Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
PENGHIANATAN.


__ADS_3

💥 MUTIARA HIKMAH 💥


"Allah menguji keikhlasan kita dikala sendiri.


Dia memberi kedewasaan disaat masalah berdatangan. Dia melatih ketegaran dalam setiap cobaan-Nya.


Semakin sulit masalah, maka semakin terbuka pintu kemudahan bila kita ikhlas.


Sebagaimana semakin gelapnya malam, pertanda cahaya pagi akan segera tiba."


_( Quotes of the day)_


"""""""""""""""""""""""""💥"""""""""""""""""""""""""


Ardiyan, Wira, dan Andi sudah berada di motor mereka masing-masing, sedangkan Bob dan yang lainnya berada di posisi belakang mereka..


"Oke Bob, kalian sudah siap!" seru Ardiyan pada Bob yang ada di belakangnya, karena Bob sudah memakai helmnya dengan sempurna ia pun hanya mengangguk dan mengacungkan jempolnya, setelah mendapatkan balesan dari Bob, Ardiyan pun menoleh kesamping..


"Kalian juga sudah siap?" tanyanya pada Wira juga Andi yang ada di samping kanan dan kirinya, dan sama seperti Bob, mereka yang juga sudah memakai helmnya dengan sempurna, juga membalas dengan anggukan dan acungan jempol juga, dan setelah mendapatkan jawaban dari kedua sahabatnya Ardiyan pun menutup helmnya dengan sempurna juga, lalu ia pun mulai melajukan motornya dengan kecepatan tinggi dan di ikuti oleh teman-temannya, serta Bob dan anak buahnya..


Mereka terus melajukan motor mereka mengikuti Arah titik GPSnya Lisa,


karena mereka semua melajukan motornya dengan kecepatan tinggi jadi hanya satu jam saja, mereka sudah memasuki Daerah PS, dan mereka juga sudah memasuki jalanan yang sangat kecil juga berbatu membuat mereka agak sedikit memperlambat laju motornya dan karena dari kejauhan mereka sudah melihat sebuah Rumah kecil yang nampak di jaga, Ardiyan pun menghentikan motornya..


"Guys, sebaiknya kita taruh motor kita di sini saja, dan kita berjalan saja kesana, " ujar Ardiyan yang mulai turun dari motornya serta membuka helmnya dari kepalanya.


"Oke!" Bales mereka, dan mereka pun ikut turun juga dari motornya masing-masing serta membuka helmnya juga, setelah mereka semua siap Ardiyan pun memberikan instruksi lagi pada mereka..


"Oke, sekarang kita berpencar, Bob, Lo sama Anak buah Lo, kepung di bagian belakang dan samping, gue, Wira, Andi dan yang lain bagian Depan!" titah Ardiyan.


"Oke!" jawab mereka..

__ADS_1


"Baiklah, Ayo sekarang kita bergerak, dan berhati-hatilah" ujar Ardiyan lagi, dan di anggukkan kepala oleh mereka.


Sesuai perintah Ardiyan mereka pun mulai bergerak mendekati bangunan kecil yang sedang di jaga beberapa orang di sana, mereka bergerak secara perlahan, agar tak ketahuan oleh para penjaga yang ada di bangunan kecil itu.


Setelah di rasa semuanya siap Ardiyan pun memberikan Aba-aba lewat earphonenya.


"Oke guys, beraksilah sekarang, serbuu!" seru Ardiyan, dan mereka pun langsung menyerang para penjaga itu, dan karena mereka tidak memiliki kesiapan, Akhirnya mereka lumpuhkan semua penjaga hanya dengan sekejap saja.


"Bob!, kalian berjagalah di luar, kami yang akan masuk kedalam" ujar Ardiyan memberi perintah pada Bob,


"Oke bos!" bales Bob, setelah mendapatkan jawaban, Ardiyan, Wira Andi, serta beberapa anak buahnya pun masuk ke bangunan yang sepertinya sudah lama kosong, dan mereka pun mencari keberadaan Lisa di setiap ruangan.


"Sepertinya titik merah GPS ada di sini Ar" kata Wira.


"Oke kita masuk sekarang! berhati-hatilah" ujar Ardiyan, dan mereka pun mengangguk dan dengan pistol yang sudah di pegang masing-masing, Andi pun menendang pintu kamar tempat titik merah GPS itu, dan ternyata..


di sana tidak ada siapapun, hanya sebuah kalung yang tergantung di tengah-tengah ruangan tersebut..


"prok..prok..prok.. Andi memang cerdas, tapi sayang ia terlambat! hahahaha!" ujar Pria itu lalu ia terkekeh karena merasa menang.


"Alex!!" Gumam mereka bertiga, dengan tatapan geram melihat pria yang baru datang yang ternyata Alexander..


"Ya ini gue, Alexander Alexsha!, apa kabar guys, lama tak berjumpa, rasanya gue kangen pada lima sekawan yang sempat hancur dulu, tapi sekarang kayak tetap hancur ya, karena gue lihat kalian tinggal bertiga ya?" ujar Alex dengan nada meledek.


"Cih!, kata siapa kami tinggal bertiga?!, jangan bermimpi Lo, untuk melihat ke hancuran kami, justru Lo yang akan kami buat hancur!!" ujar Andi geram..


"Heh! mau menghancurkan gue!, baiklah sekarang buktikan guys ingin melihat bagaimana kalian yang tidak berdaya ini ingin menghancurkan gue!" ujar Alexander dengan senyum liciknya..


"Bob Masuk sekarang!" seru Ardiyan, lalu ia pun menyerang Alexander dan di ikuti oleh Wira dan Andi yang ikut menyerang beberapa anak buahnya Alexander, namun Pertarung hanya sebentar karena terdengar suara tembakan..


DOOR.. DOOR!! Pertarungan pun berhenti dan ternyata Ardiyan, Wira dan Andi sudah terkepung oleh Anak buah Alexander dengan menodongkan senjata berlaras panjang di tangan mereka masing-masing, membuat Ardiyan dan para teman-teman tidak bisa berkutik lagi dan yang lebih mengejutkan lagi, munculnya seseorang yang mereka kenal ikut menodongkan senjatanya pada mereka..

__ADS_1


"BOB?!!" Sentak Ardiyan kaget, Melihat orang kepercayaannya ternyata telah mengkhianatinya.


"Sorry Bos, gue lebih suka dengan pekerjaan yang menjanjikan dari pada pertemanan tak mendapatkan apapun!" ujar Bob, dengan senyum miringnya.. membuat Ardiyan dan kedua temannya jadi geram, karena mendapatkan penghianatan dari teman mereka.


"Cuih!!, Dasar Penghianat Lo !!" ujar Ardiyan geram


"Hahaha, gue suka lihat tampang kalian, Gimana tuan muda Ardiyan, apa Lo sudah mengakui lagi ke kekalahan Lo lagi?!," ujar Alexander sombong


" Dulu Lo kalah,! dalam cinta dan persahabatan! dan sekarang Lo lebih kalah men! karna sebentar lagi Lo bakalan mati! hahaha!" lanjut Alexander dengan di sertai Tertawa penuh kemenangan.


"Cuiih!, itu yang Lo bilang dengan kemenangan?, dengan cara licik,?!.. bagi gue Lo yang kalah, karena Lo hanya seorang pengecut yang selalu berada di belakang seorang wanita!, dulu pada Giovani, dan sekarang pada seorang wanita bercadar!," ujar Ardiyan santai dan kali ini ia tersenyum mengejek pada Alexander.


"Benarkan yang gue katakan?, Walaupun dulu Lo berhasil membawa Giovani, tapi Lo nggak bisa membawa hatinya!, apakah itu benar Alex?!" lanjut Ardiyan lagi dengan senyum sinisnya..


"heh!!, Lo memang sudah membunuh anak gue dengan Giovani, tapi justru gue sangat berterimakasih banget ma lo, karena apabila anak gue lahir memiliki seorang ibu yang sama liciknya ma Lo!, dia pasti menderita, jadi menurut gue, Lo lah yang kalah Lex! Lo yang kalah!!" ujar Ardiyan puas karena sudah mengeluarkan unek-uneknya yang selama ini yang sebenarnya dulu ia merasa bersalah pada anaknya yang belum lahir karena tidak bisa menjaganya.


Mendengar perkataan Ardiyan membuat Alexander geram lalu ia pun mencekik leher Ardiyan dengan tangan satu.


"Diam Lo,!, ya benar yang Lo katakan,! memang benar tubuh Giovani ada sama gue, tapi hatinya selalu sama Lo !! dan itu membuat gue marah dan membiarkan dia mendekati Lo lagi, tapi Lo malah mencampakkannya dan itu membuat gue semakin marah!, jadi sekarang terimalah pembalasan gue!" BUUGH!! " ujar Alexander dan ia pun melayangkan satu pukulan ke perut Ardiyan dan dengan geram ia juga memberi tendangan pada Ardiyan hingga ia terjatuh..


"Bunuh mereka semua!!" Teriak Alexander lagi pada anak buahnya, lalu ia pun meninggalkan ruangan itu dengan penuh kemarahannya.


BERSAMBUNG


************


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉


*LIKE VOTE DAN KOMENTAR*


SELALU AUTHOR TUNGGU🙏😊

__ADS_1


SYUKRON 🙏😊


__ADS_2