
Melihat Wira yang berjingkrak-jingkrak, Ardiyan tertawa terpingkal-pingkal hingga hilang fokusnya dan Akhirnya..
BRUUUK..
"ADUUH!!..ENGK" suara Ardiyan mengaduh dan menahan sakit hingga ia tak bisa berkata-kata lagi, Wira yang mendengar suara bruuk terkejut dan langsung melihat sumber suara dan..
"Huahahaha, mampos Lo... CEO Pramana grup Jatuh, hahaha kualat Lo ma gue, hahahaha," ucap Wira gantian ia yang menertawakan Ardiyan,
"Sialan Lo bukan bantuin gue malah ketawa, cepat bantu gue, pinggang gue sakit nih!" Ucap Ardiyan kesal sambil memegang pinggangnya.
"Makanya, kalau teman kesusahan jangan di tertawakan, jadi kenak karmakan Lo, " ujar Wira sambil membantu Ardiyan berdiri.
"AU.. AU..AU. Pinggang gue sengkle nih aduh duh.. " keluh Ardiyan, sambil meremas-remas pinggangnya yang sakit, saat mereka lagi saling papah, muncul ibu pemilik rumah.
"Astagfirullah, kalian kenapa nak?" Tanya sang ibu.
"Ini Bu teman saya jatuh, dan pinggangnya sakit katanya" jawab Wira masih memegang Ardiyan.
"Astaghfirullah, sini sini Bawak kemari biar ibu urutkan.." ucap sang ibu menyuruh Wira menuntun Ardiyan ke sebuah amben kecil di depan rumah sang ibu.." lah tapi kamu kenapa kok sampai buka baju begitu?" Tanya lagi pada Wira yang hanya memakai celana pendek.
"Hehehe, maaf Bu, tadi ketika saya naik pohon jambu itu, ternyata di atas banyak semut rangrangnya yang masuk ke baju saya, jadi hm hehehe maaf ya Bu, jadi malu saya " jelas Wira cengengesan sambil menutupi bagian dada dan perut putihnya dengan kedua tangannya.
"Ooh, ya sudah.. sebaiknya kamu kekamar mandi saja di belakang, di bersihkan badannya biar tidak gatal nak" ucap sang ibu lembut.
"Terimakasih Bu, kalau gitu saya izin masuk ya Bu" bales Wira lagi.
"Iya nak silahkan" setelah mendapatkan izin Wiraxsana pun bergegas masuk rumah sang ibu dan menuju kekamar mandi berniat membersihkan dirinya.
__ADS_1
Sementara sang ibu mulai mengurut pinggang Ardiyan yang sakit karena terjatuh, saat di urut Ardiyan mengerang kesakitan dan tidak lama kemudian rasa sakitnya mulai hilang.
"Gimana nak, masih sakit?" Tanya sang ibu.
"Alhamdulillah sudah tidak Bu," jawab Ardiyan, sambil menekan-nekan pinggangnya, mencari apakah masih ada yang sakit.
"Alhamdulillah, syukurlah, pinggang kamu tadi hanya keseleo sedikit kok nak, tadi sudah ibu perbaiki" jelas sang ibu.
"Ooh.. sepertinya ibu mengerti, apa ibu tukang urut ya? Tanya Ardiyan.
"Alhamdulillah iya nak, ibu memang bisa mengurut"
"Maa syaa Allah, pantas saja rasa sakit di pinggang saya sudah hilang Bu, terimakasih banyak ya Bu" ucap Ardiyan tulus dan di saat bersamaan Wira pun sudah kembali.
"Iya nak sama-sama" balas sih ibu lagi.
"Alhamdulillah wir, dah nggak sakit lagi,"
"Syukurlah, kalau begitu sebaiknya kita kembali ke mobil, kasihan binik Lo nunggin" sambung Wira lagi.
"Baiklah mari kita kembali.. kalau begitu saya pamit ya Bu, terimakasih buat jambu dan urutannya, dan ini ada sedikit rezeki buat ibu di terima ya Bu, " ucap Ardiyan sambil menyerahkan beberapa lembaran uang kertas berwarna merah, dan menyalamkannya kepada sang ibu.
"Nggak usah nak, tarikan ibu bilang jambunya nggak usah di beli, dan ibu mengurut kmu juga ikhlas, jadi nggak usah memberi ini" bales sang ibu sambil hendak mengembalikan uang tersebut namun di cegah oleh Ardiyan.
"Ini bukan uang jambu Atau uang ngurut kok Bu, ini rezeki ibu dari Allah, yang di titipkan kesaya Bu, jadi di terima ya Bu" ucap Ardiyan tulus.
"Maa syaa Allah, mulianya hati mu nak, semoga kalian di limpahkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat ya nak, ibu terma rejeki ini semoga Allah menggantinya berlipat-lipat pada kalian" ucap sang ibu yang di penuhi kata-kata doa.
__ADS_1
"Aamiin" bales mereka serentak.
"Ya sudah kalau begitu kami permisi ya Bu, sekali lagi terimakasih banyak. Assalamu'alaikum " ucap Ardiyan dan di ikuti salam serentak.
"Ya nak hati-hati, wa'alaikumus salam" bales sang ibu setelah berpamitan, mereka pun meninggalkan rumah ibu pemilik jambu monyet. menuju ke mobil dimana Anisah menunggu mereka dan mobil mereka parkirkan di luar pagar rumah sang ibu.
di jalan mereka menuju mobil..
" Haiiis,, mimpi apa gue tadi malam, kenapa gue sial banget sih hari ini, masa gue dicipokin sama semut rangrang sih jadi pada bentol dah nih badan gue" ucap Wira asal jeplak.
"hahaha nikmatin aja bro, kapan lagi coba Lo dapat ******* dari semut ? jadi hari ini adalah hari bersejarah buat Lo, benar nggak?" ledek Ardiyan dan membuat Wira tambah kesal.
"Dasar somplak Lo..!" umpat Wira kesal " benar juga sih yang Lo katakan ini adalah hari bersejarah tapi bukan untuk gue aja, tapi bersejarah juga buat seorang CEO Pramana Grup yang telah jatuh dari pohon jambu.. monyet hahahaha" Bales Wira terkekeh karna akhirnya ia bisa membalas ledeka plus kata monyet bersandang kewajah Ardiyan, dan lalu ia pun berlari hingga sampai duluan ke mobil mereka.
"Sialan Lo, awas saja Lo nanti" ucapnya dan ia mempercepat langkahnya, sesampainya di mobil ia pun membuka pintu mobil
CKelk... mobil terbuka dan..
"Maa syaa Allah.."
**BERSAMBUNG LAGI YA π
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
TERIMAKASIH YA ATAS KOMENTAR DAN LIKENYA, MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT LOH. JADI BILA INGIN AUTHOR TERUS SEMANGAT, MENERUSKAN CERITA INI
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA, KOMENTAR DAN LIKE SELALU JADI PENYEMANGAT AUTHOR ππ SYUKRON π**
__ADS_1