
Dua hari sudah Anisah di rawat di rumah sakit dan sudah beberapa kali ia memohon-mohon agar ardiyan membawanya pulang. Rasa takut Anisah pada rumah sakit mengalahkan bujuk rayu Ardiyan. Hingga akhirnya Ardiyan mengalah dan hari ini Anisah akhirnya di bolehkan untuk pulang.
"Anisah?, Kamu sudah siap?" Tanya Ardiyan.
"Sudah Hubby" jawab Anisah, dan dia bermaksud untuk turun dari tempat tidurnya.
"Kamu mau ngapain Nisah?" Ucap Ardiyan dan menahan Anisah untuk turun.
"Bukankah kita mau pulang,? Ayolah Nisah sudah nggak tahan lagi di sini" Balesnya berusaha kembali untuk turun.
"Sabar sayang, Dimas lagi mengambil kursi roda"
"Tapi Nisah bisa berjalan sendiri hubby"
"Tidak boleh!, Kamu masih lemah,!"
"Tapi hubby"
__ADS_1
"Nggak ada tapi-tapian, tunggu kursi roda atau tidak usah pulang saja.. Atau apa kamu mau ubby gendong saja? Ujar Ardiyan, sambil menggoda dengan menaik turunkan alisnya. Lalu bersiap ingin menggendong Anisah namun di dorong lembut olehnya.
"Tidak, tidak, Nisah tunggu bang Dimas saja hubby" ucapnya sambil menggoyang kedua tangannya.
"Haiis, segitu takutnya kamu gedong, lagian yang gendongkan suami sendiri jugakan?" Ujar Ardiyan merajuk.
"Iis hubby jangan salah paham, Nisah bukan takut, tapi malu hubby, Nisah nggak ingin satu rumah sakit ini memperhatikan kita" jelas Anisah, dan di saat mereka tengah berdebat tiba-tiba Ayah Dimas Asisten Kakek Rusdi muncul membuat Anisah dan Ardiyan menghentikan perdebatan.
"Selamat siang tuan muda, kakek Anda meminta saya untuk menjemput tuan dan nona untuk pulang ke rumah kakek" tutur nya penuh hormat.
"Maaf paman Anisah masih lemah, jadi sepertinya belum bisa melakukan perjalanan jauh, jadi Diyan bermaksud membawa Nisah pulang ke pondok saja, karena lebih dekat dari rumah sakit ini paman" bales Ardiyan
"Baiklah tuan muda, nanti akan saya sampaikan, kalau begitu saya permisi, selamat siang tuan muda" ucap ayah Dimas sambil membungkukkan badannya, lalu ia pun berlalu meninggalkan Ardiyan dan Anisah. Dan tak berapa lama Dimas pun masuk dengan membawa kursi roda.
"Assalamu'alaikum, apakah adek ustadazah sudah siap?" tanya Dimas dan mendekatkan kursi roda pada tempat tidur.
"wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah sudah siap bang Dimas" jawab Anisah antusias, karena dia begitu senang, akhirnya ia bisa secepatnya meninggalkan rumah sakit yang menurutnya sangat menakutkan.
__ADS_1
"Segitu senangnya nyonya Diyan melihat ane datang" tutur Dimas jahil.
"Cih,.ge'er, banget sih lo,.. dia bukan senang lihat Lo, tapi senang dengan yang Lo Bawak itu!" balas Ardiyan kesal.
"Dih, jelees aja Lo,.. Eh, tunggu tunggu, nyonya Diyan lebih senang dengan kursi roda dari pada ane yang ganteng ini?" tanya Dimas dengan wajah di buat agak sedih.
"Cih, ganteng dari Hongkong lihat kali!" Bales Ardiyan kesal.
"Sudah, sudah, kenapa jadi berdebat sih, kapan pulangnya hubby?" ujar Anisah menengahi Ardiyan dan Dimas.
"iya iya.. nggak sabar banget sih kamu?"
"Biariin.. Cepat hubbiiy!"
"Iya sayangku, ya sudah ayo" bales Ardiyan sambil mengangkat Anisah dan di duduki ke kursi roda, lalu ia pun mendorong Anisah menuju pintu keluar rumah sakit dan Dimas sudah lebih dulu keluar sambil membawa barang-barang Anisah dia sengaja' lebih dulu karena ia harus menyiapkan mobil untuk Anisah dan ardiyan.
Bersambung
__ADS_1
-----------------
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa 🙏😊