Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
ZAWJI ALHABIB


__ADS_3

Mendengar suara bersin Dimas, Lisa yang sedang membantu bi inah memasak langsung keluar dari dapur. Dan menghampiri Dimas yang baru saja masuk ke rumah mereka.


"Kak Dimas sakitkah?, Kenapa bersin-bersin?" Tanya Lisa agak khawatir.


"Tidak Lisa, mungkin aku sedang di kutuk oleh Ardiyan kali" Jawab Dimas asal


"Haa maksudnya kak Dimas?" Tanya Lisa bingung..


"Eh..hehe.. nggak sayang kk cuma bercanda, " jawab Dimas sambil cengengesan.." Sini sayang, duduk di sebelah Aa Dimas, " ujar Dimas, sambil menepuk kursi kosong di sebelahnya, dan Lisa pun menuruti keinginan sang suami dan duduk di sebelah Dimas, Dimas pun langsung merangkul istrinya.


"Yang, maaf yaa kita gagal pergi malam ini." Ucap Dimas dengan perasaan menyesal..


" Emang kenapa kak?" Tanya Lisa lembut.


" Ya mau gimana lagi, gara-gara aku tidak sengaja mengganggu dia lagi Ahha-Ahha jadi gagal deh minta cutinya" bales Dimas lagi.


"Ganggu Ahha-Ahha?.. apatuh kak?" Tanya Lisa polos, membuat Dimas bingung menjawabnya.


"Eh..itu bukan apa-apa yang, itu loh tarian..iya tarian.. yang begini loh sayang.." jawab Dimas gugup dan ia langsung berdiri memperagakan sambil menyanyi.." Ahha..Ahha...Ahha..Ahha.. Ahha..Ahha.." nyanyi Dimas, sambil menggoyangkan pinggulnya kedepan dan ke belakang serta kedua tangannya di kepalkan maju kedepan seirama dengan pinggulnya..


Lisa yang melihat suaminya menari hanya geleng-geleng kepala dan tertawa kecil. Menyaksikan tingkah konyol suaminya yang selalu ada-ada saja yang membuat Lisa sering tertawa di buatnya, padahal dulu Lisa sangat jarang sekali tertawa, dan apa lagi dulu karena peristiwa kecelakaan keluarganya ia tak pernah bicara, ia gadis yang pendiam. Tapi kini, suaminya paling bisa membuatnya terhibur.


"Hihihi..kak Dimas ada-ada aja deh.."


"Enak loh sayang, sini kita nari sama-sama, hemm paling seru di kamar loh sayang" ujar Dimas sambil mengedipkan matanya nakal..


"Iiss.. apaan kak Dimas,..nakal deh..!"


"Ayoo dong sayang.." ucap Dimas lagi dan masih mengedip-ngedipkan matanya..


"Iiih..mata nakal...Nggak mau! Lisa mau siap-siap Maghrib" bales Lisa begidik melihat mata Dimas yang nakal lalu ia berlari menuju kamarnya dan meninggalkan Dimas yang masih di ruang keluarga.. Dimas yang melihat istrinya kabur malah tertawa, karna melihat wajah istrinya yang merah antara takut atau malu..


"Hahahaha.. Ukh, istri gumecsku membuat aku Arrrgh..mauung...rrr.." Ucapnya lagi sambil bertingkah seperti harimau.."Tunggu kakak, istri gumecsku..ikuuuut..Arrgh" lanjutnya lagi sambil ikut berlari mengejar Lisa menuju kamarnya..


_______

__ADS_1


Sementara di sisi lain..


Di kamar Ardiyan dan Anisah...


"Sayang bangunlah, ubby sudah menyiapkan air hangat untuk mu mandi.. bangunlah, sebentar lagi Maghrib loh.." ucap Ardiyan lembut membangunkan istrinya yang sedang tertidur..


"Uhmm na'am " bales Anisah menggeliatkan badannya..


"Capek ya sayang?.. mau ubby gendong?"


" Hmm Ho'oh gendoong.." bales Anisah manja sambil merentangkan tangannya seperti anak kecil, yang meminta gendong pada orang tuanya.


"Uluh..uluh..uluh.. manjanya istri kecilku..cini...cini..cayang.. ubby gendong di tayang-tayang yaa.." ucap Ardiyan bagai orang tua yang sedang memanjakan anaknya..lalu ia menggendong Anisa ala bridal style menuju kamar mandi lalu meletakkan Anisah kedalam bahthup dengan perlahan, lalu ia pun mengecup kening Anisah " mandilah sayang, ubby tunggu di luar ya..


" Na'am hubby....Syukron ya zawji Alhabib".(terimakasih suamiku sayang)" Bales Anisah manja..


" Na'am..Afwan ya zaujati jamila"


(Iya istriku cantik)" bales Ardiyan dengan senyuman. lalu Ardiyan pun melangkah keluar dan membiarkan istrinya mandi sendiri.


10 menit Anisah di kamar mandi dan tak lama pun ia keluar dengan handuk kimononya lalu menghampiri Ardiyan yang sudah bersiap diri untuk sholat berjamaah dengan istrinya, setelah Anisah berpakaian, akhirnya pun mereka melaksanakan sholat berjamaah dengan hikmat,


بسم الله الرحمن الرحيم


رَبَّنا هَبْ لَنا مِنْ أَزْواجِنا وَذُرِّيَّاتِنا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنا لِلْمُتَّقِينَ إِماماً


Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qaurrata a’yuniw waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa.


Artinya, "Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (Surah Al-furqan Ayat 74)


(Agar mendapatkan anggota keluarga yang menyenangkan hati dengan perangai baiknya tentu adalah idaman setiap Muslim yang beriman. Bacalah doa ini dengan ikhlas agar Allah mengabulkannya)


رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعاءِ


Rabbi Habblii minladunka dzurriyatan thayyibah, innaka samii’ud du’aa’.

__ADS_1


Artinya, "Ya Tuhanku, berikan aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha mendengar doa." (QS. Al-imran ayat:38)


رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ


Rabbi Hablii minas shaalihiin.


Artinya, "Wahai Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk anak shalih." ( QS. As- Shaffat. ayat :100)" Doa Ardiyan begitu kusyu' dan di Aamiinkan oleh Anisah. setelah selesai Anisah pun menyalami serta mencium tangannya Ardiyan, sedangkan Ardiyan menyambut dengan mengecup kening istrinya, Anisah tersenyum senang karena melihat begitu banyak perubahan Ardiyan sekarang.


"Maa syaa Allah, zawji sekarang semakin tawadhu beribadah kepada Allah, membuat hati Nisah bahagia.. in syaa Allah selalu Istiqomah dalam tawadhunya ya zawji Alhabib.." ucap Anisah dengan lembut..


"Aamiin, ya Allah,.. in syaa Allah sayang, doai hubby terus ya agar selalu menjadi imam yang tawadhu untukmu dan anak-anak kita nanti.."


balas Ardiyan dengan mengecup kaning istrinya kembali..


"Aamiin, na'am hubby in syaa Allah "


"Alhamdulillah.. ya sudah sekarang kita makan yuk, kasihan anak biyyah pasti sudah lapar " ucap Ardiyan lagi sembari mengusap perut Anisah dengan lembut.


"Oke, biyyah lest go..tapina tapina mauna di gendong biyyah.." bales Anisah manja bak anak kecil, membuat Ardiyan gemas melihat istrinya yang bertingkah anak kecil..


"Haiis, kumat dah manja binik guah.." ucap Ardiyan sambil menepuk keningnya..


"Iss, biyyah nggak mau gendong ummah yaa?"' bales Anisah dengan wajah cemberut..


"uluh..uluh..uluh.. ngambek lagi deh ummahnya.. ya sudah sini biyyah gendong tayang, tapi gendong belakang ya" ucap Ardiyan lagi,


"Na'am, biyyah sekarang jongkok biar Nisah naik.." Ardiyan pun jongkok, dengan cepat Anisah pun naik ke punggung suaminya,


"Sekarang berpeganglah dengan kuat,"


"Sudah Hubby.. let's go...." setelah di pastikan istrinya sudah berpegangan, Ardiyan pun berdiri dan langsung melangkah menuju ke ruang makan secara hati-hati..


sesampainya di sana Ardiyan pun menurunkan Anisah dengan perlahan dan...


**BERSAMBUNG LAGI AKH..

__ADS_1


Jangan lupa terus dukung Author ya..


like komen para readers adalah penyemangat buat Author loh,😉 apa lagi kalau komenan yang memiliki ide, pasti membuat Author tertantang.. Syukron ya yang selalu mendukung Author 🙏😊**


__ADS_2