Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
DIBALIK KESULITAN ADA KEMUDAHAN


__ADS_3

"Ini namanya Rencana pembunuhan kek.." ucap, Dika yang ternyata ia ikut mendengarkan pembicaraan kakek dan Hans.


"Kakek tahu nak, tapi siapa yang Ingin melihat meninggalkan?" Bales kakek Rusdi dengan pandangan menerawang mengingat siapa yang sudah bermusuhan dengannya..


"Kakek ingin, mengetahui siapa dalangnya dengan capat?!" Tanya Dika serius.


"Iya ingin sekali"


"Maukah kakek memainkan drama dengan ku?" Tanya Dika lagi..


"Drama?, Apa maksudmu nak?"


"Iya kita harus memainkan drama kek, tapi kakek harus melibatkan Ardiyan, dalam drama ini, karena dia kita jadikan peran utamanya" ujar Dika, membuat kakek semakin bingung..


"Kakek tidak mengerti apa yang kamu katakan nak" balas kakek yang memang tidak mengerti apa yang di katakan oleh Dika.


"Sudahlah nggak usah di pikirkan dulu, nanti Dika akan jelaskan saat Ardiyan di sini nanti, bukankah Ardiyan tadi mengatakan akan datang lagi setelah rapat" ujar Dika lagi


"Baiklah nak, terserah kamu saja kalau begitu"


"Ya sudah sebaiknya sekarang kakek istirahat saja dulu "


"Baiklah nak,"


"Ya sudah kalau gitu Dika keluar bentar ya kek"


"Iya nak" setelah mendapatkan izin, Dika pun keluar dari kamar kakek Rusdi, sementara kakek Rusdi beristirahat.


*******


Di sisi lain..


DI PRAMANA GROUP


Sudah dua jam berlalu Rapat para pemegang saham pun berakhir, kini Ardiyan, Dimas dan Ayah Dimas berada di ruangan Ardiyan.


"Paman, kenapa aku merasa paman Radit, seperti ingin menjatuhkan ku pada para pemegang saham ada apa sebenarnya paman?" Tanya Ardiyan penasaran


"Sepertinya paman mu sudah berubah nak, semenjak ia menikah lagi" ujar Ayah Dimas..


"Haa menikah lagi?!" Sambung Dimas kaget.


"Iya, kalian tahu siapa istrinya?" Tanya ayah Dimas..


"Siapa Paman?" Tanya Ardiyan penasaran.


"GIOVANI ALEXSHA..!"

__ADS_1


"APAAA?" Pekik Ardiyan dan Dimas berbarengan.


"Astaghfirullah.. kenapa harus sama perempuan jadi-jadian gitu sih.. kayak tidak ada wanita lagi saja sih" ujar Dimas ngasal.


"Huss, nggak boleh menghujat orang seperti itu nak" Tegur Ayah Dimas, kepada Dimas.


"Ya maaf yah,.. habis tuh cewek nggak taubat-taubat sih, selalu bikin onar, padahal waktu dia menjebak Ardiyan, sudah Dimas kasih peringatan, tapi ternyata tak jera juga dia" bales Dimas, geram karena ingat peristiwa saat Ardiyan di jebak, sampai mengakibatkan Anisah terluka dan hampir kehilangan bayinya.


"Sudahlah, tidak usah mengingat kejadian buruk itu lagi, sekarang yang harus kita lakukan adalah tetaplah waspada, dan jangan sampai lengah" ujar Ayah Dimas mengingatkan..


"Baiklah paman" bales Ardiyan..


"Baiklah Ayah " bales Dimas juga..


"Oh iya paman apakah menurutmu kecelakaan kakek berkaitan dengan mau adanya rapat?" tanya Ardiyan seperti mencurigai sesuatu.


"Paman belum tahu nak, karena Hans juga lagi menyelidikinya, nanti kita akan tahu bila kita di rumah," ujar Ayah Dimas.


"Baiklah, gimana kalau ke tempat kakek sekarang.." ucap Ardiyan lagi..


" Baiklah, mari nak" bales Ayah Dimas lagj.


"Dim, Lo handle kantor ya, dan kalau ada apa-apa cepat hubungi gue " ujar Ardiyan pada Dimas.


"Oke bos" bales Dimas singkat.


"Ya sudah kami pergi ya, Assalamu'alaikum" Ardiyan dan Ayah Dimas pun keluar meninggalkan ruangan Ardiyan.


Sementara Ardiyan dan Ayah Dimas keluar menuju lobby kantor dan menunggu mobil mereka, setelah mobil datang mereka pun masuk dan tak lama mobil kembali melaju dengan kecepatan sedang, yang di kemudiin oleh anak buah Dimas.


Empat lima menit di perjalanan akhirnya mereka pun sampai di rumah kakek Rusdi dan di sambut oleh Hans yang memang sedang berjaga di rumah kakek Rusdi.


"Assalamu'alaikum tuan muda,, paman.." Salam Hans..Ya semenjak Ardiyan berubah menjadi baik, semua Anak buahnya di wajibkan salam bila menyapa ataupun hendak pergi,


"Wa'alaikumus salam" jawab Ardiyan dan Ayah Dimas.


"Hans, bagaimana hasil penyelidikan mu?" tanya Ardiyan, membuat Hans bingung untuk menjawab, karena ia sudah di pesankan oleh kakek Rusdi untuk tidak memberitahunya.


"Eh.. m.maaf tuan muda, sebaiknya tuan muda tanyakan langsung pada kakek " Bales Hans sedikit gugup.


"Baiklah kalau begitu, aku akan menemui kakek" Ujar Ardiyan dan ia pun berlalu meninggalkan Hans bersama ayah Dimas..


"Ada apa Hans?" tanya ayah Dimas dingin.


"Maaf paman tadi kakek berpesan agar tidak memberi tahu tuan muda" ujar Hans memberi penjelasan.


"Tapi tuan muda mu tidak bodoh, tanpa di beri tahu dia bakalan tahu" Ucap Ayah Dimas lagi sambil ia berlalu meninggalkan Hans dan menyusul Ardiyan ke kamar kakeknya

__ADS_1


Sementara Ardiyan di kamar kakek.


"Assalamu'alaikum Kek?"


" Wa'alaikumus salam nak, kamu dah datang?"


"Gimana keadaan kakek sekarang?" tanya Ardiyan lembut.


"seperti yang kamu lihat sekarang.. kakek sudah sedikit membaik.."jawab kakek kepada Ardiyan.


"Alhamdulillah..kakek harus banyak istirahat"ucap nya pada kakek..


"in syaa Allah nak"


"Oh iya kek..Dika dimana ?.."tanya Ardiyan kembali.


"Sepertinya tadi dia keluar nak, panggillah, dia tadi dia ingin mengatakan sesuatu pada kita nak" ujar kakek Rusdi.


"ya sudah kalau gitu Diyan panggil lewat hp saja kek" ujarnya sambil mengeluarkan benda pipihnya lalu ia pun melakukan panggilan singkatnya pada Dika, Dan tak lama pun Dika datang, bersama ayah Dimas.


"Assalamu'alaikum " salam mereka secara bersamaan.


"Wa'alaikumus salam" bales Ardiyan dan kakek secara bersamaan pula.


"Ada apa Dik, tadi kata kakek kamu mau bicara dengan kami?" tanya Ardiyan penasaran.


"Ar, sepertinya kecelakaan kakek sepertinya di rencanakan seseorang, jadi sepertinya kita harus memainkan drama Ar" ujar Dika pada Ardiyan.


"Sudah gue duga itu Dik, lalu apa rencana Lo?" tanya Ardiyan penasaran.


Lalu Dika pun mengutarakan rencananya ingin membuat drama pada Ardiyan, kakek dan ayah Dimas, dan mereka pun menyetujuinya.


"Baiklah gue setuju, dan gue juga penasaran siapa dalang dari semua ini sepertinya ia ingin bermain api sama gue!" ujar Ardiyan geram.


"Sabar nak jangan terbawa emosi, kita harus tenang menghadapi masalah ini, karena kakek percaya di balik kesulitan Ada Kemudahan


إِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرٗا


" sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah 94: 6) "


perkataan kakek, membuat Ardiyan meredamkan kekesalannya.


"Astaghfirullah, maaf kek, diyan sudah terbawa dengan suasana..


******


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 🙏😉

__ADS_1


LIKE, VOTE DAN KOMENTAR


Selalu Author tunggu loh.😉😘


__ADS_2