
πKALAM ULAMAπ
"Lama kelamaan orang yang baik akan kelihatan indah, bukan karna wajahnya yang berubah, tetapi kebaikannya yang telah mengubah hati orang yang memandangnya."
π(Habib Umar Bin Hafidz)π
βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
Di saat Ardiyan dan Anisah merayu sang istri yang sedang badmood, tiba-tiba pintu ruang rawatnya di ketuk oleh seseorang, dan dengan sigap Anisah memakai hijab dan cadarnya, setelah di lihatnya sang istri telah selesai Ardiyan pun mempersilahkan masuk
Tok.. tok.. tok..
"Masuk!" serunya. dan ternyata Dimas yang datang.
"Assalamu'alaikum " salam Dimas.
"Wa'alaikumus salam" jawab Ardiyan dan Anisah berbarengan.
"Ada apa?" tanya Ardiyan dingin, karena Dimas sudah mengganggu waktu berdua nya dengan sang istri.
"Hais berasa di dalam kulkas gue!" Celetuk Dimas
"Berisik Lo, ada apa? cepat katakan!' seru Ardiyan kesal, namun Dimas seperti memberi isyarat mata dan melirik Anisah, sepertinya yang mau di sampaikan penting jadi apa boleh berbicara di hadapan Nisah dan Ardiyan seperti paham akan isyarat Dimas, lalu ia pun berpura-pura menginginkan sesuatu.
"Sayang?, tiba-tiba ubby ke pingin omelette buatan kamu deh, yang seperti waktu itu, banyak campurannya" ujar Ardiyan beralasan agar istrinya keluar dari ruangannya
"Tapi hubby inikan rumah sakit, dimana Nisah bikinnya?" protes sang istri.
"Pergilah tanyakan pada Dika pasti dia akan tahu sayang" ucapnya lagi.
"Baiklah hubby.. kalau gitu, Nisah keruangan bang Dika dulu ya " bales Anisah lembut.
"Iya sayang, hati-hati ya" ucap Ardiyan lagi.
"Na'am in syaa Allah, kalau gitu Nisah pamit hubby, Assalamu'alaikum" pamit Anisah dan di Akhiri salam.
"Iya sayang wa'alaikumus salam" setelah sang suami membalas salamnya Nisah pun pergi meninggalkan Ardiyan dan Dimas.
__ADS_1
"Segitu banget lihatnya?, jangan khawatir bro pengawalnya akan menjaga permaisuri Lo kok, jadi in syaa Allah dia akan aman" ujar Dimas, yang melihat Ardiyan seperti ada kekhawatiran di dalam matanya.
"Baguslah kalau begitu, gue nggak mau saja dia dan bayinya kenapa-kenapa kan Lo tahu Giovani orangnya suka nekad " bales Ardiyan yang akhirnya mengungkapkan kekhawatirannya.
"Justru karena gue tahu makanya gue memperketat pengawalan buat binik-binik kita" ujar Dimas lagi.
"Syukurlah kalau gitu, oh iya Lo mau menyampaikan apa,?" tanya Ardiyan penasaran
"tadi anak buah gue bilang kalau paman ada di tempat parkir, sepertinya dia hendak kemari," jawab Dimas,
"Baguslah, sepertinya permainan Wira sudah berjalan, oke!, mari kita sambut pemain figurannya Giovani" ujar Ardiyan sinis.
dan baru saja ia mengakhiri perkataannya tiba-tiba pintu kembali di ketuk, spontan Ardiyan dan Dimas saling pandang.
"Ay, panjang umur om Lo Ar" Bisik Dimas, sembari ia menghampiri pintu kamar rawat Ardiyan, Dimas pun membuka pintu dan nampaklah pria tampan yang berusia sekitar 37 tahun dengan stelan jas hitamnya.
"Silakan masuk Om" Dimas mempersilahkan orang itu masuk, dan pria itupun masuk dan langsung menghampiri Ardiyan.
"Ada angin apa Om Radit datang kesini? nggak mungkinkan Om ingin menjenguk aku? tanya Ardiyan santai.
"Iya benar yang kau katakan, aku tak berniat menjenguk keponakan kesayanganku, dan aku juga tidak pandai berbasa-basi to the point saja aku kesini mau menanyakan di mana Giovani kau sembunyikan?" tanya pria itu yang ternyata adalah paman Ardiyan Raditya Pramana, keponakan dari kakek Rusdi yang ibunya adalah adik kandung kakek Rusdi,
"Giovani?.. untuk apa aku menyembunyikan dia Om, tidak ada untungnya, malahan dia selalu merugikan ku.." jawab Ardiyan masih santai.
"Jangan berdalih kamu Ar!.. karena aku tahu cuma kamu yang bisa menyakiti Giovani!!" seru Radit yang mulai emosi.
"Aku menyakiti dia? kapan aku menyakitinya Om?" tanya Ardiyan santai membuat Radit semakin kesal melihatnya.
"Aku tahu semuanya Ar!!.. aku tahu tentang kalian, dan kau juga yang merenggut kesuciannya, namun kau tidak mau bertanggung jawab,kau malah meninggalkannya! dan sekarang kau ingin menyakitinya lagi?! aku tak akan tinggal diam Ar!!" Seru Radit lagi yang semakin geram melihat Ardiyan.
"Itukah yang dia katakan pada Om?, baiklah om mungkin kalau aku yang mengatakan fakta sesungguhnya mungkin om tidak akan percaya, kalau begitu aku akan memanggil seseorang yang mungkin om percaya padanya" ujar Ardiyan lalu ia memberi isyarat pada Dimas, dan Dimas langsung pergi meninggalkan mereka.
"Siapa yang ingin kau libatkan dalam kebusukan mu?!" tanya Radit penuh curiga.
"Nanti paman akan tahu sendiri" bales Ardiyan tenang. dan tak berapa lama pintu kembali terbuka, dan muncullah Dimas bersama dua orang pria tua dan salah satunya duduk di kursi roda.
" Assalamu'alaikum " salam kedua pria itu.
__ADS_1
"Wa'alaikumus salam kek" bales Ardiyan saja. ya ternyata yang datang adalah kakek Rusdi dan Ayah Dimas, membuat Radit terkejut hingga ia tak ikut membalas salam kakek Rusdi.
"Assalamu'alaikum Radit?" salam kakek kembali dan kali ini di khususkan untuk Radit.
"Eh, Wa'alaikum salam Om" Balesnya sedikit gugup.
"Kenapa Radit? kenapa kamu seperti terkejut melihat Om?" tanya kakek Rusdi lembut.
"Tidak apa-apa Om"
"Nak, om sangat sedih melihat perubahan mu yang begitu drastis, apa lagi penyebabnya adalah karena seorang wanita, kenapa nak,? kenapa kau lebih percaya pada orang lain dari pada dengan keluarga mu sendiri..?" tanya kakek Rusdi, yang terlihat begitu sedih.
"Dia sekarang istri ku om..dia bukan orang lain" Bantah Radit
"Baiklah, dia adalah istrimu, Tapi bukankah kamu ingin tahu kebenaran yang terjadi antara Ardiyan dan istrimu dulu? agar kau tak mendengar secara sepihak saja" ujar kakek Rusdi.
"Sekarang duduklah nak aku akan cerita Fakta Ardiyan dan Giovani yang sebenarnya" lanjuut kakek Rusdi lagi, dan akhirnya Radit mengikuti perkataan kakek Rusdi, ia pun duduk di sofa bergabung dengan Ayah Dimas, dan Dimas sedangkan Ardiyan tetap di ranjangnya dan kakek Rusdi masih di kursi roda.
Lalu kakek pun mulai cerita apa yang terjadi Antara Ardiyan dan Giovani yang sebenarnya,
dan yang sebenarnya bukan Ardiyan yang meninggalkan tapi dialah yang meninggalkan Ardiyan, hingga ia juga sanggup menggugurkan buah hatinya demi untuk laki-laki lain dan kakek juga cerita tentang persiapan pernikahan mereka yang sudah di tetapkan tapi ia malah pergi dan membuat Ardiyan sempat frustasi dan bahkan membuat dirinya semakin rusak.
ada kesedihan yang mendalam tatkala kakek bercerita tentang cucunya itu, dan itu juga jadi penyesalan bagi sang kakek, sedang Radit hanya terdiam tak mampu berkata-kata lagi
Bersambung
β³β³β³β³β³β³
Jangan lupa ya selalu tinggalkan jejak
agar Author semangat untuk update setiap hari
VOTE~>Bonusi dong Author π
LIKE~>kasih semangat juga dong π
KOMENTAR~>semakin banyak komentar semakin Author semangat cari inspirasi π
__ADS_1
jadi terus dukung Author terus ya Syukron π**