
Sekarang mobil Dimas melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit yang di informasikan oleh Ardiyan dan dengan menempuh jarak lima puluh menit, mereka pun sampai di rumah sakit, lalu mereka pun turun dari mobil dan mulai berjalan untuk memasuki rumah sakit..
Saat mereka hendak memasuki lobby rumah sakit tiba-tiba ada suara yang memanggil Dimas.
"Woy, Dimas?!" Ucap seseorang dari belakang mereka..
"Woy..woy.. bukan salam Lo malah teriak nggak jelas Lo ndi!" Ucap Dimas ketus.
"Tau nih anak nggak sopan banget sih" ucap yang satu orang lagi.
"Eleh.. ngomong Lo dik.. bukannya Lo sama ya" bales Dimas juga masih ketus. Ya ternyata yang mengapanya adalah Andi dan Dika.
"Sorry.. sorry.. gue lupa kalau teman-teman gue sekarang pada memiliki istri ustadzah" ucap dika " Ya Udah gue ulang, Assalamualaikum Dimas , Ustadazah Lisa " lanjut Dika lagi sambil mengatupkan kedua tangannya lalu membungkukan badannya sedikit.
"Wa'alaikum salam!" Bales Dimas masih ketus.
"Wa'alaikumus salam dokter " bales Lisa dengan lembut.
"Eh ustadazah, kalau saya lagi tidak bertugas tidak usah panggil dokter panggil Ayang Dika saja ya.." ucap dika sedikit bercanda.. tapi membuat Lisa kaget..
"Eeh.." Lisa bingung mau bales apa..
"Ayang Dika.?? Cih.. Pale Lo soak.. yang cocok Ayam Dika kali.!." bales Dimas sambil menoyor kepala Dika..
"Aduh..Lo.. sensian banget sih jadi orang.. kan gue cuma becanda bro.." ujar Dika sambil mengusap kepalanya.
" Lihat sikon dong sama siape Lo ajak becanda, jangan sama binik gue, bukankah Lo tadi panggil dia ustadazah, jadi dia nggak cocok Lo becandain seperti itu" bales Dimas lagi.
__ADS_1
"Iya sorry.. maaf ya ustadazah." Ucap dika dan mengatupkan kembali tangannya, dan di anggukkan oleh Lisa.
"Ya sudahlah, ngomong-ngomong Lo berdua ngapain kemari ?" Tanya Dimas.
"Itu tadi Ardiyan telpon, ngundang kami untuk menyaksikan Wira nikah katanya dan Lo ngapain kemari juga.." ujar Andi dan balik bertanya.
"Sama gue juga di suruh Dian kemari untuk menjadi saksi pernikahan Wira." Bales Dimas..
"Enak ya Lo pada udah pada nikah, nah kami berdua masih aja jomblo kapan jodoh gue datang ya.?" Ucap Andi ya memang dari Lima sekawan tinggal Andi dan Dika yang belum menikah.
"Itu Lo mungkin kualat sama sih minul.. karena Lo kan udah janji kalau, Ardiyan kalah Lo bakalan Nikahi si minul, tapi saat Ardiyan kalah Lo malah kabur, jadi ya wajarlah sekarang jodoh lu pada kabur " Ucap Dimas mengingatkan..
"Idih, ogah gue.. siapa juga yang mau, sama gajah bengkak kaya gitu mending gue kabur kelez.." balas Andi begidik mengingat sesuatu.
"Ya sudah, ngapain Lo ngeluh belum dapat jodoh " ujar Dimas lagi.
"Iya deh, gue karena kualat, lah kalau Dika apa kabar tuh, belum jugakan ngedapati jodoh.." ujar Andi lagi..
"itu karena karma dia sendiri yang suka mempermainkan perempuan, jadi sekarang wajar dong kalau dia yang di permainankan perempuan, " bales Dimas mengingatkan sahabatnya..
"Iya juga yaa.. makanya dik Jangan permainkan perempuan biar Lo cepat dapat jodoh jugakan" ujar Andi pada Dika.
"Dih, ngapain Lo urusin gue.. Lo aja urus, urasan Lo sendiri!" bales Dika kesal..
"Nah itu dia.. Allah paling benci dengan perkataan seperti itu bro, padahal bila seseorang mengingatkan itu menandakan ia masih care sama Lo " ujar Dimas lagi,
"Sebaiknya kalian pada taubat deh, dan perbaiki diri, lihat tuh Wira baru beberapa hari saja ia berusaha memperbaiki diri sudah di hadiahkan Allah jodoh yang baik juga, jadi nggak ada ruginya bro, bila kita berusaha dan belajar untuk memperbaiki diri dari hal yang baik untuk diri kita sendiri " Ucap Dimas menasehati para sahabatnya.
__ADS_1
"Baiklah bro kami akan berusaha, tapi ngomong-ngomong gimana caranya sedangkan kami terlalu minim dengan agama " Bales Dika yang sepertinya menerima akan nasehat dari Dimas.
"itu mah gampang Lo tinggal ikut sama kami tiap hari Minggu ke pondok bang Fahmi in syaa Allah akan menambah ilmu agama untuk kita dan , yang penting sekarang niat Lo sudah bulat dan yang pastinya Lo ingin berubah karena Allah, bukan karena jodoh oke" bales Dimas lagi.
"Oke deh kalau gitu, gue mau, nanti hari Minggu gue ikut kalian deh ke pondok" bales Dika mantap.
"Alhamdulillah.. Akhirnya si Playboy Taubat juga.. nah kalau Lo ndi, ikut kita nggak ke pondok hari Minggu ini?" tanya Dimas pada Andi..
"Kayaknya gue belum bisa dim, ada acara hari Minggu nanti" Bales Andi.
"Ya nggak papa dah, semoga hari Minggu depan Lo bisa ya.."
"lihat saja nanti" bales Andi lagi.
"woy, mau sampai kapan kalian di sini, masuk cepat! acara mau di mulai nih, ! " teriak Ardiyan memanggil para sahabatnya
"Ya sudah sudah yuk kita masuk, kayaknya acara sudah mau di mulai tuh" Ajak Dimas pada teman-temannya, sementara Lisa sudah sejak tadi masuk ketempat Anisah dan umi syadiah berada.
Dan mereka pun akhirnya masuk untuk menyaksikan hari ke bahagian dari salah satu sahabat mereka
**Bersambung lagi deh..
Sudah di jawab ya, dari pertanyaan mengapa Andi dan Dika belum mendapatkan jodoh dan mengapa Wira yang baru muncul sudah dapat.
__ADS_1
Terimakasih ya yang selalu komen Author senang melihat-lihat komenan dari para readers apa lagi yang selalu memberi pemasukan Syukron ya 🙏😊
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 🙏**