
Setelah pertemuan Ardiyan dan Giovani membuat Anisah penasaran, namun ia enggan untuk bertanya, dia memilih diam tapi malah membuat Ardiyan merasa bersalah.
"Anisah?"
"Hmm?"
"Kenapa sejak tadi kamu diam? Apakah kamu marah padaku?" Tanya Ardiyan sambil menggenggam tangannya.
"Marah?, Untuk apa hubby?"
"Ya mungkin ada hubungannya dengan kejadian sore tadi?" ucap Ardiyan, namun di Bales senyuman oleh Anisah.
"Hm in syaa Allah Nisah nggak marah hubby"
"Tapi kenapa sejak tadi kamu diam?"
"Nisah cuma bingung saja kok, mengapa tatap wanita tadi mengisyaratkan seakan Nisah merebut sesuatu yang berharga baginya"
__ADS_1
" Kamu tidak merebut apapun darinya, tapi dialah yang meninggalkannya" bales Ardiyan membuat Anisah bingung.
"Apa maksudnya hubby?"
"Anisah aku akan jujur padamu tapi janji ya jangan marah"
"In syaa Allah hubby"
"Wanita itu dulu pernah singgah di hatiku namanya Giovani Alexsha, kami juga pernah tinggal bersama sudah seperti pasangan suami istri, kala itu kami masih sangat muda jadi tidak berani berkomitmen untuk menikah hingga kakek tahu tentang hubungan kami yang penuh dosa ini, dan ia menyuruhku untuk menikahinya aku menyetujuinya karena aku tidak ingin berpisah dengannya, dan kakek pun mempersiapkan segalanya tapi ketika tinggal dua hari lagi Giovani pergi meninggalkan ku tanpa pesan apapun, tapi aku terus mencarinya hingga aku menemukannya di sebuah hotel yang berada di luar negeri dia bersama seorang laki-laki lain dan laki-laki itu mengatakan bahwa dia adalah istrinya jadi dialah yang meninggalkannya" jelas ardiyan menceritakan kisah masa lalunya dengan ekspresi wajah yang berubah-rubah antara kesedihan, kemarahan, dan penyesalan.
"Anisah?, Apakah kamu akan meninggalkan ku juga setelah mendengar kisah ku yang penuh dengan dosa ini?" Tanyanya sambil memegang erat tangan Anisah.
"Hubby? Nisah sangat menghargai kejujuranmu, itu menjadikan nilai plus bagimu. setiap manusia memiliki masa lalu yang berbeda-beda tinggal kita yang menanggapinya seperti apa, apakah itu untuk menjadikan sebuah pembelajaran atau hanya untuk berbangga diri?" Jawab Anisah lembut.
"Apabila kisah itu menjadi sebuah pembelajaran maka akan menghasilkan sebuah penyesalan yang akan memicu diri untuk memperbaikinya, begitu juga sebaliknya apabila itu hanya untuk berbangga diri penyesalan itu tidak akan pernah menghampirinya dan bahkan akan menambah kisah-kisah yang semakin kelam," tambahnya sambil menatap suaminya dengan penuh kelembutan.
"Apakah hubby paham dengan perkataan Nisah? Tanyanya lagi.
__ADS_1
"Iya Anisah, akau memahaminya dan ini akan menjadi pembelajaran untuk ku" jawabnya penuh penyesalan.
"Alhamdulillah.. itu mengartikan hubby akan memperbaiki segalanya"
" Iya Nisah, aku akan memperbaiki segalanya, namun aku butuh bantuan mu, berjanjilah kamu tidak akan pernah meninggalkan ku dan hanya mautlah yang akan memisahkan kita, apakah kamu bersedia Nisah?"
"In syaa Allah hubby.. Nisah tidak akan pernah meninggalkan mu terkecuali sang pemilik kita yang memisahkan" bales Anisah dan langsung mendapatkan pelukan dari suaminya,
"Terimakasih Anisah.. terimakasih" ucapnya mengeratkan pelukannya dan tanpa disadarinya air bening keluar dari pelupuk matanya, Anisah yang merasa bahunya basah ia pun mengelus punggung Ardiyan dengan lembut.
Bersambung
______________
maaf ya Author kelamaan updatenya๐
Biasalah ada permasalahan di kehidupan nyata author, tapi jangan khawatir in syaa Allah author akan usahakan hari ini update 2 kali, tapi tetap dukung Author ya, ๐๐๐
__ADS_1