
Karena hari sudah larut malam jalan raya pun begitu lengang dan sepi, Dimas pun melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, dia begitu khawatir dengan keadaan Ardiyan yang masih memakai pakaian basah, Ardiyan menolak mengganti pakaian dan tak mau di bawak kerumah sakit maka dari itu kecemasannya berlipat-lipat hingga dalam waktu dua jam setengah mereka sampai di kota M.
"Ar Lo masih sadar?" Tanyanya cemas
"Hmm"
"Kita sudah mau memasuki Area pondok, apa kau yakin kita kesana? Gue takut Abi dan umi berprasangka tidak baik sama Lo" ujar Dimas lagi.
"Ke rumah mahar aja!" Balas Ardiyan dengan suara yang bergetar tertahan membuat Dimas semakin tidak tega, Ia pun semakin melajukan mobilnya agar cepat sampai selang 15 menit dari Area pondok, mereka pun sampai kerumah mahar dengan sigap Dimas memapah Ardiyan menuju kamarnya.
"Ke kamar mandi dim" ucap Ardiyan lagi.
"Lo sudah seperti ini, gue takut Lo bisa sakit"
"Cepat!!"teriak Ardiyan, tanpa membalas perkataannya Dimas langsung membawa Ardiyan ke Kamar mandi dan memasukinya ke dalam backtup dan ia menghidupkan airnya.
"Tolong jemput Anisah " masih suara bergetar dan mata terpejam. Kembali tanpa menjawab Dimas pun kembali ke mobilnya dengan cepat dia kembali melajukan mobilnya, hingga sampailah ia di gerbang pondok, tapi dia tidak berniat untuk memasuk pondok tersebut. Lalu ia mengambil ponselnya. Dan mencari kontak Anisah dan menghubunginya.
__ADS_1
"Assalamualaikum bang Dimas" jawab Anisah dalam panggilan itu,
"Wa'alaikumus salam dek Nis, cepatlah datang ke gerbang Abang di suruh Ardiyan jemput kamu, cepat nggk pakai lama!" Balas Dimas tegas dan ia pun langsung menutup agar Anisah tidak banyak bertanya padanya.
______
Sementara di sisi lain, Anisah nampak bingung karena tidak biasanya Dimas menutup teleponnya dengan tiba-tiba.
"Ais kenapa langsung di tutup sih, bang Dimas kok aneh ya, dan kenapa juga hubby tidak langsung masuk? Ada apa ini" Gumam Anisah sedikit resah dalam kebingungannya ia pun melirik jam ternyata sudah jam tiga pagi ia pun bergegas mengambil hijab dan cadarnya, dengan cepat ia melangkah keluar dari kamar, sesampainya di ruang keluarga ia berpapasan dengan Abinya yang sepertinya sedang bersiap untuk kemesjid untuk melaksanakan sholat malam.
"Kamu mau kemana nak? Tanya ustadz Khairul heran karena tak biasanya Anisah berpakaian lengkap di tengah malam.
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh" jawab ustadz Khairul bingung. Karena Anisah begitu tergesa-gesa
"Ada apa ya? Kenapa Ardiyan tidak langsung datang kemari" gumamnya sambil melihat punggung Anisah sampai gerbang dan menghilang dari pandangannya.
_______
__ADS_1
Sementara itu Anisah yang sudah sampai gerbang melihat Dimas berdiri di samping mobil dan langsung membukakan pintu mobil untuknya,
"Ada apa sebenarnya bang?" tanya Anisah mulai cemas karena melihat Dimas yang nampak kusut.
"Masuklah nanti kamu juga akan tahu" Bales Dimas dan Anisah pun langsung masuk ia tak berani menanyakan lagi, tanpa basa-basi lagi Dimas langsung melajukan mobilnya dengan cepat membuat Anisah semakin gelisah,
"Astagfirullah, ada apa ini ya Allah, kenapa hatiku Resah, semoga tak terjadi apa-apa pada sumaiku" batin Anisah resah.
Tak lamapun mobil memasuki gerbang rumah mahar.
"Cepatlah masuk Ardiyan ada di kamar mandi!" perintah Dimas membuat Anisah semakin ketakutan, ia pun berlari memasuki kamarnya dan langsung menuju kamar mandi, betapa terkejutnya ia melihat suaminya sedang berendam dengan pakaian lengkap dan nampak menggigil.
"Astagfirullah.. Hubby!!"
Bersambung
------------------
__ADS_1
Maaf ya yang minta dabel up belum sempat karena author juga memiliki kehidupan nyata dan hanya bisa up malam maaf ๐ tapi tenang aja kalo ada kesempatan pasti kok di dobel๐
Jangan lupa ya ๐๐