
Hari-hari telah berlalu..
Karena keadaan Lisa sudah mulai pulih Dimas pun kembali bekerja sebagai asisten Ardiyan..
"Assalamu'alaikum bos? Assalamualaikum dek Nisah." Sapa Dimas saat Ardiyan dan Anisah keluar dari rumahnya,..
"Wa'alaikum salam " Bales Ardiyan dan Anisah serentak.
"Ada apa dim? Tanya Ardiyan lagi.
" hari ini saya mulai bekerja lagi bos" bales Dimas.
"Apa binik Lo dah sembuh?"
"Alhamdulillah sudah lumayan baik kok bos.. tapi masih belum bisa beraktivitas seperti biasa"
"Alhamdulillah.. syukurlah bang Dimas.. nisah senang dengarnya.. in syaa Allah pulang dari pondok Nisah akan menemui ukhty Lisa deh" ucap Anisah ikut senang mendengar temannya sudah membaik.
"Silakan dek pasti Lisa akan senang" bales Dimas.
"Ya sudah ayo kita berangkat.. kita antar Anisah dulu pondok" ujar Ardiyan sambil mengajak Anisah naik ke mobil..
"Oke meluncur bos" bales Dimas setelah ikut masuk dan duduk di belakang kemudinya. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang
Dengan menempuh jarak dua puluh menit mereka pun sampai di gerbang pesantren An-Nur Anisah pun berpamitan..
"Ehem !" Ardiyan berdehem memberikan isyarat pada Dimas.
"Iya iya ane paham ya udah ane keluar" bales Dimas lalu ia pun keluar
"Idih hubby kenapa sih nyuruh bang Dimas keluar" tanya Anisah.
"Ssst jangan protes ubykan mau cium sayang dulu biar semangat uby kerjanya " bales Ardiyan sambil membuka cadarnya Anisah..
__ADS_1
"Hemm genit hubby.." ujar Anisah dengan muka manjanya membuat Ardiyan gemas.. ia pun mengecup lembut dahi Anisah, kedua kelopak mata Anisah turun ke ujung hidungnya dan sekilas bibir Anisah
Anisah sedikit terkejut sedangkan Ardiyan hanya tersenyum melihat reaksi wajah Anisah yang memerah tersipu malu..
"Sudahkan Nisah keluar ya" ucapnya sambil kembali memasangkan cadarnya..
"Tunggu ubby belum mengecup sayang pada anak kita " bales Ardiyan lalu ia pun menundukkan kepalanya dan mengecup perut Anisah dan membisikkannya..
"Sayang jangan nakal ya di perut ummi.. dan jagain ummi Ok" bisik Ardyan pada perut Anisah sambil mengelusnya..
"Iya biyah Dede nggak nakal kok.. biyah juga hati-hati ya bekerjanya" bales Anisah dengan menirukan suara anak kecil.. Ardiyan yang mendengarnya tersenyum
"Ya sudah Nisah masuk ya hubby" pamit Anisah sambil menyalami tangan Ardiyan dan mengecupnya
"Iya sayang.. kamu jangan terlalu capek ya dan jangan lupa makan yang banyak biar sih Dede nggak kelaparan" ucap Ardiyan lalu ia kembali mengecup kening Anisah..
"Assalamu'alaikum hubby"
"Wa'alaikum salam sayang"
"Eh dek Nisah sudah siap RPSnya? Tanya Dimas..
" RPS?.. apa tuh bang Dimas?" Tanya Anisah kembali bingung..
"Ritual Pamit Sayang loh dek.." goda Dimas dengan kedua alisnya naik turun..
"Aiih Bang Dimas.. apaan sih.. udah akh Nisah masuk Assalamualaikum!" Bales Anisah tersipu malu lalu ia bergegas memasuki gerbang pondok..
"Hahaha.. wa'alaikum salam hati-hati dek.." bales Dimas sambil tertawa melihat tingkah lucu Anisah..
"Ehem ehem.." suara Ardiyan berdehem di dalam mobil
"Hehehe sih bos.. sorry booss" ucap Dimas sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal..
__ADS_1
"Di larang keras menggoda istri bos!!" Ujar Ardiyan tegas..
"Iya bos.. sorry.."
"Ingat kalau melanggar langsung di kirim ke Afrika!"
"Waduh.. kejam amat sih bos.. sampai Afrika"
"Protes potong bonus!"
"Haiis parah nih bos semakin kejam aja sekarang" gumam Dimas sambil bergegas masuk ke mobil..
"Apa Lo bilang?"
"Nggak ada bos ane nggak bilang apa-apa kok"
"Sudah cepat jalan!"
"Iya iya ini juga sudah mau melucur bos"
Dimas pun melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantor mereka..
Bersambung
Maaf ya guys baru hadir kembali..🙏
maklum karena kondisi yang belum sempat untuk update terimakasih juga yang masih setia menunggu BTBDK hadir kembali.
dan in syaa Allah author akan membayar keterlambatan kemarin.
__ADS_1
jangan lupa beri dukungan terus ya🙏😊