
🌠Kalam Hikmah🌠
"Jangan pernah katakan kepada ALLAH
"Aku punya masalah besar"
Tapi katakanlah kepada masalah
"Aku punya allah yang maha besar"
💥-'Ali bin abi thalib'-💥
⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️
Suasana hening, di ruang rawat Ardiyan,
Setelah mendengar kakek bercerita Radit menjadi gelisah, siapa yang harus ia percaya.
Namun tiba-tiba terbuka muncul dua orang pria berjas hitam dan yang satu lagi memakai jaket kulit berwarna hitam juga..
"Assalamu'alaikum" salam salah satunya.
"Wa'alaikumus salam" Ucap mereka serentak
"Nak Wira,?, bagaimana kabar nak, lama kakek tak berjumpa dengan mu, dan maaf waktu kamu Walimatul'urs, kakek sedang di luar negeri" tutur kakek Rusdi senang melihat Wira datang.
"Alhamdulillah Wira baik kek, nggak papa Wira paham kok lagi acaranya terlalu mendadak" bales Wira sembari menyalami tangan sang kekek dan menyalami juga yang ada di sana.
"Kakek sendiri gimana keadaan kakek? dan kenapa sekarang pakai kursi roda?" tanya Wira heran.
"Kakek baik nak, cuma beberapa hari ini lagi kurang sehat makanya sekarang kakek jadi duduk di sini deh." bales sang kakek.
"sepertinya saya datang tidak tepat nih" basa-basi Wira yang sebenarnya ia sudah tahu apa yang terjadi di ruangan ini
"Tidak kok wir malah tepat sekali kamu datang,.." Ujar Dimas pada Wira. " Om saya lihat om masih ragu dengan cerita kakek bukan, nah saya ini salah satu saksi juga tentang hubungan Ardiyan dan Giovani, dan apalagi dia juga terlibat di dalamnya hingga hubungan persahabatan kami sempat hancur" Lanjut Dimas lagi nunjuk Wira juga adalah saksi sekaligus pemainnya di dalam drama percintaan Ardiyan dan Giovani.
__ADS_1
Setelah mendengar perkataan Dimas Wira pun mulai bercerita juga, kalau Giovani juga menghasutnya, dia mengatakan cinta pada Wira dan akhirnya dia berhasil mengadu domba antara dia dan Ardiyan hingga peristiwa naas terjadi padanya, ia hampir kehilangan nyawanya juga, cerita Wira membuat Om Ardiyan semakin membuatnya geram terhadap Giovani yang sebenarnya ia saat ini sedang di hasut, untuk melawan keluarganya sendiri. dan itu menjadi penyesalan untuk nya.
"Maaf om Radit sudah salah selama ini, Radit mengira kalau Giovanilah yang telah menjadi korban, makanya Radit ingin memberi dia keadilan " Ujar Radit penuh penyesalan.
"Om paham kok situasi saat ini, dan malahan om jadi bersyukur, karena adanya kejadian ini tali silaturahmi kita akhirnya menyambung kembali sekarang ada kmu ada Wira kita jadi bisa berkumpulkan kembali," ujar sang kakek yang nampak bahagia karena pada akhirnya keponak serta sahabat cucunya bisa akur lagi.
"ketahuilah sebenarnya kamarin-kemarin kakek sangat takut, karena hubungan ini renggang jadi kakek takut di ambil Allah dalam keadaan tali silaturahmi kita hancur karena Allah sangat membencinya karena Allah sudah merintahkan kita untuk menjaga hubungan keluarga seperti di Firman-Nya :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.
(QS. An-nisa ayat :1)
"seperti juga yang di katakan dalam hadits Allah akan melaknat kita apabila memutuskan tali silaturahmi:
“Maka apa kiranya jika kamu berkuasa akan membuat kerusakan di bumi dan memutuskan silaturahmi? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah dan ditulikan telinga mereka dan dibutakan mata mereka.”
(QS. Muhammad: 22-23).
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi, melainkan Allah akan beri padanya tiga hal:
[1] Allah akan segera mengabulkan do’anya,
[2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak,
[3] dan Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi lantas berkata, ”Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-doa kalian” (HR. Ahmad).
"Maka dari itu, merugilah mereka yang memutuskan tali silaturahmi karena doa-doanya bisa saja menjadi terhambat ketika hendak dikabulkan oleh Allah SWT. "
"Sesungguhnya manusia yang hidup bahagia di dunia adalah mereka yang senantiasa berada dalam naungan dan mendapatkan rahmat dari Allah SWT. seperti di dalam Hadits:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya (kata) rahmi diambil dari (nama Allah) yaitu ar-Rahman. Allah berkata, “Barangsiapa menyambungmu (rahmi/kerabat), Aku akan menyambungnya, dan barangsiapa memutuskanmu, Aku akan memutuskannya.”
__ADS_1
(HR. Bukhari).
Sudah jelas dalam hadis tersebut bahwa Allah SWT akan mencabut rahmat dari hamba-Nya yang memutuskan tali silaturahmi. Hidup tanpa rahmat dari Allah SWT pasti akan menjadi kehidupan yang sulit dan penuh cobaan. Maka dari itu, peliharalah tali silaturahmi dengan sesama sebaik mungkin agar kamu tidak terputus dari rahmat-Nya
dan yang lebih rugi bila memutuskan tali silaturahmi akan sulit masuk surga nak seperti yang di katakan di dalam hadits:
“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (silaturahmi)”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Jelas kakek panjang lebar membuat yang ada di sana terkesima dan termasuk Ardiyan ia begitu kagum pada sang kakek yang sekarang memang lagi mendalami tentang agama.
"maa syaa Allah kek Diyan nggak menyaka kini ilmu kakek begitu banyak, pelajaran Diyan belum sampai kesana kek" ujar Ardiyan membuat sang kakek tersenyum.
"Sabarlah nak, karena belajar agama itu tidak harus tergesa-gesa perlahan tapi pasti." bales sang kakek.
"Baiklah kek" ujar Ardiyan lagi.
"Gimana nak Radit apakah masih ingin memutuskan tali persaudaraan mu pada Ardiyan?" tanya kakek pada Om Ardiyan.
"Tidak om.." jawab Radit lalu ia berdiri dan menghampiri keponakannya.
"Ar Maafkan om ya karena sudah salah paham padamu " ujar om Ardiyan.
"Maafkan Diyan juga ya mungkin tanpa sengaja Diyan sudah menyakiti om" bales Ardiyan dan mereka pun saling berpelukan. yaa sebenarnya dulu mereka saling sayang, saling membantu satu sama lain, dan yang utama mereka selalu menjaga tali silaturahmi, tapi hancur akibat orang ketiga..
**Bersambung
___________
Oh iya guys, sambil menunggu Author Up lagi, kalian bisa kunjungi Novel terbaru Author**
In syaa Allah ceritanya nggak kalah seru dengan B.T.B.D.K dan CSS kok, jadi kunjungi ya dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga.
__ADS_1
Syukron 🙏😊