Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Merajuk


__ADS_3

Perasaan gugup, senang dan bahagia yang kini di rasakan oleh Dimas dan apalagi di saat Lisa mengangguk tanda ia menerimanya sebagai suami untuknya.


"Terima kasih Lisa, Terimakasih kau sudah menyelamatkan ku, terimakasih juga kau menerima ku sebagai suami mu, terimakasih " Dimas meraih tangan Lisa lalu ia mengecup tangannya, Lisa hanya terdiam kikuk dan hanya memperhatikan Dimas yang kini sudah menjadi suaminya.


"Lisa, bolehkah aku bertanya?" Tanyanya dan di anggukkan oleh Lisa.


"Maaf sebelumnya, bukan aku ingin menyinggung keadaan mu, tapi aku teringat ketika kamu hendak menyelamatkan ku, hmm ituu, hmm aku merasa yang berteriak itu adalah kamu, apakah aku salah?" Walaupun sedikit ragu, Dimas berhasil mengungkapkan keinginan tahunya.


"Ii..iya" bales Lisa terbata, Dimas terkejut mendengar Lisa mengeluarkan suara walaupun terdengar lirih.


"Maa syaa Allah, kamu ternyata benar-benar bisa berbicara Lisa?" Betapa senangnya Dimas melihat istrinya bisa berbicara dan saat Lisa ingin menjawab, Dimas langsung menutup mulutnya dengan jari telunjuknya.


"Jangan jawab, kamu masih lemah, sebaiknya sekarang kamu istirahat ya? Agar kamu cepat pulih kembali" ucap Dimas lalu di anggukkan oleh Lisa. Lalu ia pun memejamkan matanya.


"Cepatlah sembuh istriku" bisik Dimas dan membelai rambut Lisa, lalu mengecup singkat keningnya, setelah di yakinnya istrinya sudah tertidur, ia pun melangkah menghampiri sofa yang ada disitu, lalu ia mengambil benda pipihnya, setelah mengirimkan pesan, ia pun membaringkan tubuhnya, tampak ia begitu lelah karena semenjak Lisa tidak sadarkan diri, ia selalu terjaga makanya dengan sekejap ia pun sudah terlelap.


_______


Sementara di pondok, kamar Anisah..


Nampak Ardiyan sedang membaca pesan di ponselnya.


"Alhamdulillah.." ucapnya setelah membaca pesan di hpnya.


"Ada apa Hubby?" Anisah yang mendengar Ardiyan mengucapkan syukur jadi penasaran.


"Dimas memberi pesan kalau Lisa sudah sadar, sayang" Bales Ardiyan


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah, ayo hubby kita kesana" Anisah yang mendengar sahabatnya telah sadar, begitu senang hingga ia antusias mengajak Ardiyan untuk menjenguknya.


"Sayang, ini sudah malam, sebaiknya besok pagi aja ya, lagian pasti saat ini jam besuk sudah habiskan.?"


"Hmm hubby.. ya udah deh kalau gitu Nisah tidur aja!" Dengan wajah cemberut Anisah membaringkan tubuhnya dengan posisi membelakangi ardiyan.


"Sayaang..cup, kenapa sih Akhir-akhir ini kamu mudah sekali Merajuk" ujar Ardiyan sambil mengecup bagian belakang kepala Anisah.


"Coba kamu lihat jam, sekarang sudah jam sepuluh sayang, nggk naikkan wanita hamil keluar malam-malam" tambahnya lagi.


"Iya iya maaf Nisah salah"


"Sayang masih Merajuk?"


"Nggak!, Siapa bilang?"

__ADS_1


"Lalu kenapa masih membelakangi ubby?"


"Ya karena posisi begini nyaman"


"Iyakah?... Yakiin bisa tidur tanpa peluk ubby?"


"Yakin kok!"


"Benar yaa,?, ya sudah ubby tidur di sofa sajalah, ngapain tidur disini kalau cuma di belakangi doang" Ardiyan pun hendak bangkit namun tertahan karena bajunya ternyata ditarik Anisah.


"Hubbiiiy?" panggil Anisah manja, Ardiyan pun tersenyum melihat tingkah istrinya yang manja


"Iya sayaang..?"


"Peluuuk.!." masih manja, membuat Ardiyan semakin gemas.


"Uluh uluh uluh, tayang tayang ubby, sini, sini ubby peluk" goda Ardiyan sambil memeluk dan mengecup kening istri kecilnya.


"Kenapa akhir-akhir ini Anisah mudah sekali merajuk, dan setelah itu dia akan manja sekali, apa ini karena pengaruh hamil ya?" batin Ardiyan.


"Hubby?"


"Hmmm?"


"Ingin dengar hubby Sholawatan"


"Baiklah sayang, ubby akan Sholawatan, tapi setelah itu sayang tidur ya," ucap Ardiyan lembut dan di anggukkan oleh Anisah.


bagaikan seorang ayah yang sedang meniduri anak kecil, Ardiyan mengelus-elus kepala Anisah sambil bersenandung sholawat badar.


‘Alaa Thoha Rosulillah


‘Alaa Yasiin Habibillah


Tawasalna Bibismillah


Wabil Hadi Rosulillah


Wakulli Mujahidin lillah


Bi Ahlil Badri Ya Allah


Ilahi Sallimil Ummah

__ADS_1


Minal 'Afaati Wan Niqmah


Wamin Hammin


Wamin Ghummah


Bi Ahlil Badri Ya Allah


‘Alaa Thoha Rosulillah


‘Alaa Yasiin Habibillah


Tawasalna Bibismillah


Wabil Hadi Rosulillah


Wakulli Mujahidin lillah


Bi Ahlil Badri Ya Allah


Ilahi fil Waakrimna


Minaili Maqoolibil Minna


Wadhof'imasa 'Atin Anna


Bi Ahlil Badri Ya Allah


‘Alaa Thoha Rosulillah


‘Alaa Yasiin Habibillah


Tawasalna Bibismillah


Wabil Hadi Rosulillah


Wakulli Mujahidin lillah


Bi Ahlil Badri Ya Allah


Dengan suara Ardiyan yang mendayu-dayu, merdu membuat istri manjanya pun Akhirnya tertidur di dalam pelukannya, setelah melihat istrinya sudah terlelap ia pun mengecup keningnya, setelah itu ia pun ikut memejamkan matanya.


Bersambung

__ADS_1


**********


Berikan kritik dan sarannya ya, dan jangan lupa tinggalkan jejaknya 🙏😊


__ADS_2