-wanita centil itu jadi pada tau kalau bosnya sudah mempunyai istri, jadi kamu harus ikut Ok." tutur Dimas Sambil membelain kepala istri yang tertutup hijab.
"Iya iya Lisa ikut" bales Lisa pasrah.
"Yang?" panggil Dimas yang masih membelai-belai kepala Lisa.
"Hmm?"
"Yang kamu tau nggak? Di balik belaian tangan suami ke kepala istrinya?" Tanya Dimas dengan wajah seriusnya.
"nggak tahu.. emang kenapa bie?" Tanya Lisa polos..
"Karena ia ingin memastikan bahwa di kepala istrinya tidak ada paku, yang" jawab Dimas dengan wajah tengilnya dan Alis di naik-turunkan.
"Eh, Apaan sih bibie Nggk lucu tau!" bales Lisa kesal, memberikan Dimas Tersenyum gemas.
"Maaf sayang bibie hanya bercanda kok," ucap Dimas sembari mengecup kepala Lisa bagian sampingnya, namun tak di tanggapi oleh Lisa dan saat bersamaan, mobil mereka pun berhenti di depan pintu lobby perusahaan Dimas, lalu mereka pun turun dari mobilnya
Setelah itu Dimas Meminta Lisa menggandeng lengannya dan mereka pun mulai berjalan memasuki lobby gedung berlantai lima itu dan mereka terus berjalan menuju lift khusus Presdir, dan benar saja, mereka menjadi pusat perhatian para karyawan Dimas, membuat Lisa merasa tidak nyaman.
__ADS_1
**********