
Di perusahaan Pramana grup..
Di ruangan Ardiyan..
Tok..tok.tok..
"Masuk!"
"Bos siang ini kita ada janji dengan WA grup di kafe cinta"
"Kafe cinta? Di mana itu dim?"
"Di jalan xx kayaknya kafe baru"
"Hmm jam berapa?"
"Jam dua siang bos"
"Ok Lo atur saja semuanya"
"Baiklah bos kalau gitu saya permisi"
" Ok " setelah mendapat izin Dimas pun melangkah keluar dari ruangan Ardiyan..
Waktu berjalan singkat dan waktu yang telah di janjikan pun telah tiba..
Ardian dan Dimas pun berangkat menuju kafe cinta. Dengan menempuh jarak 30 menit mereka sampai ketempat yang di janjikan.
Sesampainya disana Ardiyan dan Dimas menuju ruangan yang tunjukkan pada pelayan yang telah menyambut mereka.sepertinya pelayan sudah dapat perintah untuk menyambut mereka.
__ADS_1
Tak lama mereka duduk tiba-tiba muncul dua orang yang satunya berjas putih dengan di sebelahnya berjas hitam. Ardiyan dan Dimas terkejut melihat kedatangan mereka.
" Wiraxsana?" Gumam Ardiyan dan Dimas serentak.
" Hai kawan apakabar?" Ucap orang tersebut dengan senyum menyeringai.
" Kau?.. jadi WA grup adalah milik mu?" Tanya Ardiyan agak sinis..
"Yaa.. tepat sekali kawan.. betapa senangnya gue Akhirnya kita bertemu lagi" balas orang yang bernama wiraxsana..
"Sayang sekali gue tak begitu senang berjumpa dengan kau!" Ucap Ardiyan masih bernada sinis.
"Hahaha.. Lo terlalu jujur.. tapi gue suka dengan orang jujur"
"Cih.. gue nggak suka basah-basih.. jadi Lo katakan saja apa keinginan Lo?"
"Wiis sabar bro.. nggk usah terburu-buru" ucap wiraxsana santai sambil menyeruput secangkir kopi yang ternyata sudah di sediakan oleh para pelayan kafe tersebut.
Karena wiraxsana tahu nama lengkap istrinya..
"Kau..!! Apa mau mu?!!" Tanya Ardiyan geram.
"Hahaha akhirnya Lo paham juga.. gue nggak mau apa-apa gue cuma mau kita bertarung di arena balap liar" bales Wira santai sambil menghisap rokok di tangannya.
"Gue nggak bisa!" Ucap Ardiyan tegas.
"Ck Lo takut?"
"Tidak!!"
__ADS_1
"Kalau tidak ayolah kita bertaruh.. kalau Lo yang menang Lo akan mendapatkan perusahaan WIA grup gue.. tapi kalau Lo yang kalah gue hanya ingin binik Lo !" Ucap Wira sambil mengedipkan sebelah matanya. Membuat Ardiyan panas
"Dasar ba***gan Lo!!"
BUUGHK.!!
Ardiyan menghantam wajah wiraxsana membuat bibirnya mengeluarkan darah segar.
"Cih mantap juga pukulan lo " ucap Wira sambil mengelap darah yang keluar dari bibirnya pakai jari jempol kemudian ia jilati kembali darah tersebut sambil tersenyum menyeringai..
Sedangkan Dimas yang melihat langsung menahan Ardiyan agar tidak memukul lagi..
"Sabar Ar jangan terpancing emosi" ucap Dimas.
"Dan Lo jaga sikap Lo.. jangan memancing kemarahan Ardiyan itu sama saja lo membangunkan harimau yang sedang tidur..dan hati-hati bertindak karena Lo bakalan tidak sanggup untuk menghadapi akibatnya nanti!" Ucap Dimas pada wiraxsana.
"Ayo Ar kita pergi dari sini" ajak Dimas pada Ardiyan dan mereka pun pergi meninggalkan Wira berserta Asistennya.
"Cih sombong sekali mereka.. gue pastikan kalian bakalan bertekuk lutut di hadapan ku nanti" gumam wiraxsana.. sambil memandang kepergian Ardiyan dan Dimas hingga mereka tak terlihat lagi..
"Gimana tugas yang ku berikan sudah di laksanakan?" tanya wiraxsana pada asistennya.
"Sudah pak' jawab Asistennya.
"Hahahaha.. permainan baru di mulai.. Ardiyan gue pastikan Lo yang bakalan tidak sanggup menghadapi singa Andara"Ucap wiraxsana dengan wajah wajah sinisnya..
Bersambung..
*************
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya biar Author semangat kembali menghidupkan novel ini 🙏😉