Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Salah tes Urine


__ADS_3

"DIMAAAS!!" Teriak umi syadiah mengejutkan semua orang termasuk Anisah yang sedang tidur pun terbangun sedangkan Dimas dan ustadz Khairul yang sedang ngobrol juga terkejut mendengar teriakkan umi yang menggelar.


"Astagfirullah.. ada apa dengan umi? Kenapa teriakan mengguncang dunia ku, bikin perasaan Dimas nggak enak bi" ucap Dimas bergidik.


"Hus, kamu tuh ada-ada saja, ya sudah kita lihat ada apa?" Ajak ustadz Khairul lalu melangkah menuju kamar Anisah dan di ikuti Dimas.


Sementara di kamar, Anisah yang sedang tertidur langsung terduduk karna teriakan sang uminya.


"Astagfirullah, ada umi ada apa bi? Tanya Anisah bingung.


"Uby juga nggak tahu Nis, ada apa sih mi?" bales Ardiyan. Namun belum di jawab oleh uminya, Dimas dan ustadz Khairul pun muncul.


"Nisah pakai cadar mu, ada bocah somplak masuk lagi" ucap Ardiyan yang melihat Dimas datang dan dengan cepat ia menutup wajah istrinya.


"Haiis, kejam banget si Lo bos, segitu takutnya wajah cantik binik Lo dilihat gue" ucap Dimas yang melihat tingkah Ardiyan.


"Diam Lo!" Balas ardiyan ketus


"Sudah sudah, sini kamu Dimas, umi pingin banget jewer kuping kamu!" Geram umi, membuat Dimas ketakutan dan bersembunyi di belakang ustadz Khairul.

__ADS_1


"Abi tolong Dimas" ucapnya masih bersembunyi dibalik ustadz Khairul.


"Memang kamu berbuat apa sampai umi kamu marah gitu?" Tanya ustadz Khairul.


"Dimas juga nggak tahu bi..Au au.. au..ampun mi" Bales Dimas yang ternyata kupingnya sudah di jewer umi syadiah.


"Jangan sementang kamu sudah menjadi anak Abi, bisa lari dari kesalahan ya!" ucap umi geram


"Ada apa ini umi ? Apa yang sudah di lakukan Dimas?," Tanya ustadz Khairul menengahin umi dan Dimas.


"Ini kelakuan anak angkat Abi, Salah tes urine! umi suruh kasih tespeck pada Ardiyan biar tes urine Anisah, malah Ardiyan yang di tesnya" omelan umi geram tapi malah membuat ustadz Khairul tertawa kekeh.


"Hahaha, itu tandanya anak dan menantu umi pintar, saking pintarnya mereka tidak membaca alat itu untuk apa" ucap ustadz Khairul. Membuat Ardiyan dan Anisah ikut tertawa.


"Maaf umi, tapi umi tidak bilang kalau tespeck itu buat Nisah, umi cuma bilang, suruh antar bubur dan suruh kasihkan tespeck untuk tes urine ke ardiyan gitu aja umi," ucap Dimas membela diri.


"Iyakah? Astagfirullah, mungkin umi lupa karena terburu-buru mau pergi pengajian, maaf nak, ini salah umi nggak menjelaskan" ucap umi syadiah.


"Iya mi nggk papa, tapi kuping Dimas sakit hiks" ucapnya dramatis di buat sedih.

__ADS_1


"Uluh..uluh..uluh.. manja banget sih Lo!" ledek Ardiyan tapi malah dapat jeweran juga dari uminya.


"Aduh duh duh.. Ampun umi, kenapa jadi Diyan ikut di jewer?" Ucap Ardiyan.


"Hahaha Rasain Lo! Kenak balesan sih Pitung" bales Dimas tertawa tapi dapat pelototan umi. Ia pun langsung terdiam.


"Sudah pada salah masih juga bercanda ya!"


"Maaf umi" ucap Ardiyan dan Dimas serempak. Nisah yang menyaksikan drama antara suami, Umi dan dan sahabat suaminya hanya geleng-geleng kepala ia hanya tertawa di balik cadarnya.


"Kamu suami lagi kenak marah malah tertawa sih" bisik Ardiyan pada Anisah.


"hehehe, maaf Hubby" Balesnya


"Sudah sudah, ayo Anisah ikut umi ke kamar mandi" Ucap umi syadiah, sambil menarik tangan Anisah menuju kamar mandi. sedangkan Ardiyan, Dimas dan ustadz Khairul. menunggu di sofa yang ada di kamar tersebut.


Bersambung


--------------------

__ADS_1


🖐️ masih atiiit 😭😭😭😭


Jangan lupa tinggalkan jejak yaa 🙏


__ADS_2