Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
RAMBO KOPLAK


__ADS_3

~🌺 MUTIARA HIKMAH🌺~


Bertemanlah dgn orangΒ² yang selalu membuatmu mengingat kepada Allah Azza Wa Jalla . .


~🌺~ Teman Sejati ialah teman yang bisa mengingatkanmu pada akhirat . .


"Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya kerana mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali."


πŸ‘‰ (Imam Asy Syafi'i)


@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@


Suara tembakan yang beruntun mebuat kedua sahabatnya Ardiyan menjerit-jerit histeris memanggil namanya, terutama Andi sampai bersimpuh kelantai


"ARDIYAAAN!! huaaa . Lo bodoh!!, bodoh!!, bodoh!! Lo bodoh!, sekarang Lo mati karena kebodohan diri Lo sendiri!! huhu" Andi teriak, sambil memukul-mukul lantai, dengan wajah yang ia tutup dengan lengan kirinya yang berada di lantai juga.


sementara Wira hanya tercengang melihat Ardiyan masih tegak berdiri, suasana sesaat hening namun tiba-tiba..


BRUUUKX!!, Bob terjatuh tersungkur dengan posisi telungkup dan tak lama kemudian tiba-tiba..


"Hahahahahahah, lucu ya, kenapa Lo bisa jatuh Bob!!" ujar Alexander sambil terkekeh " Eh apa ini?, haaa kok ada darah" lanjutnya lagi saat ia memegang dadanya yang juga berdarah dan kemudian..


BRUUUKX!!, Kali ini Alexander yang terjatuh dengan posisi miring dengan tangan memegang dadanya, Ardiyan tersentak kaget melihat Alex yang jatuh, lalu ia pun memadang Wira, sementara Andi masih meraung-raung memanggil Ardiyan..


"Huaa..huhuhu, Ardiyan huhu" ratapan tangisan Andi, membuat Ardiyan merinding mendengarnya..


"Woy, gue masih hidup!!" Teriak Ardiyan, " Andi? Lihat gue! masih hidup, Lo nangisin gue bikin merinding tau!" protes Ardiyan lagi. membuat Andi mendongakan kepalanya dan ia pun mengucek-ngucek matanya melihat Ardiyan..


"Lo masih hidup Ar?" katanya seperti tidak percaya.


"Iya Lo lihat sendiri gue masih tegak berdirikan?" ujar Ardiyan, dan Andi pun langsung memeriksa yang tubuh Ardiyan di bagian bawah bahu dan di perutnya..


" tapi tadi gue lihat Alex nembak Lo berkali-kali dan tadi gue lihat perut Lo juga berdarah tapi masa Lo nggak papa sih" tanya Andi heran


"Gue nggak papa, cuma tangan gue yang kenak dan darah dari tangan yang gue tutupi ke perut gue biar Alex nggk curiga guekan pakai rompi anti peluru bro" jelas Ardiyan membuat Andi senang dan langsung memeluk Ardiyan..


"Sudah, sudah, sudah, tapi ngomong-ngomong siapa yang menembak Alex?" Tanya Wira heran, dan saat bersamaan terdengar derap langkah kaki mendekati ke Arah mereka dan..

__ADS_1


"Gimana guys?, gue udah kayak jagoan di tv-tv belum?" ujar seorang pria yang tiba-tiba muncul, dengan tampang tengilnya, dan dengan gaya ala Rambo, dengan kepala di ikat dengan kain merah dan tidak lupa dengan memegang senjata berlaras panjangnya, membuat Ardiyan dan yang lainnya tersentak kaget.


"Dimas?!!" Ucap mereka berbarengan..


"Heh!, jagoan koplak yang datang rupanya!" ujar Andi spontan..


"Pale Lo yang koplak!, enak aja gue di bilang koplak, Udeh kayak rembo gini jugaan " protes pria itu yang ternyata adalah Dimas.


"Iya deh, Rambo koplak! hahaha" Ledek Andi lagi membuat teman-teman ikut tertawa


"Akh, kupret Lo!, tapi Lo pada nggak papakan" tanya Dimas ke pada ketiga temannya..


"Alhamdulillah kami nggak papa, cuma Ardiyan tangannya tertembak" Bales Wira


"Tapi ngomong-ngomong Lo kok bisa kemari?" tanya Ardiyan heran.


"Kalau gue nggak muncul Lo bakalan mati bro!" ujar Dimas enteng,


"Iya sih, Thanks deh!, tapi gue heran Lo tahu dari mana kami di sini, dan elo kan masih sakit Dim?" tanya Ardiyan penasaran.


"Gue dah baik-baik aja kok Lo tenang aja.! dan gue tahu dari Bob!" kata Dimas, sembari ia melangkah kearah Bob.."Woy, udah selesai filemnya Bob! Bangun sekarang!!" lanjut Dimas lagi sambil menendang pelan tubuh Bob..


"Ada apa ini Bukankah Bob berkhianat dengan kami?" tanya Andi yang ikut bingung.


"Sorry bos!, gue terpaksa harus pura-pura mengkhianati kalian karena sebenarnya Alex teman gue, dan gue pernah berjanji pada dia akan memberikan pertolongan kapan pun dia minta, dan saat gue tahu target dia ternyata Ardiyan, gue jadi bingung makanya gue minta bantuan pada Dimas dengan cara gue tetep nolong Alex untuk memenuhi janji gue, dan meminta Dimas seolah nembak gue biar Alex nggk curiga" Jelas Bob mengatakan kebenarannya mengapa ia berkhianat..


"Pantesan, Anak buah Bob kok hanya diam saja saat melihat bosnya tertembak tanpa berkutik sama sekali, " ujar Wira yang akhirnya paham kenapa tiba-tiba yang tadi memegangnya langsung melepaskan dia saat Alex terjatuh.


"Iya karena gue sudah mengintruksikan kepada agar tidak menyakiti kalian" jelas Bob lagi


"Alhamdulillah, Akhirnya kita selamat semua" ucap Ardiyan bersyukur " Eh, gimana dengan Lisa, kita kesini untuk menyelamatkan dia" lanjut Ardiyan yang baru teringat pada istri Dimas.


"Alhamdulillah dia sudah aman Ar, sekarang sedang di periksa oleh Dika" ujar Dimas


"Syukurlah, Eh Dika juga datang?" tanya Ardiyan..


"Iya, dia nggak percaya ma gue, di bilang gue dah nggak papa juga, tapi tetap aja nggak percaya, jadi ya udah gue biarkan dia ikut" jelas Dimas dengan tampang betenya..

__ADS_1


"Ya itu karena gue yang minta untuk jaga Lo" kata Ardiyan " Ya udah Ayo kita keluar, " lanjut Ardiyan mengajak teman-teman untuk keluar..


"Eh, tapi gimana dengan mayat Alex?" Tanya Andi saat melihat tubuh Alex..


"Dia nggak mati, gue cuma ngasih tembakan bius doang, Agar dia bisa bertaubat" jawab Dimas. " Dan polisi juga sudah datang, jadi biar polisi aja yang menangani dia " Tambah Dimas lagi.


"Baguslah!!, ya sudah ayo sekarang kita pulang" Ajak Ardiyan pada para sahabatnya..


"Eh, kita nggak kerumah sakit dulu Ar?" tanya Wira Karnq melihat luka di tangan Ardiyan..


"Hanya luka gores, karena peluru Alex tadi hanya menyerempet doang, nggk bersarang di dalam kok, jadi nanti di obati Dika sudah cukup!" ujar Ardiyan


"Oh, ya sudah kalau gitu, Ayo kita keluar" Kini giliran Wira yang mengajak mereka, dan akhirnya mereka semua pun meninggalkan tempat itu, sesampainya di luar ternyata sudah ramai dengan polisi..


"Lo naik mobilkan Dim?" tanya Ardiyan


"Iya gue tadi naik mobil Avanzanya Dika kemarinya karena Dia nggak bolehkan gue naik motor, " jawab Dimas.


"Syukurlah, jadi gue bisa numpang juga," ucap Ardiyan " Tapi ngomong-ngomong di mana mobilnya?" tanyanya lagi..


"Di sono tuh, karena mobilkan nggk bisa masuk kemari" bales Dimas Sambil menunjukkan letak mereka memarkirkan mobilnya..


"Ya sudah ayo kita kesana" Ajak Ardiyan tapi sebelum ia melangkah "Bob, pinta anak buah Lo Bawak motor gue kemarkas ya" katanya lagi pada Bob..


"Oke bos!" setelah mendapatkan jawaban dari Bob, Ardiyan dan Dimas pun mulai berjalan menuju tempat mobilnya terparkir sesampainya di mobil, sudah ada Lisa yang sudah tertidur di kursi bagian belakang. dan Dimas pun langsung masuk dan duduk di sebelahnya, sementara Ardiyan Dika di bagian tengah, karena Dika bermaksud mengobati Ardiyan, sementara Wira dan Andi di depan dengan Wira yang menjadi supirnya, dan mobil kini mulai melaju dengan kecepatan maksimal, menuju Arah pulang.


BERSAMBUNG


**************


Sudah pada tenangkan guys, sorry karena dan buat kalian jadi tegang..πŸ™πŸ˜Š


Tetap dukung Author ya


Dan juga Tinggalkan jejaknya..


VOTE, LIKE DAN KOMENTAR..

__ADS_1


SELALU AUTHOR TUNGGU JADI JANGAN LUPA YA GUYS πŸ™πŸ˜‰ SYUKRON πŸ™πŸ˜Š


__ADS_2