Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Pertarungan.


__ADS_3

Di saat keluarga ustadz Khairul sedang bersenda gurau tiba-tiba penjaga gerbang pondok datang.


"Assalamu'alaikum ustadz,"


"Wa'alaikum salam mang Ucup ada apa? Kenapa tergesa-gesa begitu mang?" Tanya Ustadz Khairul.


"Itu pak ustadz gerombolan anak buah bos Badrul datang lagi, mereka membawa senjata segala" bales mang Ucup terengah-engah.


"Astagfirullah, Diyan, Dimas ayo kita kesana, " Ajak ustadz Khairul.


"Baiklah Abi" bales Dimas dan Ardiyan, mereka pun bergegas menuju gerbang pondok, yang ternyata begitu banyak anak buah bos Badrul dan di pimpin oleh pamannya Lisa..


"Dim, hubungi anak buah kamu, suruh mereka cepat!" Perintah Ardiyan kepada Dimas.


"Tenang Ar, sebagian sudah ada di depan, yang lainnya akan segera datang" bales Dimas, membuat Ardiyan sedikit tenang, karena melihat jumlah mereka yang ramai sudah pasti ardiyan sangat khawatir, di tambah lagi mereka di lengkapi senjata tajam membuatnya semakin gusar.


Tampak paman Lisa tersenyum licik saat di lihatnya hanya empat orang yang datang menghampiri mereka.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum pak Bowo " salam ustadz Khairul menyapa paman Lisa.


"Tidak usah basa-basi ustadz, suruh keponakan saya keluar! Karena hari ini adalah hari pernikahannya!" Bales paman Lisa dengan nada keras.


" Masuk dulu pak kita bicarakan ini baik-baik" bales ustadz Khairul ramah.


"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi! Cepat suruh dia keluar atau pondok ini akan hancur!" Ancam paman Lisa, membuat Dimas geram.


"Widiih ingin menghancurkan?, Anda terlalu sombong pak,! Tidak bisakah anda masuk dulu dan berbicara baik-baik? karena kami bermaksud ingin membantu Anda melunasi hutang Anda" Ucap Dimas masih tenang.


"Sudahlah, ini sudah tidak bisa di hindari karena bos Badrul sudah menyiapkan pesta besar-besaran untuk pernikahan keponakan saya, jadi anda tidak perlu repot-repot untuk melunasi hutang saya!" bales paman Lisa, membuat Dimas geram.


"Ah banyak bicara!! serang mereka!!" Teriak seseorang anak buah bos Badrul yang tiba-tiba buka suara dan langsung menyerang Dimas dan beberapa anak buah yang lain nyerang Ardiyan dan ustadz Khairul dan akhirnya perkelahian terjadi, karena anak buah Dimas juga sudah bergabung mereka jadi seimbang.


"Abi pergilah biar kami yang tangani ini, sebaiknya Abi telpon polisi" teriak Ardiyan pada ustadz Khairul di dalam perkelahiannya


"Baiklah nak, berhati-hatilah kalian Abi akan segera menghubungi polisi!" teriak ustadz Khairul juga dan setelah melumpuhkan lawannya ia pun bergegas meninggalkan pertarungan pergi menuju rumah utamanya.

__ADS_1


Bag!.. bug!.. bags!.. bugs!..


Pertarungan begitu sengit Ardiyan dan Dimas begitu sigap hingga banyak anak buah bos Badrul di lumpuhkan mereka. Saking seriusnya mereka menghajar gerombolan itu. hingga tanpa sadar dari kejauhan salah satu dari mereka sedang bersiap Hendak menembak Dimas.


**Door Door.


"AWAAAS BANG DIMAAAS**" teriak seorang wanita yang tiba-tiba muncul menghadang peluru yang hendak mengenai Dimas.


"Aaaaah!" Wanita itu hendak terjatuh tapi di tangkap oleh Dimas. dan bertepatan polisi pun datang.


"**Jangan bergerak!!"


Bersambung


---------------


Siapakah wanita itu?🤔

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉**


__ADS_2