
Sementara Ardiyan dan Dimas di kota Bt sedang duduk di sebuah restoran kecil yang berada di depan proyek yang mereka kerjakan.
"Alhamdulillah, selesai juga proyek ini" ucap Ardiyan senang.
"Iya syukurlah akhirnya selesai lebih cepat dari apa yang sudah kita targetkan" tambah Dimas
"Baguslah, jadi kita bisa pulang hari ini juga " tutur ardiyan antusias.
"Tapi sepertinya kita tidak bisa pulang hari ini Ar, karena Alexsha grup mau mengadakan perayaan atas keberhasilan proyek ini" ucap Dimas mengingatkan undangan yang dia dapat tadi.
"Iya Ar, kamu harus datang dong, karena acara nanti malam juga merayakan keberhasilan mu dalam proyek ini" ucap seseorang yang tiba-tiba datang.
"Hah! Giovani lagi, bikin selera makan gue buyar aja!" Gumam Dimas namun masih terdengar oleh Giovani dan Asistennya.
"Aku nggak bisa ikut ke acara itu, karena aku harus kembali malam ini!" Ucap Ardiyan datar.
"Tidak bisa seperti itu Ar, karena ini sudah menjadi kesepakatan kolega kita yang lainnya" ucap Giovani antusias,
"Lihat saja nanti!, Ayo pergi Dim" Ucap Ardiyan dingin, sambil bangun dari duduknya dan langsung melangkah meninggalkan Giovani dan Asistennya. Membuat Giovani geram karena dia selalu di abaikan oleh Ardiyan.
"Sialan kamu Ar! Kau semakin dingin saja padaku, ini tak boleh gagal, kau harus jadi milikku malam ini!" Ucapnya penuh ambisi.
__ADS_1
"Pastikan dia harus datang malam ini dan jangan sampai gagal kamu mengerti" ucapnya lagi pada Asistennya.
"Baik Bu akan saya usahakan"
"Bagus! Mari kita pergi" ucap Giovani dan berlalu meninggalkan restoran kecil tersebut.
_______
Sementara di sisi lain Ardiyan dan Dimas, yang berada di dalam mobilnya.
"Kita kemana Ar? Tanya Dimas.
"Balik ke hotel"
"In syaa Allah, tapi entahlah lihat nanti saja" bales Ardiyan ragu,
"Iya gue rasa juga kita emang harus pulang secepatnya, karena pirasat gue gak enak kalau kita hadir ke acara itu," ucap Dimas lagi.
" Nah itu dia, gue juga merasakannya dim"
"Eh, Ar,? Ngomong-ngomong Lo kok tadi tumben nggak mual di depan Giovani?" Tanya Dimas yang mengingatkan kejadian pertemuan mereka tadi pada Giovani.
__ADS_1
"Hah iya juga sih, apa gue dah sembuh ya? atau mungkin karena dia nggak pakai minyak wangi kali dim"
"Oh berarti selama ini Lo mual karena minyak wanginya gitu?"
"Bisa jadi, karena minyak wanginya baunya aneh, seperti bau bangkai gitu dim, entahlah apa perasaan gue aja kali ya?"
"Masa sih? Gue rasa baunya biasa aja deh"
"Sudah akh, kenapa kita jadi bahas minyak wangi orang?.. dari pada hibah orang gimana kalo kita kepusat belanja di pasar G, gue mau cari oleh-oleh buat Ustadzah ayang mbeb gue"
"Cih! Ayang mbeb! Lebay Lo"
"Sirik aja Lo, makanya Lo cepat cari juga, biar Lo bisa merasakan nikmatnya surga rumah tangga bro" ucap Ardiyan sambil mengedipkan matanya.
"Haiis.. itu lagi deh yang di ingat, siapa juga yang nggak ingin, tapi mau bagaimana lagi, Allah juga belum mau ngasih kepercayaan buat gue untuk walimah mau gimana lagi coba?" tutur Dimas membela dirinya.
"Iya juga sih.. Eh gimana kalau Lo ta'aruf sama temen binik gue dim?"
"yang mana?, jangan bilang Lo mau gue sama yang bisu itu lagi?"
Bersambung
__ADS_1
----------------
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 🙏😊